Happy Reading
Yoora terbangun, Perlahan matanya terbuka dan hal pertama yang dirinya lihat adalah meja lalu kursi. Dia sadar kalau ini pasti di sekolah, pasti tadi ia tertidur di kelas
Yoora menghela nafas lega, merasa hal yang dialaminya barusan hanya mimpi.
"Huu... ternyata hanya mimpi" lega Yoora seraya merenggangkan kedua tangan.
Yoora menggaruk tengkuk kepala kemudian mendongkak dan dia dilihatnya Pria asing bertubuh tinggi nan besar dengan wajah menahan amarah tengah menatapnya tajam
"Eh? Raksasa?..." gumam Yoora sambil memperhatikan
"Kenapa setiap pelajaranku selalu banyak murid yang tidur......." geramnya dengan suara gemetar
"Eh? maaf?" Yoora polos
"HAN SHINWU! KANG YOORA! BERDIRI DI KORIDOR SEKARANG!"
Seorang yang duduk di bagian belakang langsung berdiri. Seorang siswa laki laki dengan rambut berwarna merah, mungkin
Dia lekas berlari ke arah pintu dan keluar, sedangkan Yoora? Entah kenapa hari ini otaknya bekerja lambat.
Yoora kesusahan mencerna pemandangan di hadapannya. Dia berpikir keras hingga Pria besar tadi memanggil namanya untuk kedua kali,
"KANG YOORA!" panggilnya, berteriak
"Eh? i iya pak?" jawab Yoora masih linglung
"CEPAT KELUAR DARI KELAS SAYA" lagi lagi Pria itu berteriak. Bukannya menurut, Yoora justru menatap bingung
Akibat terlalu kesal, Dia menyeret Yoora keluar lalu membentak kasar, "Kalian berdua tetap berdiri di sana sampai istirahat!" Setelahnya bunyi pintu dibanting menggelegar.
"Aww..." Yoora meringis seraya mengusap pelan lututnya yang sama sekali tidak berdarah
Pria berambut merah tadi melirik, dia terlihat sedikit bingung
"Kau baik baik saja?" tanyanya
"Tidak, aku tak baik baik saja" respon Yoora, tanpa menoleh ke lawan bicara
"Galak" celetuk si pria
Merasa terhina, Yoora menoleh ke arah pria itu. Sedetik kemudian mulutnya terbuka saking terkejut
"Das..."
"HAN SHINWU!!!" Yoora pekak berteriak. Pria itu menutup telinga kuat kuat
"Berisik!" dia protes lantas menatap gemas Yoora
"Kenapa kau ada di sini?!" Yoora bertanya dengan mata bulat. Seperti burung hantu...
"Untuk apa kau bertanya? Ya untuk sekolah lha"
"Maksudku apa yang kau-AKH! KENAPA AKU ADA DI SINI?!"
"Eh?"
----------------------------------------
"Aku pasti sudah gila!" gumam Yoora menggema di dalam bilik toilet yang tengah dihuninya
Ya. Yoora tengah berada di dalam salah satu bilik toilet yang berada di sekolahnya ah tidak! Ini bukan sekolahnya ini, SMA Ye Ran.
Yoora terus berpikir keras. Kenapa dia ada di sini? Apa ini mimpi?
Atau nyata?
Tak masuk akal pikir Yoora, "Tidak ini pasti mimpi" membuatnya terkekeh kemudian
"Yoora! Yoora!! Kau baik baik saja?! Yoora!!!" tiba tiba suara Perempuan berteriak dari luar bilik toilet nyaring terdengar
"Yoora!! Kumohon jawablah!! Apa kau baik baik saja? " dari suara yang terdengar sepertinya ada dua perempuan yang memanggil manggil namanya.
"Yoora.. "gumam Yoora menyebut namanya sendiri. Darimana mereka tahu namanya? Kenapa mereka bersikap seakan mereka kenal dirinya?
Kedua perempuan tadi terus menerus mengetuk pintu dengan keras, hingga menimbulkan suara gaduh yang teramat sangat berisik ditelinga.
Terganggu, Yoora pun membuka pintu baru saja dibuka kedua perempuan tersebut berhambur memeluk Yoora
"Ya Tuhan Yoora! Apa kau tahu seberapa khawatir kami?!.." teriak gadis berambut biru
Im Sui?!
"Aku tahu nilaimu anjlok tapi tidak seharusnya kau mengunci diri di toilet seperti ini" kali ini perempuan berambut coklat yang bicara. Dia berbicara sambil menangis
"Yuna?! Eh tunggu anjlok? Nilaiku apa?!" awalnya Yoora ingin terkejut akan siapa para perempuan di depannya saat ini,
Tapi mendengar kata 'Nilai Anjlok' jauh lebih menarik perhatian...ah tidak! Lebih tepatnya jantungnya.
"APA! NILAIKU ANJLOK?! KALIAN YANG BENAR?!! " teriak Yoora sekeras mungkin. Seraya mendorong Sui dan Yuna
"Mm... Iya. Nilaimu anjlok" ungkap Yuna sedikit pelan dengan ekspresi sedih
"Tidak usah khawatir Yoora! Aku sudah membeli jawaban soal untuk ujian nanti! Kita bisa menyalin nya bersama!" Sui penuh semangat
Yang segera dibantah Yoora, segera kakinya berlari keluar dari toilet, "TIDAK! Nilaiku tak mungkin anjlok! dan contekan? Ha!! Itu hanya ada di mimpiku! Tidak!! Aku bahkan tidak pernah memimpikannya!!"
Di depan toilet sudah ada dua orang lain. Shinwu si murid yang tadi menemani Yoora menjalani masa hukumannya dan yang satunya. Yoora mengenalnya dalam komik.
"Ikhan... " itulah namanya. Yoora menoleh ke arahnya
"AH! Yoora! Akhirnya kau keluar! syukurlah" leganya seraya mengelus dada.
Sementara itu..
"Ikhan tidakkah kau merasa ada yang aneh dengan Yoora?" heran shinwu, nada bicaranya sedikit berbisik
Shinwu berbisik dengan cukup keras jadi Yoora dapat mendengarnya
"Begitukah? Hmm..." Ikhan menanggapi Shinwu sambil memperhatikan Yoora dari sepatunya hingga kepala.
Yoora lumayan risih, wajahnya datar. "Apa apaan ini"
"Aku rasa dia tak berubah sama sekali" Ikhan menggeleng tapi tak lama ia memekik lantas menepuk kedua tangannya, "AH! Aku tahu!"
Yoora mengangkat satu alisnya, Apa?
"Sepatunya! Dia memakai sepatu baru!!" sembari menjentikkan jari, Ikhan bicara dengan percaya diri
Shinwu terdiam, "Bukan begitu maksudku... "
"Sudahlah. Kenapa kalian tak bisa melihatnya.. " Shinwu menggeleng kepala
"Memangnya apa yang salah dengan Yoora? " Ikhan yang masih dalam keadaan bingung pun bertanya
"Dia... OH BRO TAO!!"
TBC
Hai! SAYA UPDATE!
Silahkan Comment bila ada typo atau kesalahan lain nya
Silahkan Vote bila menikmati
Adios
KAMU SEDANG MEMBACA
Lost In The World Of Noblesse
Fanfiction[TAMAT] Yoora hanya seorang gadis SMA biasa bahkan hidupnya terkesan biasa saja. namun semuanya berubah ketika dia tak sengaja mengunjungi sebuah situs web misterius lewat ponsel milik kakaknya. tiba tiba dia masuk ke dalam sebuah dunia manhwa NOBLE...
