"Kau masih ingat janjiku kan, Cy-chan?" tanya Shura.
"Ya, aku mengingatnya. Tapi...kau—" terpotong. Perkataan Lucy benar-benar tepotong.
"Tunggu saja. Pasti kita akan bertemu"
Perlahan, Shura jalan menjauh dari sisi Lucy.
"Hey, tunggu. Kau belum memberi tahuku, dimana sekarang kau berada!!" teriak Lucy.
Krinngggg...
"Bugh" Lucy melempar jam weker yang tidak bersalah itu dengan bantal tidurnya.
"Jam weker sialan. Padahal aku sedang menunggu jawaban dari Shura-kun," teriak Lucy.
"Tunggu. Jam berapa sekrang?" Lucy melihat jam yang terpasang di dinding. Disana, tertera sudah pukul 05.45
"Astaga. Aku bangun kesiangan," Lucy langsung loncat dari atas tempat tidurnya. Tak lupa, dia langsung menyabar handuk dan menuju kamar mandi.
Setelah 10 menit, Lucy keluar dari kamar mandi. Dia terliahat segar dari sebelumnya. Yang pasti, karena habis mandi. Setelah itu, dia mengganti pakaian dengan menggunakan seragam sekolah baru yang tadi malam ibunya berikan. Dia lihat penampilannya pada cermin meja rias. "Sudah siap," seru Lucy. Tiba-tiba....
"Brak" Pintu kamar Lucy di banting oleh Takahara.
"Woy, cepetan!! Pake baju aja lama. Kasihan, Izanami sudah menunggumu dari tadi tahu," kata Takahara santai. Seakan dia tidak melakukann kesalahan.
"Wah, ngajak ribut nih orang," batin Lucy kesal. Tampak perempatan di dahinnya. Dia ambil ancang-ancang. 1...2...3...dan...
"DASAR ANIKI BAKA"
Deg
Teriakan Lucy, membuat Takahara terpental keluar dari kamarnya dan menabrak dinding. Takahara langsung terjatuh tak berdaya, akibat teriakannya itu.
"Hey, Lucy. Kau membuatku pengeng tau," protes Takahara sambil memegang kupingnnya yang terasa pengeng.
"Huh, rasain. Lagian, kaya gak tau cewek kaya gimana aja," dengus Lucy.
"Abis kau terlewat lama sih," gerutu Takahara.
"Udah, ah. Aku mau ke bawah dulu. Bay bay Aniki," ujar Lucy meninggalkan Takahara yang masih terkapar dilantai akibat ulahnya.
Takahara meliahat punggung adiknya yang pergi meninggalkannya dengan raut yang ceria.
"Hah~ benar-benar. Kupingku bisa budek, kalo dia teriak terus," batin Takahara sambil geleng-geleng kepala.***
"Ohayo ma, pa. Izanami," sapa Lucy saat melihat mereka bertiga sudah ada di meja makan.
"Ohayo Lucy," seru mereka bertiga.
"Ayo cepat makan. Nanti kau terlambat," perintah Sahara saat meliahat Lucy mendekati meja makan.
"Haik," ucap Lucy sambil menuangkan makanan ke dalam piringnya.
"Oh, ya Lucy. Nanti, kau Papa antar ke sekolah. Soalnya, kantor dan sekolahmu searah," kata Hiashi sambil menyeruput kopi hitamnya.
"Baiklah," gumam Lucy.
◇◇◇
"Kau sudah siap Lucy?" tanya Izanami sambil melihat Lucy yang sedang mengikat tali sepatunya.
"Sudah kok," jawab Lucy yang sudah siap.
Lucy dan Izanami langsung masuk ke dalam mobil Mercedes Braz berwarna
abu-abu monyet

KAMU SEDANG MEMBACA
Rahasia Cinta Ku
Teen FictionLucy Hiyugasha. Seorang anak perempuan yang terlahir dari keluarga petarung yang sangat terkenal di Jepang dengan kekuatan bertarung yang sangat luar biasa. Lucy mewarisi sifat seperti para leluhurnya yang sangat suka bertarung untuk kebenaran. Mun...