Happy Reading
"Lalu, kau mau aku melakukan apa?!"
"PAK KEPSEK!!! DENGARKAN AKU!"
Yoora tak bisa menahan amarah nya, ia ingat chapter ini dengan jelas. Tapi, permasalahan ini kembali terulang
TAK ADA YANG MEMPERCAYAI NYA
Yoora mengacak poni nya, frustasi.
"Nona Yoora, kau harus tenang" Karius berusaha menenangkan suasana.
"Diam kau!!!" Yoora dan Frankenstein membentak nya bersamaan
"O.. Oke..." Karius mundur perlahan
Ajang perdebatan ini dimulai semenjak Tao melaporkan situasi terbaru.
Frankenstein dan Yoora langsung berdebat mengenai hal yang tak dapat Karius atau yang lain nya pahami
"Tuan bisa saja terluka!!!"
"akan ada MUZAKA!!!"
"jangan bodoh! Mana mungkin makhluk itu menolong tuanku!!!"
"Raizel itu teman nya!!"
"Bukankah kalian harus berhenti? Yang lain mungkin sedang tertimpa masalah" M-21 berusaha melerai, memisahkan kedua nya
Takio ikut membantu, dirinya menarik lengan Yoora. Memberi jarak
"Aku tahu itu!!"
"Kalau kau tahu seharusnya kau berhati hati dengan konsekuensi nya!!"
Kedua makhluk itu memang sudah dipisahkan, tapi mulut mereka masih beradu. M-21 melirik Takio, memberi kode untuk menutup mulut Yoora
Takio mengangguk sedangkan Tao yang kini tengah sibuk dengan laptop, ponsel dan beberapa tab hanya bisa melenguh panjang
"Mereka bertengkar disaat yang tidak tepat" sungut nya
Takio hendak membekap mulut Yoora, tapi gadis itu berteriak lebih dulu, membuat telinga nya sakit berdenging
"AKU TAHU AKIBAT NYA!!! INI BARU PERMULAAN!! KAU HARUS IKUT AKU KE LUKEDONIA!!! KALAU TIDAK...."
Suara Yoora tercekat, dengingan itu kembali. Bayang bayang akan Sena yang memperingati nya akan spoiler muncul kembali
"kau mau membicarakan perihal itu lagi?.."
"tenanglah. Aku akan membantumu tapi sekarang bukan saat nya"
"Tao, pergilah lebih dulu. Aku akan menyusul dengan Seira dan Karius"tepat setelah mengatakan itu Frankenstein pergi
Orang dibelakang hanya bisa menatap punggung nya yang kini sudah menghilang dibalik pintu. Aura kekesalan secara jelas terpancar
"Dia benar benar marah" gumam Takio
"Itu pasti karena dirinya khawatir akan tuan Raizel. Jadi, nona Yoora jangan terlalu dipikir kan ya" seraya menepuk nepuk pundak Yoora, Karius bicara.
Yoora berdecih. Bisa bisanya Karius bicara seperti itu. Menenangkan? Yang benar saja!
Tao hendakmenyusul Frankenstein, sayang nya Yoora lebih dulu menahan nya.
"Kau pernah ke Lukedonia bukan?" tanya nya. mencegat Tao
"Yoora, aku sedang buru buru" Tao tak mau menjawab
"Kalau memang terburu buru, berikan saja alat yang bisa menuntunku kesana!" Yoora tak mau kalah
"Apa yang membuatmu begitu ingin kesana? Kita harus membantu yang lain" Takio sekarang berada dipihak Tao
"Kalau aku bisa mengatakan nya, seharusnya bisa kukatakan dari tadi!! kumohon, berikan saja!" Yoora merengek
"Aku akan mengantarmu kesana" tawar Seira
Yoora dibuat gembira bukan main. Ia hendak menghampiri Seira disaat suara Frankenstein menggema didalam lab
"Jangan antar dia kemana mana. Tao! berikan saja apa yang di inginkan nya. Biarkan dia melakukan apapun sesuka nya"
-------------------------------------------
Pip Pip Pip
Alat itu kembali berbunyi. Sebuah cip kecil yang akan berbunyi tiap si pemilik salah mengambil arah.
Sayang nya si pemilik tak lain dan tak bukan. Yoora.
Ini sudah yang ke-40 kali nya alat itu berbunyi. Tapi, itu bukan murni kesalahan Yoora
Bagaimana tidak?! Jalan menuju Lukedonia hanya berisi laut!!! Jadi jangan salahkan ia kalau kalau tersesat
"apa yang harus kulakukan? kalau seperti ini terus, aku akan terlambat!" frustasi Yoora seraya mengembung kan pipi nya
"didalam Manhwa-Nya tak begitu banyak penjelasan atau gambar jalan menuju Luke-"
Sebuah pemikiran terbesit dikepala nya.
"Pada beberapa chapter dijelaskan kalau tentara angkatan laut Union sering mengawasi tempat itu, tapi kalau tak salah Ludas sudah menghancurkan hampir separuh nya...." Yoora kembali dibuat dongkol
Sekarang ia harus bagaimana. Sejujur ia menyadari satu hal, dari chapter ini menuju tertidur nya Lazark masih cukup jauh. Dirinya akui
"Aku labil" gumam nya, seraya mengenang kembali hari dimana Ia dan sahabat nya, Nami bertengkar lalu Sena yang mengatai nya labil
Sekarang Yoora menyadari nya ia adalah orang yang labil, egois, pembangkang, dan ceroboh.
kalau saja ia mendengarkan kata kata Sena untuk tidak membuka pesan itu pasti, kebingungan tanpa akhir ini tak akan terjadi dan ia tak akan terluka sepanjang hari
Meskipun, begitu. Jikalau diberi kesempatan kedua dirinya akan tetap memilih pilihan yang sama. memasuki dunia ini menjadikan lukisan kehidupan nya berwarna
Bertemu para pria tampan hanya bonus, tapi melihat interaksi mereka secara hidup itu angpao
Disaat Yoora sibuk dengan pikiran nya sebuah sekelabatan kuning melewati nya dengan cepat
"Yoora?"
TBC
Hai! Saya Update!
Silahkan Comment bila terdapat typo atau kesalahan lain nya
Silahkan Vote bila menghibur
Adios
KAMU SEDANG MEMBACA
Lost In The World Of Noblesse
Fanfiction[TAMAT] Yoora hanya seorang gadis SMA biasa bahkan hidupnya terkesan biasa saja. namun semuanya berubah ketika dia tak sengaja mengunjungi sebuah situs web misterius lewat ponsel milik kakaknya. tiba tiba dia masuk ke dalam sebuah dunia manhwa NOBLE...
