Akhirnya aku menemukan mu

22 4 0
                                    

Lucy terlonjak kaget saat ada yang memanggil nama kecilnya dulu. Setaunya, nama itu hanya di ketahui oleh sahabat-sahabatnya dan Shura-Kun saja. Lucy langsung mendongakan wajahnya dan sedikit terbelak, saat tau yang memanggilnya adalah Ashura-Senpai.

Ashura langsung mengeluarkan kalung yang selama ini menggantung di lehernya. Dia satukan kalung itu, dan benar saja. Pola yin dan yang itu tercipta. Kalung yang selama ini mengikat mereka dalam hubungan yang sangat jauh.

"Shura-kun," sebut Lucy spontan saat kalung itu tersambung. Binar kerinduan itu telihat dalam tatapan sang gadis. Setetes liquid keluar dari iris matanya yang teduh dan penuh ketenangan.

"Akhirnya aku menemukanmu. Cy-Chan, sahabat kecilku," Ashura langsung menghapus setiap tetes air mata yang berusaha membasahi pipi Lucy tanpa seizinnya.

"Jangan menangis Cy-Chan, nanti cantikmu hilang," lirihnya dengan penuh kehangatan.

"Bagaimana...hiks...aku tidak menagis...hiks...kau hadir...disaat yang tidak tepat...hiks..." Lucy semakin terisak disaat mendengar ucapaan orang yang selama ini membuatnya bimbang.

"Aku..."

Kringgg...

Bel yang membuat Lucy jengkel. Di saat dia bertemu sahabat kecilnya atau bisa di bilang...cinta pertamanya yang tak lama bertemu.

"Sthh, jangan di sini. Nanti sepulang sekolah, aku akan menjemputmu. Kita akan bermain dengan puas ditaman yang waktu itu. Kau masih ingat?" Ashura langsung menempelkan jari telunjuknya di bibir ranum Lucy, hingga membuat sahabat kecilnya itu hanya mengaguk saja saat dia diberi pertanyaan.

"Sudah, sudah. Ayo Lucy, kita masuk ke kelas. Jika tidak, Sensei akan marah dengan kita," Izanami melerai adegan sahabatnya dan langsung memisahkannya. Jika tidak...mereka tidak akan pernah berpisah.

"Ne, Indra-Kun. Kami pergi dulu. Jaa na," Saki langsung berpamitan dengan pacarnya itu dan langsung mendorong Lucy agar ia tidak melihat ke belakang.

Sementara Ashura hanya menatap sendu Lucy, karena tidak terima harus di pisahkan. Kalung kucing milik Lucy masih ada di genggamannya.

Ia tatap kalung itu dengan dalam dan penuh penghayatan. Seutas senyum terlihat di bibirnya. Senyum yang selama ini tersimpan hanya untuk Cy-Chan seorang.

"Indra, aku berhasil menemukan Cy-Chan. Akhirnya aku menemukannya," gumamnya yang masih menatap kalung itu.

"Iya, aku mengerti. Sekarang simpan kalung itu, dan kita harus cepat pergi. Jika tidak, Seiya-Sensei akan marah dengan kita," Indra berusaha menyadarkan sahabatnya itu dari lamunan yang tak terpatahkan. Namun sahabatnya itu hanya mengangguk paham, hingga Indra harus mendengus pasrah dan menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah laku sahabatnya.

Di kejahuan, duo cabai rawit itu mulai mendengus marah saat dugaan dan terkaan mereka benar-benar terjadi.

"Ini tidak boleh tejadi. Mereka tidak boleh bahagia. Jika aku menderita, mereka harus ikut menderita. Kenapa seperti ini? Aku sudah berupaya memisahkan mereka dengan beberapa jebakanku. Kenapa sekarang mereka semakin dekat saja?" Karin mulai meracau dengan beberapa umpatan keluar dari mulutnya.

"Ya...mereka harus sengsara. Harus...lebih menderita dari ku...hihi," Karin mulai menggila dengan pikirannya sendiri.

Sedangkan Okudera? Dia hanya tersenyum puas. Rencananya berhasil, hingga membuat Karin benar-benar tergila-gila dengan Ashura hingga setengah gila. Dia membuat sahabatnya menjadi boneka yang di kendalikan oleh jari jemari lentiknya, hingga kewarasnnya jadi taruhannya. Sadis sekali.

Rahasia Cinta KuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang