Lucy Hiyugasha. Seorang anak perempuan yang terlahir dari keluarga petarung yang sangat terkenal di Jepang dengan kekuatan bertarung yang sangat luar biasa.
Lucy mewarisi sifat seperti para leluhurnya yang sangat suka bertarung untuk kebenaran. Mun...
Setelah kemarin Lucy dan Izanami mengobrol lewat fia chat. Akhirnya, mereka memutuskan untuk bertemu di sebuah Cafe. Dan di sinilah Lucy berada.
*Cafe Lilion 🍰☕
Lucy duduk disebuah kursi dekat jendela sambil memandang ke luar jendela. Tatapannnya kosong, seakan-akan beban berat sedang dia pikul. Di temani dengan secangkir kopi hangat, sudah lengkap rasanya jika beban itu dia salurkan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Terus saja Lucy menatap ke luar jendela. Hingga, suara lonceng pintu cafe berbunyi. Terlihat seorang perempuan yang sudah dari tadi Lucy tunggu.
Dengan pakaian sweater polos warna putih, rok hitam di atas lutut, dan selendang orange dengan garis-garis di bagian sudutnya yang disampirkan dilengannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Anggep aja latarnya di sebuah cafe ya guys).
Akhirnya, perempuan itu menghampiri meja yang di tempati oleh Lucy. Dia mengambil posisi duduk di depan Lucy.
"Gomen Lucy, aku terlambat. Pasti kau sudah menunggu dari tadi," ucap Izanami dengan penuh sesal.
"Tidak apa. Aku juga baru datang kok," kata Lucy sambil tersenyum palsu. Seakan, dia menutupi semua bebannya selama ini.
"Jadi, ada apa sampai kau memintaku untuk menemuimu? Apa ada masalah lagi?" tanya Izanami to the point.
"Aku akan pindah," ucap Lucy lirih.
"Dan orang tuaku memintamu untuk ikut pindah," lanjutnya.
"Pi...pindah. kenapa?" tanya Izanami dengan raut wajah bingung.
Lucy langsung menceritakan semua yang sudah di bicarakan dengan orang tuanya tadi malam ke Izanami. Genangan air mata, sudah memenuhi pelupuk matanya. Begitu susah dia sembunyikan dari sahabatnya ini. Perlahan, genangan air mata itu tumpah di pipinya seraya dengan cerita yang dia ucapkan.
"Jadi kumohon Izanami. Ikutlah denganku untuk pindah ke Tokyo," dengan suara yang sedikit bergetar, Lucy mengucapkannya untuk memohon pada sahabatnya ini.