Sudah beberapa waktu lalu Akimaru mengirimkan foto hasil lukisannya pada Lucy. Namun Yura bingung. Seberapa spesialnya Lucy bagi Akimaru? Dia seperti merasa tersaingi.
"Ne, Kimaru. Kenapa kau kirimkan hasil foto lukisanmu pada dia?" Tanya Yura penasaran.
"Kenapa? Apa kau penasaran?" Akimaru balik bertanya pada sahabatnya itu.
Yura mengangguk. Dia mengambil bangku yang ada di dekatnya, dan mendudukinya. Bagaikan seorang anak kecil yang ingin di dongengi...Yura sudah siap untuk mendengarkan alasan dari Akimaru.
"Bagiku~ dia orang yang spesial"
Bak di sambar petir, gadis yang sejak tadi ingin mendengarkan alasan dari sahabatnya itu jadi tidak bersemangat lagi untuk melanjutkannya. Tapi dia masih penasaran untuk ucapan yang terlontar dari mulut Akimaru.
"Dia sudah seperti sosok kakak bagiku. Kemarin saja~~ dia menasihatiku banyak hal. Aku kagum pada sosoknya itu. Walau dia kekasih dari kakakku. Tapi dia sudah kuterima, menjadi calon kakak iparku. Sama seperti Saki Nee-Cha," sambung Akimaru memberi tahu alasan dari kegiatan yang dilakukan olehnya tadi.
Yura kini sedang melamun. Ia larut pada pikirannya sendiri. Bahkan dia sedang menunduk, untuk merenungkan ucapan Akimaru.
Padahal pemuda itu sudah berceloteh panjang lebar, namun sahabatnya malah melamun tidak jelas.
"Hey. Kenapa kau melamun, hm?" Akimaru menyentil dahi Yura. Ia heran dengan sahabatnya itu. Dia bercerita, tapi malah dicuekin.
"A-aku tidak melamun kok," elak Yura saat Akimaru nelontarkan pertanyaan padanya.
"Benarkah? Buktinya saat aku bercerita tadi, kau hanya melamun saja. Kemana pikiranmu itu, Yura?"
"Pikiranku sedang terbang dengan sesuatu yang tak masuk akal mengenai dirimu"
Akimaru langsung terdiam saat Yura berkata. Dia bungkam dan tak bersura. Sedangkan sahabatnya itu menutup mulutnya, karena tidak sengaja keceplosan mengucapkan hal yang berkaitan dengan Akimaru.
Tak mau berdiam diri saja akibat malu, Yura-pun langsung lari keluar dari ruang galeri. Sementara Akimaru...dia hanya melihat kepergian sang sahabat melalui ujung matanya.
"Apa maksudnya tadi?" Gumam Akimaru merasa bingung.
Di lain sisi...terlihat jelas Yura yang berusaha kabur dari hadapan Akimaru. Sekarang pikirannya sedang merutuki setiap ucapan yang keluar dari mulutnya. Kenapa dia mengeluarkan perkataan yang begitu ambigu, hingga dirinya sendiri-pun juga ikut bingung?
Dia...cemburu dengan kekasih dari kakaknya Akimaru? Yang benar saja. Tidak mungkin, pikiran macam apa yang memasuki otaknya itu.
"Apa yang telah aku lakukan?" Rutuknya dalam benak kekalutan.
***
Jarum jam kini telah berputar, hingga menyisakan suaranya saja. Langit pagi berubah menjadi siang. Bahkan awan putih berganti menjadi kelabu.
Susana mendung mengiringi kepulangan murid-murid Junior High School ini. Semilir udara yang dingin, membuat bulu kuduk siapa saja menjadi merinding.
Derap langkah kaki memenuhi koridor sekolah. Mereka berlomba-lomba pulang kerumah masing-masing, untuk menghindari hujan yang akan segera turun membasahi bumi.
Tes
Satu bulir air hujan, kini mengenai tangan gadis bersuari biru tua ini.
"Hujan," Ia tatap langit kelabu yang banyak menjatuhkan tetesan hujan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rahasia Cinta Ku
Teen FictionLucy Hiyugasha. Seorang anak perempuan yang terlahir dari keluarga petarung yang sangat terkenal di Jepang dengan kekuatan bertarung yang sangat luar biasa. Lucy mewarisi sifat seperti para leluhurnya yang sangat suka bertarung untuk kebenaran. Mun...
