(Sasgara & Amora)
17+⚠️
Bagaimana mungkin kejadian satu malam mampu merubah kehidupan seorang?.
Sasgara Errian Zilardion. Menghabiskan satu malam yang indah bersama Adik temannya, tidak pernah terbayang dalam benaknya.
Setelah kejadian satu malam ya...
Kalo suka cerita ini, tolong vote and comment yaa. Hihi.
ありがとうね! ☺︎
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Aku sangat benci dengan takdirku!"
-AMORA EDELWEISS-
55. SI KEMBAR MASUK SEKOLAH
"Mom aku sangat menyukai bajunya, ini benar-benar sangat cantik" Nayyara terus saja membalik-balikan tubuhnya di kaca untuk melihat baju seragam yang melekat ditubuhnya.
Amora yang melihat tingkah anak perempuannya langsung tersenyum, anak perempuannya tidak henti-hentinya berkata jika baju seragamnya sangat cantik sehingga membuat Kakaknya memutarkan kedua matanya.
"Apakah kau akan terus berkaca sampai kita terlambat datang ke sekolah?" Kesal Narendra pada sang Adik, sampai kapan Adiknya akan berkaca?.
"Iya-iya Naren, kau sangat bawel sekali" Jawab Nayyara cetus, ia langsung menggendong tasnya.
Amora gelang-geleng kepada dan langsung menggenggam kedua tangan anaknya "Ayo kita berangkat!!"
"LET'S GO!" Teriak Nayyara semangat, ia ingin cepat-cepat ke sekolah dan mempunyai teman baru pasti sangat menyenangkan, pikir Nayyara. Dan sangat berbeda dengan Narendra, ia sangat malas untuk berbaur dengan teman baru.
Dan disinilah ketiganya sudah didepan sekolahan yang sangat besar dan bagus sehingga membuat kedua mata Nayyara sangat berbinar. Bocah kecil itu rasanya tidak sabar untuk masuk ke kelas.
"Naren, Ayya!" Teriak bocah laki-laki dengan digandeng kedua orang tuanya, dan menghampiri mereka.
"Kak Arshaka!" Sapa Nayyara senang melihat kedatangan Arshaka.
"Bukankah sekolahnya besar dan tidak kalah besarnya dengan sekolah di Amerika?"
"Kau benar Kakak, bahkan ini lebih besar" Puji Nayyara tidak henti-hentinya memuji sekolah barunya.
"Sekolah di Amerika tetap terbaik dan sangat besar, ini bukan apa-apa" Celetuk bocah laki-laki disebelah Amora sehingga pandangan semuanya tertuju pada bocah itu.
"Kenapa kalian menatap aku seperti itu?" Tanya Narendra pada semuanya.
"Kau benar-benar bocah blak-blakan, Naren" Ucap Paman Narendra yaitu, Bryan. Bryan rasanya ingin menjahit mulut keponakannya itu.
"Benar-benar terlalu jujur" Abrianna menggeleng-gelengkan kepalanya kepada keponakannya.
"Jujur itu bukannya baik Aunt, Uncle? Jika bohong maka itu tidak baik bagi anak kecil terutama otaknya" Balas Narendra pada Paman dan Bibinya.