Chapter 52

388 59 1
                                        

Happy Reading

CPLAS

Suara sol sepatu yang beradu dengan air saling sahut menyahut. Belum lagi suara deburan ombak yang kian tinggi, seperti akan pasang

Frankenstein, Muzaka dan M-21 yang berada ditengah laut harus mempercepat lompatan mereka, agar sebisa mungkin melewati lautan sebelum hal yang ditakutkan terjadi, pasalnya air laut takkan aman untuk dijadikan pijakan saat pasang, airnya jadi tak stabil

"Kenapa kita tak naik helikopter saja?" protes Yoora yang tengah berada dalam gendongan M-21

"Lalu menarik perhatian musuh?" sahut Frankenstein, sarkasme

"Cih" Yoora berdecih seraya memaling kan wajah

"Hei, kau bahkan tak melakukan apapun" Muzaka ikut sebal melihat kelakuan Yoora yang tak tahu malu

Selepasnya tak ada yang bicara lagi, perjalanan menuju lab milik 'Yoora' dihabiskan dengan lamunan masing masing

Seperti Muzaka yang melamunkan mendiang putrinya, Ashleen

Lalu M-21 yang memikirkan nasib kawan kawannya di Lukedonia dan ia juga merasa heran, mengapa dia yang harus menggendong Yoora?

Sedangkan Frankenstein dan Yoora merenungkan permasalahan yang sama. 'Yoora' dan tujuannya.

Hingga tanpa terasa kaki mereka sudah memijaki daratan. Perlu waktu yang cukup ekstra untuk bisa sampai ke rumah milik Frankenstein.

Saat matahari mulai naik diufuk timur barulah sekumpulan makhluk hidup itu sampai ditujuan.

Perkiraan Frankenstein salah, tak ada satupun bangsawan atau musuh lain nya yang mengintai, yang ada hanya keadaan rumah yang sepi

"Sudah kubilang, lebih baik kita naik helikopter saja" ujar Yoora, berceloteh

"Berisik" suara Frankenstein teredam gemerutukkan gigi.

Muzaka mendekati Frankenstein yang masih beradu mata dengan Yoora

"Apa kita akan melompati pagar?" ucapnya setelah jarak diperpendek

"Tidak. Ayo kepagar belakang" ajak Frankenstein menyudahi perdebatan dan mengajak kelompok nya untuk menerobos dari tempat yang menurutnya aman.

Benar saja, pagar belakang terlihat rimbun tertutup tanaman liar yang bercabang belum lagi lumut yang menempel

"Oh my... Kapan terakhir kali kau membersihkan nya?" oceh Yoora seraya melirik sang pemilik rumah

"Ini cuma kamuflase, sialan" umpat Frankenstein sambil meraba raba tembok penuh lumut didepan nya. Tak lama dentingan terdengar

TING

Pagar tembok yang mulanya utuh kini terbelah dua, membuka jalan rahasia didalamnya. Jalan menuju lab bawah tanah milik Frankenstein

"Jalan ini langsung menuju labku" Frankenstein mengarahkan telunjuk

"Tunggu! Kalau begitu, kenapa kau tak menyuruhku untuk lewat jalan ini, saat mengambil ponselnya!" jari Muzaka berputar disekitaran tembok dan Yoora

Lost In The World Of NoblesseCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang