(Sasgara & Amora)
17+⚠️
Bagaimana mungkin kejadian satu malam mampu merubah kehidupan seorang?.
Sasgara Errian Zilardion. Menghabiskan satu malam yang indah bersama Adik temannya, tidak pernah terbayang dalam benaknya.
Setelah kejadian satu malam ya...
Kalo suka cerita ini, tolong vote and comment yaa. Hihi.
ありがとうね! ☺︎
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Perkataan maaf itu mahal. Tapi dimurahkan oleh mereka yang meminta maaf lalu mengulang kesalahan yang sama berulang kali.
-AMORA EDELWEISS-
33. KEPERGIANNYA
(22.02 Am)
Amora membuka kedua matanya, matanya melirik jam dinding yang tergantung cantik yang menunjukan pukul sepuluh lewat dua. Kemudian Amora tersadar jika jarak wajahnya dan wajah Sasgara sedekat ini. Amora mengikis jarak, ia mengagumi wajah suaminya saat tertidur.
Jari telunjuk Amora menekan hidung Sasgara, sudut bibir Amora membentuk bulan sabit. Lalu jarinya kembali membuat abstrak di pipi Sasgara sampai laki-laki itu terganggu dari tidurnya dan Amora pura-pura tidur. Saat Sasgara tidak lagi terusik, mata Amora sedikit demi sedikit terbuka dan kembali menampakan wajah Sasgara.
Tangan Amora kembali lagi untuk menggangu Sasgara tapi sayang tangannya dipegang oleh Sasgara.
Kedua mata Sasgara terbuka menampakan wajah Amora yang pura-pura tertidur. Sasgara sengaja mencium Amora sampai perempuan itu kembali membuka kedua matanya.
"Kenapa, pengen lagi?"
Kedua mata Amora melotot horor pada Sasgara "Enggak!"
"Gue pengen lagi sayang" Tanpa mendapatkan persetujuan dari Amora, Sasgara menarik salah satu kaki Amora agar menempel padanya. Ntahlah bagaimana namun keduanya melanjutkan kegiatan panas mereka sampe jam dua belas kurang.
Sasgara menatap wanitanya yang merona hebat dibawah kukungannya, ia mencium bibir Amora cukup lama sampai ciuman itu terlepas dan Sasgara mencium kening Amora.
Mereka masih dalam posisinya karena Amora memeluk leher Sasgara, sementara Sasgara memandang tubuh istrinya yang semakin berisi kemudian tangannya mengusap perut Amora dan menciumnya.
"Kenapa? pengen lagi?"
"Iss enggak"
"Lalu?"
"Laperr" Rengek Amora, bertepatan saat Amora mengadu, perut Amora berbunyi yang membuat Sasgara terkekeh.