(Sasgara & Amora)
17+⚠️
Bagaimana mungkin kejadian satu malam mampu merubah kehidupan seorang?.
Sasgara Errian Zilardion. Menghabiskan satu malam yang indah bersama Adik temannya, tidak pernah terbayang dalam benaknya.
Setelah kejadian satu malam ya...
Kalo suka cerita ini, tolong vote and comment yaa. Hihi.
ありがとうね! ☺︎
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Tinggal bersama denganmu itu adalah impianku"
-SASGARA ERRIAN ZILARDION-
13.TINGGAL BERSAMA
Sisa-sisa air hujan yang menetes dari daun kedaun lainnya lalu turun ketanah, kemudian kicauan burung yang bersuara dan disusul oleh terik matahari yang mulai naik keatas langit.
Langit yang sangat biru dan udara menyegarkan membuat sebagian orang lebih memilih untuk berjalan kaki atau berlari disekitaran taman.
Hari minggu yang cerah dan para pekerja yang libur lebih memilih untuk menikmati kebersamaan, bersama keluarga kecil mereka. Tidak dengan sepasang pengantin yang baru saja sah menjadi pasangan suami istri, mereka berdua masih terlelap sampai salah satu dari mereka terbangun karena sinar matahari yang menerobos masuk lewat sela-sela tirai mengenai wajahnya.
Sasgara meregangkan otot-ototnya yang kaku, kemudian ia memelototkan kedua matanya saat sesuatu akan keluar dari mulutnya. Sasgara buru-buru menyibakan selimutnya dan belari begitu saja melewati Amora yang sedang terlelap, ia masuk kedalam kamar mandi dan tanpa ia sadari jika dirinya membuka pintu kamar mandi sangat kasar sehingga membuat Amora terbangun.
Amora mengerjapkan kedua matanya, telinganya mendengar suara orang muntah yang membuat Amora langsung terbangun, pandangannya teralihkan pada pintu kamar mandi yang terbuka lalu Amora turun dari kasur dan langsung masuk kekamar mandi karena merasa panik.
Disaat ia masuk, Amora melihat Sasgara sedang muntah di wastafel sehingga membuatnya semakin panik.
"Ma-MAMI! MAMI!"
Sasgara menoleh kearah suara ia sangat tidak tahan dengan perutnya yang bergejolak ingin muntah, ia mengabaikan Amora yang berteriak-teriak.
Bryan yang baru saja keluar dari kamarnya dan berjalan santai dengan memainkan ponselnya, ia langsung menolehkan pandangannya saat terdengar suara dari kamar Amora, Amora berteriak-teriak memanggil Maminya.
Bryan yang panik langsung memasukkan ponselnya dan ingin melangkah masuk ke kamar Amora tetapi kedua orang tuanya datang.
"Adik kamu kenapa?" Tanya Riana cemas, ia mendengar suara Putrinya yang berteriak sehingga ia meninggalkan masakannya didapur yang kebetulan ia sedang menyiapkan sarapan.