Bantuan dari sang kakak

23 5 0
                                        

1 Minggu Kemudian....

Tepat seminggu setelah ulangan semesternya. Takahara memaksa kedua adiknya agar dia bisa mengantar, serta ikut ke dalam sekolah SMA-nya itu.

"Aneh...kenapa Aniki minta ikut ke dalam sekolah? Bahkan ia berdalih, karena ingin reunian dengan bangunan sekolah tempat dia belajar dulu"

Lucy terus saja berfikir akan permintaan kakaknya yg satu ini dengan kepala cantiknya itu, hingga mengeluarkan kepulan asap dari kepalanya.

"Hal bodoh apa yang akan dilakukan oleh kakakku ini," batin Lucy terus beradu ria di dalam pikirannya.

Sedangkan Izanami?

Ia hanya mengiyakan saja permintaan Takahara. Bagaimana tidak? Sang maniak kakak tercinta sahabatnya itu, pasti akan setuju-setuju saja. Bahkan bunga-bunga sudah menghiasi baground dibelakangnya.

"Ck, sungguh menyebalkan," decak Lucy jijik akan sikap kedua orang saudaranya itu.

Lalu ada satu hal lagi yang membuatnya jenuh selama seminggu yang lalu. Di saat sang kakak pulang dari ujiannya yang di awasi oleh Izanami, ia langsung menghapus cat rambut pirangnya hingga memperlihatkan warna ramputnya yang merah menayala menyerupai sang ibu. Perbuatan Takaharan itu, benar-benar membuat Izanami tambah jatuh cinta dengannya.

Selama di perjalanan ke sekolahpun, hanya ada perbincangan antara kedua sahabat tanpa sang kakak. Ia hanya tersenyum-senyum saja, saat Izanami menceritakan hal lucu pada Lucy.

Namun hal itu kepergok oleh Lucy, saat ia melihat sang kakak senyum-senyum sendiri dari kaca spion yang ada di dalam mobil.

"Sekarang apa lagi ini? Tadi Izanami yang tergila-gila akan kakakku. Sekarang, malah kebalikannya. Apa disini hanya aku saja yang jomblo? Sedangkan kakak serta sahabatku ini sedang kasmaran. Argkkhh...." Lucy membatin dengan sedikit frustrasi akan yang ada di depannya ini.

Bahkan saat sang sahabat bercerita banyak, Lucy hanya tersenyum miris saja. Entah aura hitam itu sudah bercampur atau tidak, dengan aura kebahagiaan sang kakak serta sahabatnya.

Kini mobil Mustang merah kesayangan Takahara sudah terpakir rapih di parkiran sekolah. Semua mata murid perempuan tertuju pada sosok laki-laki tampan itu, saat dia keluar dari mobilnya. Mereka bertanya-tanya, siapa laki-laki tampan itu?

Tapi tatapan semua orang kini beralih pada Lucy dan Izanami yang juga turun dari mobil Takahara. Dan hal itu membuat pertanyaannyapun juga ikut berubah. Apa hubungan anak baru itu dengan laki-laki tampan yang ada di sebelah mereka?

Tatapan itu mulai membuat Takahara risih. Ia jadi mengenang masa-masa sekolahnya dulu. Tatapan memuja itu dan tatapan menjengkalkan itu, membuatnya serasa mual.

Disaat mereka bertiga mulai mendekati lorong sekolah, sebuah serangan muncul dari depan. Sebuah batu kecil tapi lebih besar dari pada kerikil. Jika batu itu mengenai kepala seseorang, pasti orang itu akan terluka. Setidaknya benjol ataupun sedikit berdarah.

Dengan cepat, Takahara langsung berdiri di depan Lucy dan Izanami. Ia mengapit semua batu yang dilempar kearahnya, serta kearah kedua adiknya itu pada kedua pasang tangan yang mampu dia kumpulkan.

Namun dua buah batu lolos dari tangan Takahara, hingga mengenai kepala kedua adiknya itu. Dia mendelik kesal saat telinganya mendengar suara ringis kesakitan dari Lucy serta Izanami.

Takahara melepas semua batu yang berhasil dia tangkap dalam genggamannya. Dan disaat batu itu jatuh ke tanah...mungkin jika di kira-kira, batu yang menyerang mereka kurang lebih ada 20 buah.

Hal itu membuat Takahara mendengus kesal. Ia sekarang tahu alasanya. Kenapa, setiap kembali dari sekolah, kedua adiknya itu setidaknya mendapatkan sayatan, lebam, hingga baju yang hampir berantakan tidak jelas.

Rahasia Cinta KuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang