Part-23

212 30 0
                                    

Percakapan malam itu adalah akhir dari tembok besar yang menghalangi Keynan dan Kayla. Setidaknya tidak ada lagi beban di hati Keynan, tidak ada perasaan ganjil di hatinya. Sekarang dia hanya perlu fokus menata hatinya saat berhadapan dengan Kayla, sang mantan kekasih.

"La, nanti temenin gue toko buku yuk!" ajak Lia sambil merangkul bahu Kayla.

"Gue oke aja, tapi gue gak bawa mobil nih."

"Gue bawa kok," ucap Lia sambil menunjukkan kunci mobilnya.

"Tadaaaa, tapi lo yang bawa ya. Gue capek."

"Bilang aja males," dengus Kayla.

Lia terkikik," malas adalah sebagian dari iman gue La."

Sepulang ngampus mereka langsung menuju toko buku langganan Lia. Di dalam sana mereka pun berpisah, karena Kayla ingin mencari novel sambil menunggu Lia yang sedang mencari buku entah kemana.

"Yes! Akhirnya gue ketemu lo juga," girang Kayla saat melihat buku incarannya.

Kayla berusaha menggapai rak buku itu yang cukup tinggi, sampai dia melompat lompat agar bisa mengambil buku itu.

"Aishh, perasaan gue tinggi deh. Kenapa ngambil ni buku susah banget," gerutunya.

" Bogel gini masih ngaku tinggi lo," ucap seorang pria yang kini sedang bersandar di rak buku sambil menatap ke arah Kayla.

"Ken?" kaget Kayla. "Ngapain lo di sini?"

Dia Keynan!

Tanpa memperdulikan pertanyaan Kayla. Keynan langsung mendekat ke arahnya, mengikis setiap jengkal jarak secara perlahan.

"Ma-u a-pa l-o," panik Kayla saat Keynan mendekatinya.

Keynan menatap Kayla heran, "Mau bantu lo ambil buku lah,"

"O-ohh,"

"Lo kira gue ngapain, mau cium lo," goda Keynan sambil meraih buku yang diinginkan Kayla.

Wajah Kayla bersemu merah. Dia hanya bisa menundukan kepalanya. Keynan berbeda hari ini, dia seakan menjadi pribadi yang baru sejak kejadian malam itu. Dia jauh lebih ramah dari sebelumnya pada Kayla, bahkan tak sungkan bercanda dengannya. Seperti bukan Keynan yang lama, dian melakukan itu dengan alami dan tulus. Bilang saja Keynan memang labil, kadang baik kadang seperti orang yang tidak mengenal Kayla.

"Keynan!"

Lia muncul dengan wajah kagetnya,

"Kok lo kaget Ya, bukannya Ken kesini di suruh lo,"

Lia menggeleng, " Ngapain gue suruh dia kesini,"

"Atau lo lagi ngikutin gue, stalker ya lo,," tuduh Lia.

Tangan kekar Keynan langsung menyentil dahi Lia, " nyerocos mulu lo,"

"Trus ngapai lo kesini,"

"Btw ini tempat umum Lia. Jadi stop bilang gue jadi stalker lo, jijik gue ngikutin lo."

"Gue masih inget ya lo ngikutin gue sama Brian minggu lalu." ucap Lia tidak mau kalah.

Mendengar itu Keynan langsung berdehem canggung. Mengingat kebodohannya bersama Lucas yang mengikuti Lia dan Brian yang sedang nonton. Mungkin berlebihan bagi kebanyakan orang, tapi tidak bagi Keynan. Karena keselamatan Lia adalah hal mutlak yang harus dia pastikan, apalagi Lia pergi dengan Brian yang mungkin saja polos, tapi buaya tetap buaya kan.

"Itu gak sengaja doang," kilah Keynan.

"Ngelak mulu lo semvak,"

Merasa dirinya terpojok Keynan memilih pergi dari sana. Meninggal beribu tanya di hati dan otak dua gadis tadi, dengan siapa Keynan kesana. Karena setau Lia, Keynan tidak pernah mau pergi ke toko buku sendiri biasanya dia akan bersama Aiden atau Lucas. Tapi sejak tadi dia tidak menemukan sosok itu, apalagi Lucas sedang sakit jadi tidak mungkin Keynan pergi dengannya.

Meninggalkan kejadian tadi di toko buku. Mereka akhirnya memutuskan mengabaikan pertanyaan tentang dengan siapa Keynan disana, untuk saat ini, mungkin.

"Cafee depan sana yuk La," ajak Lia.

Disana Lia dan Kayla di sambut oleh Egi dan Raina yang memang sudah janjian tadi di sana.


"Woy tikus kecebur" teriak Kayla.

"Anjir, kaget gue."

"Dateng-dateng bukannya salam malah bikin kaget" lanjut Egi.

"Atheis kalian dugong" seru Raina.

Merekapun berbincang banyak hal. Lebih tepatnya menggosip, begitulahnya realitanya wanita jika dipertemukam dalam sesuatu tempat.

"Ini gue penasaran banget, sumpah deh!" seru Kayla.

"Soal?"

"Lo sama Dion lah. Kan lo udah janji mo cerita Raina ku sayang,"

Lia dan Egi mengangguk setuju,

"Ya gitu ceritanya. Aku sama dia jadian, kan kalian tau." Raina berbicara dengan nada polosnya membuat Egi gemas.

"Gue cubit juga nih ginjalnya. Gue tau lo udah jadian Maemunah, tapi yang di tanya Kayla itu prosesnya. Kapan lo pdkt, kapan di tembak dan alesan kenapa hubungan kalian di rahasiain," gemas Egi.

Belum sempat Raina membuka mulutnya. Pelayan kafe datang dengan pesanan mereka.

"Ganggu banget dah pelayan tadi." ucap Egi setelah pelayan itu pergi.

"gapapa ganggu, semuanya temaafkan karena dia ganteng"

Egi langsung melotot, "Astatang Lia lo udah terkontaminasi virus fucek girl gara-gara main ama Kayla"

"Gue lagi, gue lagi. Susah ya jadi orang cantik di bacotin orang jelek mulu" seru nya sambil mempoutkan bibir

Tanggapan yang lain hanya mengelus dada Kai rl. Eh dada masing-masing maksudnya.

"udah abaikan Kayla, lanjut na" kata Lia pada Raina yang mendapat cibiran dari Kayla.

Raina berdehem sebentar sebelum bercerita, iya nampak gugup. "Jadi kita jadian seperti yang udah gue bilang waktu itu. Tanggal dan tempatnya udah gue bilang kan, untuk pdkt keknya gak kayak gimana, gak ada yang seru dan perlu gue jelasin. Pdktnya tuh kek biasa aja, seperti ke temen."

Lia dan Kayla mengangguk paham.

"Alasan tidak di ekspos?" mata Raina langsung melemah, seperti itu pertanyaan yang paling dia hindari.

"Kenapa?" tanya Kayla lagi.

"itu,,," Raina menggantung ucapannya.

Mata mereka saling melirik melihat keanehan Raina. Dia gugup, itu sangat nampak dari tangannya yang terus saling meremas, seakan resah dengan pertanyaan terakhir sahabatnya.

"Udah gapapa kalo lo gak mau cerita. Ini minum dulu, gak udah tegang Na. Kalo lo gak mau cerita sekarang Is okay," ucap Lia sambil menyodorkan jus lemon tea ke arah Raina.

"Tapi boleh gue nebak alasannya," ucap Egi tiba-tiba.

Tatapan Raina beralih atensi ke arah Egi, dia mengangguk masih sama lemahnya.

"Ini kan alasannya." Egi memperlihatkan sebuah foto dari ponselnya yang membuat Kayla hampir terjungkal, begitu pun Lia yang tersedak ludahnya sendiri.

"Cobaan apa lagi ini tuhan," cicit Lia.

"Daebak," satu kata yang terucap dari bibir Kayla melihat foto itu.
























Hay aku up. Jangan lupa vote dan comment sebanyak banyaknya. Yang siders Autor doain jomblo. g canda doang. Serius amat

Mantan Pacar //KAISTAL Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang