Pertunangan yang tiba-tiba

31 5 0
                                    

Masih di akhir pekan, namun di beda tempat. Kediaman Sukohara dan Uchiwa di gegerkan dengan acara pertunangan yang tiba-tiba. Memang mereka di beritahu akan ada acara keluarga. Namun Saki dan Akina tidak mengetahui akan ada pertunangan.

Di Kediaman Uchiwa...

"Naniii?" Akina terkejut dengan perkataan kedua orang tuanya.

"Kenapa Akina? Apa kau tidak mau?" Tanya Akira (ibu dari Akina) saat melihat keterkejutan di wajah putrinya.

"Kau itu akan kami tunangkan dengan anak dari sahabat baikku. Saharusnya kau bersyukur," ucap Naratsu (ayah dari Akina) sembari memakan camilan yang di siapkan di atas meja kaca.

"Bukan begitu. Tapi masalahnya, kenapa begitu tiba-tiba? Dan akukan masih terlalu muda untuk menikah," cicit Akina tidak terima.

"Ayolah putriku. Kau ini satu-satunya harapanku. Kami ingin melihatmu bersanding di atas pelaminan. Tak apa walau bertunangan saja, dan menikahnya nanti. Kami janji akan memberimu waktu untuk berkenalan dengan putra sahabatku. Ayolah..." mohon Naratsu sambil memasang pupy eyes. Bak anak kecil, sang ayah malah tak meberikan sosok yang berwibawa.

Bugh

Sebuah jitakan mendarat di kepala Naratsu. Dia merasa jijik, jika meliahat sang suami bertingkah seperti anak kecil.

"Kau ini Anata. Kita ini sedang serius. Kau malah mengeluarkan sikap anak kecilmu. Kemana sosok yang selama ini tegas dalam persidangan, hah?" cecar Akira apada sang suami.

"Baik, baik. Aku akan tegas," ucap Naratsu pasrah saat melihat kemarahan istrinya itu. Memang semua laki-laki itu salah, perempuanlah yang selalu benar.

"Akina, dengarkan Kaa-san. Kami tahu, kau memang terpaksa mengikutinya. Namun perjodohan ini, sudah kami janjikan semenjak masa SMA. Kaa-San dan ibunya sudah bersahabat semenjak SMA. Dia dari keluarga yang baik-baik. Kaa-San berani bersumpah. Jika kau di sakiti oleh putranya...maka aku akan menyeretnya ke jalur hukum. Berani-beraninya dia menyakiti putriku," ucap Akira dengan lembut namun penuh intimidasi.

"Kaa-san mu benar Akina. Kami ini sudah bersahabat sejak lama dengan mereka. Jadi semua perilakunya...kami sudah mengetahuinya. Kami memilihkan laki-laki dari keluraga yang baik. Kami tidak main-main dalam mencarikan pasangan untukmu. Ingat Akina. Tou-San ada kalanya serius, dan ada kala bercanda. Tapi kali ini Tou-San benar-benar serius dalam hal mencarikan pasangan yang terbaik untukmu," Naratsu kembali ke sosoknya yang tegas dan tidak main-main. Tatapannya yang menanjam membuktikan dia benar-benar serius.

"Ingat Akina. Kami ini seorang jaksa dan pengacara. Jadi kami pasti akan serius dalam segala hal," peringat Akira pada putrinya.

"Baiklah, aku mengerti. Tapi beri aku waktu untuk mengenalinya lebih dalam lagi. Jadi besokkan. Maka aku akan ke kamar dulu, dan memilih baju yang bagus untuk besok," Akina langsung bangkit dan ngibrit ke kamarnya.

"Dasar anak itu," Akira tersenyum pasrah saat melihat tingkah putrinya.

"Sudahlah. Dia sudah besar Anata. Jadi kita bertemu di cafe besok bukan," Naratsu menghabiskan semua camilan manis yang ada di meja.

"Ya, ampun Anata!! kenapa sikapmu kembali lagi setelah anak kita pergi, hah?"

"Tak apa. Aku sudah lama tidak bermanja-manja denganmu"

Saat Naratsu ingin memeluk istrinya... Akira langsung meleparkan bantal sofa ke muka suaminya itu.

"Sudah main-mainnya Anata. Ayo kita siapkan untuk Akina besok," rautnya kembali kesal saat sang istri melempar mukanya dengan bantal sofa. Naratsu kembali ke kamarnya dengan berjalan cepat meninggalkan Akira yang masih mematung melihatnya kesal.

Rahasia Cinta KuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang