Chapter 32

683 105 11
                                        

Happy Reading

"Jadi, rencana apa yang kau punya, anak muda?"

"Membaca gerak gerik Frankenstein"

"Ha?"

Muzaka tak menghentikan lompatan nya meskipun terkejut sedangkan Raizel hanya terdiam

"Aku harus tahu apa yang mungkin dipikirkan nya, dengan begitu langkahku akan senada" tutur Yoora

"Lalu, apa kau menemukan nya?" Muzaka kembali bertanya pada Yoora

"Ada 2 rencana yang mungkin Frankenstein buat...." jawabnya terpotong

"Yang pertama, dia mungkin langsung menyerang musuh begitu saja. Diakan bar bar...."

"Tapi, mengingat bahwa dia datang kesana tanpa Raizel. Kemungkinan rencana itu digunakan hanya 30%"

"Sedangkan untuk rencana kedua. Frankenstein mungkin bekerja sama dengan kaum bangsawan dan mengorbankan gengsi nya..."

"Persentase untuk rencana ini 35%. Kalau Frankenstein menggunakan rencana ini kemenangan sudah pasti ada ditangan kita"

Jelas Yoora panjang lebar. Penuh dengan kemungkinan tanpa pasti

Muzaka menatap takjub Yoora. Ada seseorang yang bisa membaca gelagat Frankenstein selain Raizel! dan menurut nya itu menakjubkan!

"Tidak ada rencana yang menyentuh 100%" Raizel bicara setelah sekian lama bungkam

Yoora berhenti melompat. Refleks. Yang lain nya turut berhenti

"Ada apa? Kenapa kau berhenti?" Muzaka terheran heran

"Kitalah sisanya, 65% sebagai penyempurna"

Muzaka langsung tertawa keras mendengar penuturan Yoora.

"Apa yang membuatmu begitu percaya diri menyebut 'Kita'? Kau tahu, aku mungkin akan mengkhianati kalian" sanggah Muzaka disela sela tawanya

"Anda tidak akan melakukan nya" Yoora tak gentar. Tetap percaya diri

Muzaka mengangkat satu alisnya. Bertanya tanya

"Hadiah. Kalau anda melakukan apa yang kupinta dengan baik, akan kuberitahu sesuatu yang sangat berharga bagi tuan Werewolf" ungkap Yoora menawarkan bayaran

"Hadiah? Yang begitu berharga bagiku? Apa itu?" Muzaka memiringkan kepala nya

"Eyy~ Akan kuberitahu kalau anda mengikuti permintaanku" Yoora bicara dengan nada menggoda

"Oke. Akan ku ikuti" setuju Muzaka

-o0o-

Frankenstein. Pria itu membawa para Kepala keluarga beserta anak buah nya keluar dari Lukedonia. Membiar
kan tanah mereka kosong tanpa penghuni

Kecuali Lascrea. Sang Lord tetap bersandar di singgasana menunggu musuh menyapa

"Tak bisa kupercaya! Kita, kaum bangsawan menggunakan cara kotor seperti ini!" keluh Rosaria

Lost In The World Of NoblesseCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang