Part -28

207 29 0
                                    

Plak

Terdengar suara tamparan yang membuat semua mata tertuju ke arah suara tadi. Terlihat seorang pria berdiri dengan sombong dan wajah yang marah berbanding terbalik dengan pria yang terlihat lebih muda darinya. Pria itu terlihat terdiam sambil memengang pipi kirinya yang terkena pukulan tadi.

"Anak ga guna kamu" kesal pria tua itu.

"Apa yang kamu bisa hah! Nyusahin saja" bentaknya semakin keras.

Suasana parkir yang lumayan rame seakan tak berarti bagi si pria. Dia sungguh tidak perduli.

"anda yang keterlaluan bukan saya" jawab pria muda itu sambil menatap orang yang di hadapannya yang tidak lain adalah ayahnya.

"Anda hanya laki-laki brengsek, tidak tau diri dan miskin harga diri" ucapnya sambil terkekeh.

Brugh

"Ayo pukul lagi Pa. Pukul!"

"Brian diam kamu!" teriak Danu ayah Brian.

Brian tersenyum remeh, " Kenapa saya harus diam, papa emang brengsek. Ahh,, mungkin kata Papa sudah tidak tepat lagi untuk anda"

Senyum tadi di gantikan dengan tatapan benci yang dia tunjukan untuk Danu.

"Hanya orang brengsek yang bermain dengan jalang " Danu semakin menggeram marah.

"Apa kurang bunda Pa, apa!" Brian sekarang mulai melemah. Iya terduduk di lantai parkiran sebuah Apartement.

Hanya sakit yang dia rasakan setelah melihat sang papa membawa seorang wanita. Tidak! dia jalang yang merusak kebahagian Brian, adik dan ibunya.

"Saya sudah muak dengan ibu kamu yang sakit-sakitan" kata Danu tanpa melihat anaknya

"Anda memang tidak tau diri"

Danu sudah tidak lagi menanggapi anak sulungnya itu. Dia lebih memilih memasuki apartemen tanpa menoleh ke arah Brian.

"BRENGSEK" teriak Brian sambil memukul tembok.













"Brian ga kesini Ken?" tanya Airin saat membawa minuman untuk teman-teman Keynan.

"Engga mbak, mungkin lagi nyabe" sahut Keynan asal.

Airin menggeleng mendengar jawaban aneh adik iparnya. Calon.

"Ga baik gitu Ken" nasehan Airin sebelum kembali ke kamarnya.

"Tapi kalian ngerasa aneh ga?" celetuk Dion.

Semua mata langsung tertuju ke arahnya.

"Soal?"

"Brian mulai pendiem belakangan ini. Sama gue juga"

"Bahkan dia jarang nelpon gue" adu Catra.

Mata Aiden membelalak, "Lo sering telponan sama Brian"

"Emang kenapa?" tanya Keynan

"Lo selingkuhin gue sama Brian. Hiks, telpon gue selalu lo abaiin t-tpi. Huaa" keluh Aiden dengan nada di dramatisir.

"Diem bangsat, kita lagi serius" marah Dion sedangkan Aiden malah mempoutkan bibirnya.

(Bayangin Sehun kayak gitu :v )

Keynan berdehem," Dia ga cerita apapun ke lo, yon? Bukanya dia lengket ya ke lo"

Dion menggeleng

"Ke lo Cat?"

"Udah gue bilang dia jarang nelpon gue sekarang. Kenapa dah si cabe" heran Catra sambil menumpu dagunya.

Saat semuanya sedang sibuk dengan pikiran masing-masing. Secara tiba-tiba pintu rumah dibuka dengan kasar.

Mantan Pacar //KAISTAL Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang