"Tadaima~~" ucap Takahra sambil membuka pintu rumahnya.
Mereka memasuki rumah keluarga Hiyugasha. Memang, rumah ini terlihat khas sekali. Karena model rumah ini menggunakan arsitektur tradisional Jepang. Dari semua rumah yang berdekatan dengannya, terdapat sedikit perbedaan pada arsitektur bangunannya. Ada yang yang bergaya minimalis, bergaya Eropa dan lain-lain.
"Ne..Nii-chan. Jadi kau selama ini tinggal di rumah sendirian, setelah Baa-chan meninggal," tanya Lucy dengan lirih.
Takahara yang sedang membantu memasukan barang ke dalam rumahpun, menghentikan kegiatannya. Dia menoleh kebelakang, dan memandang Lucy yang sudah diam dengan kepala tertunduk.
"Huh~" Takahara menghela nafas sejenak.
"Kalau iya, kenapa?" tanya Takahara kemabali.
"Ma-maksud—"
"Sudahlah, jangan salahkan dirimu atas masalah diriku. Kematian Baa-chan membuatku sadar. Betapa berharganya, pelajaran yang kudapatkan darinya untukku sekarang ink. Percayalah!! semuanya baik-baik saja," ujar Takahara sambil menepuk kepala Lucy pelan.
"Bukan itu maksudku," elak Lucy membenarkan.
"Lalu?" tanya Takahara bingung.
"Apa kau tidak takut tidur sendirian di rumah, pasca kematian Baa-chan?" tanya Lucy sambil memperlihatkan seringai jahilnya.
Takhara yang awalnya memperlihatkan senyum manis, kini berubah menjadi muka yang masam.
"Kau ini. LUCYYYY," geram Takahara kesal sambil melempar tas ke arah Lucy.
Jelalahnya, Izanami yang sedang menghampiri Lucy malah kena timpuk tas yang Takahara lempar.
"Itai," ringis Izanami pelan sambil memegang kepala yang tadi Takahara lempar pakai tas.
Lucy dan Takahara yang melihat Izanami kena timpuk tas, langsung menghampirinya dengan sejuta pertanyaan.
"Apa ada yang sakit? Apa ada yang luka?" tanya Lucy beruntun.
"Apa ada yang benjol?" tanya Takahara dengan panik sambil memegang kepala Izanami.
Tunggu. Pertanyaan dari Takahara, membuat Izanami jengkel. Tanpa basa basi. Izanami langsung mencengkram tangan Takahara yang memegang kepalanya.
"NII-CHANNN. kau ini," geram Izanami sambil memberikan tatapan membunuh pada Takahara.
"Habis aku," batin Takahara yang mulai memberikan peringatan bahaya.
Bug...kedebuk...gabruk...plak
Izanami melenggang pergi setelah puas memukuli Takahara.
"Uhuk" Takahara sudah terkapar dengan beberapa benjol besar di kepalanya.
"Ne, Nii-chan tahu tidak. Kalo Izanami itu setara denganku," bisik Lucy pelan.
"Maksudmu?" Takahara mengangkat sebelah alisnya.
"Dia itu sudah memiliki sabuk hitam dalam Karate, dan Judo. Bahkan, dia juga lihai dalam memainkan Kendo loh. Jadi...ya, pokoknya kau harus hati-hati kalau mau mengerjai dia ya," bisik Lucy sambil terkik geli.
"Suram kali hidupku ini. Sudah ada satu singa betina, sekarang ada satu serigala malam. Habis sudah hidupku," batin Takahara denga memperlihatkan muka pucat karena ketakutan yang hakikih.
Kesal? Tidak. Takahara tidak kesal. Takut? Itu sudah pasti. Bagaimana tidak. Ke dua adiknya itu sama menakutkannya dengan nenek mereka. Memang sih, kekuatannya untuk kebaikan. Tapi siapa sih yang tidak lupa kejadian 12 tahun yang lalu, sebelum Lucy pindah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rahasia Cinta Ku
Teen FictionLucy Hiyugasha. Seorang anak perempuan yang terlahir dari keluarga petarung yang sangat terkenal di Jepang dengan kekuatan bertarung yang sangat luar biasa. Lucy mewarisi sifat seperti para leluhurnya yang sangat suka bertarung untuk kebenaran. Mun...
