Chapter 29

721 115 10
                                        

Happy Reading

CTAK

Yoora menyalakan kompor untuk memasak Ramyeon.

"Beristirahatlah" Raizel bicara

Yoora menolehkan kepalanya ke belakang, tempat dimana Raizel berada

"Tidak apa apa. Rai duduk saja.." suruh Yoora.

Raizel yang pada dasarnya penurut, hanya bisa melangkah menuju sofa diruang tengah

Selepas kepergian Rai, Yoora tertegun

'Raizel tidak mungkin bisa memasak Ramyeon'

Gadis itu menggeleng gelengkan kepala.

Sebenarnya disaat Raizel menjelaskan kemana para penghuni rumah pergi, perut Yoora yang tengah kelaparan secara tak terhormat membunyikan 'alarm'Nya

Berkat itu, Raizel pergi kedapur dan mengambil sekitar 10 bungkus Ramyeon kemudian bersiap memasak.

Tentu saja Yoora melarangnya, bisa bisa Frankenstein menebas lambung Yoora karena membuat tuan nya memasak

Karena itulah, ia harus menyalakan kompor dan mulai memasukan mie kedalam panci yang berisi air

Yoora memperhatikan sisa Ramyeon yang tak dirinya masukkan, ada 6 bungkus Ramyeon.

"Kenapa juga Rai mengambil banyak Ramyeon..." heran Yoora. Dirogohnya saku, mengambil ponsel.

Ia melihat kembali isi pesan Frankenstein dan mengecek apakah ada pesan lain nya. Namun tak ada.

"Hmm... Persentase kemenangan Frankenstein melawan 3 kepala keluarga sekitar 5% dibantu anggota RK dan Lazark... sekitar 5,2%"

"Itupun masih belum pasti... Aku penasaran. Apa mereka sudah berhadapan?"

Sementara itu, di Lukedonia

"Aku rasa, akan lebih baik jika kita berpura pura tidak tahu"

"Maksudmu bersembunyi?"

Frankenstein tengah menyusun strategi bersama Lord Lascrea didampingi kepala keluarga dari masing masing klan

Frankenstein mengangguk, mengiyakan ucapan Lord

"Aku tak mengerti. Berani nya para pengkhianat itu menginjak kembali tanah kita!" berang Ludas sang kepala keluarga Mergas

"Benar! Apa mereka benar benar sudah kehilangan urat malu?!" Rosaria juga ikut geram

"Aku akan menghancurkan mereka!" Kei menggerutukan giginya, saking kesal

Lascrea hanya bisa mengernyit mendengar ungkapan kekesalan bangsa nya. Sejujurnya, ia juga murka mendengar hal itu

Namun harus ditahan nya untuk menjaga martabat sebagai seorang Lord.

Frankenstein melirik Lazark yang terdiam. Semenjak mendengar penjelasan Yoora, ia tak bicara sepatah katapun

Membuat Frankenstein mengingat kembali apa yang terjadi sebelumnya

Flashback ON

Yoora tersungkur begitu saja, tak kuat menahan dengingan dan pingsan

Frankenstein yang menyaksikan hal itu tentu saja langsung berusaha menyadarkan Yoora. Tapi, hasilnya nihil gadis itu masih tak sadarkan diri bahkan setelah satu jam berlalu.

Sementara itu para bangsawan penguni rumah Frankenstein dirundungi perasaan cemas, takut takut apa yang Yoora ucapkan menjadi kenyataan

"Dia pasti sudah gila!!" Rael terus berceloteh, sudah berkali kali ia mengatakan itu. Meski didalam hati ia cemas bukan main

Lost In The World Of NoblesseCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang