Ada kalanya awal sebagai pembuka dan ada kalanya, akhir sebagai penutup. Tapi bagi Lucy...Akhir adalah pembuka bagi masa depannya.
Satu tahun telah berlalu, saat Ashura pergi meninggalkan Jepang. Kini, kelulusan sekolah Lucy sudah ada didepan mata.
Di Rumah Hiyugasha...
"Lucy...Izanami...ayo cepat, nanti kalian terlambat!!" Panggil Sahara pada kedua putrinya, yang sejak tadi sedang bersiap-siap untuk kelulusan sekolahnya.
"Haik," seru kedua gadis berbeda surai itu dari lantai dua.
Lucy dan Izanami masih saja sibuk bersiap-siap. Suara kegaduhan begitu terdengar dari kamar mereka berdua.
Sahara yang mendengar suara kegaduhan itu, langsung menepuk jidatnya. Entah kenapa, dia begitu menyesal memiliki anak perempuan yang begitu merepotkan. Padahal sifat Lucy itu sedikit menurun darinya.
"Kenapa mama? Apa kau menyesal mempunyai anak perempuan?" Takahara bertanya dengan santai.
"Bukannya mama menyesal, tapi agak sedikit bingung saja. Saat kelulusanmu dulu, sepertinya kau tidak terlalu repot seperti ini. Berbeda sekali dengan adikmu yang sejak subuh sudah bersiap-siap, tapi belum selesai juga sampai saat ini," Sahara menjawab sembari menggelengkan kepalanya.
"Na, mama. Laki-laki dan perempuan itu sangatlah berbeda saat sedang bersiap-siap. Laki-laki terbilang paling simpel, dan cepat saat sedang bersiap-siap. Sedangkan perempuan begitu rapih dan terlihat elegan, namun membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa terlihat begitu cantik dimata umum," ucap Takahara.
"Kuharap mama sadar akan hal itu, karena kau juga adalah seorang perempuan. Mama baru saja menunggu mereka berdua bersiap-siap selama 2 menit dan itu sudah dibilang lama olehmu. Namun apa jadinya kami yang seorang laki-laki menunggu kalian bertiga saat sedang bersiap-siap selama 2 jam," lanjutnya.
"Benar sekali. Kalian bilang 5 menit lagi selesai bersiap-siap. Tapi nyatanya, sudah hampir 15 menit...belum selesai juga. Kami hampir bosan dibuatnya. Untunglah kami sudah terbiasa akan hal ini sejak lama sekali," Hiashi membenarkan perkataan putranya.
"Ish. Jadi kalian perotes akan kebiasaan kami, begitu?" Sahara menatap sinis suami serta putranya yang mengkritik kegiatan para perempuan.
Hiashi dan Takahara langsung menggelengkan kepalanya, setelah mendengar pengutaraan Sahara. Raut wajah mereka sudah pucat, akibat ketakutan. Bahkan keringat dingin sudah bercucuran di dahi mereka.
"Owh, baiklah. Kkira~~ tadi kalian ingin perotes, ternyata tidak ya. Kalau kalian perotes...mungkin aku sudah menghukum kalian saat ini juga," Sahara memberikan seringai yang begitu mengerikan kepada suami serta putranya itu.
Tap...tap...
Derap langkah kaki Lucy dan Izanami terdengar saat menuruni tangga. Suara itu mengalihkan perhatian mereka bertiga, dari ketegangan yang sedang terjadi tadi.
Lucy dan Izanami terlihat begitu rapih, dengan menggunakan seragam, serta rompi sekolah yang melekat ditubuhnya. Rambut milik Lucy digerai begitu saja, namun terdapat jepit rambut berbentuk kucing yang menghiasi surai pirangnya. Sedangkan rambut ungu Izanami di ikat ponytail
"Maaf, kami sudah membuat kalian menunggu begitu lama ya," Izanami memohon maaf, karena membuat anggota keluarganya menunggu mereka berdua begitu lama.
"Tidak apa-apa, aku sudah terbiasa untuk menunggu. Ayo, nanti kau terlambat untuk menghadiri acara kelulusanmu," Takahara langsung menggandeng tangan Izanami menuju mobilnya.
Putra sulung keluarga Hiyugasha itu meninggalkan ketiga anggota keluarganya. Dia lenggang kaki, sambil menggandeng kekasihnya dengan begitu mesranya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rahasia Cinta Ku
Teen FictionLucy Hiyugasha. Seorang anak perempuan yang terlahir dari keluarga petarung yang sangat terkenal di Jepang dengan kekuatan bertarung yang sangat luar biasa. Lucy mewarisi sifat seperti para leluhurnya yang sangat suka bertarung untuk kebenaran. Mun...
