Chapter 31

679 115 15
                                        

Happy Reading

"MEREKA SUDAH SAMPAI"

Rael berteriak dengan keras tanpa mempedulikan tatak krama bangsawan nya

Lascrea bangkit dari singgasana hendak menghampiri Rael. Tapi, Frankenstein menahan nya

"Lord. Sesuai rencana" Frankenstein mengingatkan

Lascrea terhenyak sejenak, sedetik kemudian

"Kalian semua, ikuti rencana Frankenstein! Apapun itu!" titah Lascrea penuh wibawa

Mendengar perintah sang Lord otomatis para kepala keluarga membungkuk memberi hormat sembari mengucapkan

"Yes, My Lord"

Secara serempak

"Baiklah. Komando sekarang ada ditanganku." Frankenstein mulai memberikan panduan

-0o0-

Siang itu langit Seoul dipenuhi awan hitam pekat, membawa berton ton air yang dapat menguyur kapan saja. Sesekali angin menyapa, menerpa rambut Yoora yang tengah berdiri dibalkon.

Si gadis tak begitu mempedulikan hal itu, ia terlanjur jatuh kedalam lamunan

'Apa yang terjadi setelah pertarungan di Lukedonia, ya?? Akh! Dokter Aris? Benar! M-21 akan bertarung dengan Yuri'

'Tidak! Sekarang bukan waktunya. Yang utama sekarang adalah kemenangan. Frankenstein harus membawa kemenangan, apapun yang terjadi!'

'Raizel harus bertahan!'

"RAIZEL!"

Yoora terperanjat. Ia dibuat terkejut bukan main saat melihat Raizel disamping nya dengan tangan yang terulur

Saking terkejutnya, nafas Yoora tersekal

"Ra Raizel! Apa yang kau lakukan disini?" heran Yoora sembari membetulkan ekspresi nya

"Aku ingin menemui temanku" tutur Raizel lalu menarik tangan, kembali ke tempat.

"Te teman? Siapa?" Yoora kembali bertanya.

"Muzaka" singkat padat jelas. Seperti biasa, Raizel

"Dia tidak ikut liburan dengan anak anak" Raizel menambahkan

Tergelak. Yoora menatap pria di depan nya tak percaya.Dia! Iya! Yoora baru saja mendapatkan sebuah ide!

"Baiklah! Aku ikut!"

Raizel memang baik hati, Ia langsung mengabulkan permintaan Yoora tanpa syarat atau bayaran. Bukti nya! Muzaka kini berada di depan nya

"Oh~ Kau anak muda yang waktu itu!" ingat nya

"Ah.. Begitulah" Yoora menggaruk tengkuk. Canggung

Muzaka melirik Raizel, kemudian mendekatinya dan berbisik. Tak bisa disebut bisikan, karena terdengar seperti teriakkan

"Raizel! Bukankah kau bilang untuk bertemu berdua saja? Kenapa kau bawa dia? Apa ini perintah anak buahmu, Frankenstein? Kalau aku mengamuk dan menyerangmu dia yang akan melaporkanku? Tidak usah khawatir! Aku sudah memakan obat" Muzaka berceloteh panjang lebar

Yoora dibuat jengah mendengarnya, kadang Yoora merasa janggal.

Bagaimana bisa pria sebaik Raizel berteman dengan makhluk 'ajaib' seperti Frankenstein dan Muzaka? Ah! Si Lord terdahulu juga termasuk!

Lost In The World Of NoblesseCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang