(Sasgara & Amora)
17+⚠️
Bagaimana mungkin kejadian satu malam mampu merubah kehidupan seorang?.
Sasgara Errian Zilardion. Menghabiskan satu malam yang indah bersama Adik temannya, tidak pernah terbayang dalam benaknya.
Setelah kejadian satu malam ya...
Kalo suka cerita ini, tolong vote and comment yaa. Hihi.
ありがとうね! ☺︎
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Diksi itu indah, sama seperti senyuman mu, Amora"
-SASGARA ERRIAN ZILARDION-
68. TETAPI DIA MENCINTAI IBUMU
"Pasti Mom melupakan kami lagi!" Dengus bocah laki-laki yang dari tadi terus mengoceh menantikan kedatangan wanita yang melahirkannya.
"Bocah, bisakah kau diam saja dan bersabar? Dari tadi kau hanya mengulangi kalimatmu sampai aku muak mendengarnya" Balas sang Paman, Bryan. Narendra benar-benar tidak sabaran ditambah lagi Sasgara tidak tahu diri menculik Ibu si kembar, jika tau begini Bryan tidak sudi untuk membantu Sasgara.
Tadi saat dirinya menjemput Putra tersayangnya, dirinya mendapatkan sebuah telepon dari Sasgara yang dimana Sasgara mengatakan untuk menjemput si kembar dan menyuruhnya untuk menjaga si kembar.
Awalnya ia menolak tapi begitu Sasgara mengatakan akan memperbaiki hubungannya dengan Amora, hatinya merasa tersentuh dan menyetujui perkataan Sasgara dan sekarang berakhir dengan salah satu dari anak Sasgara sangat menjengkelkan.
"Uncle, apa Mom pergi bersama si setan itu?"
Bryan yang sedang minum langsung terbatuk-batuk mendengar kalimat dari Narendra.
"Kata-kata itu sangat kasar Naren, dan dari mana kau tau kata itu?"
"Shaka" Jawabnya singkat.
"Tidak mungkin Shaka mengajarimu yang tidak-tidak, jangan berbohong kau"
"Diamlah Uncle, Uncle tidak tahu pergaulan anak sendiri" Sinis Narendra pada Bryan "Dan jawab pertanyaanku"
Bryan memijat kepalanya yang sedikit pusing, Narendra benar-benar membuatnya tertekan. Jika boleh memilih ia lebih memilih Nayyara dari pada Narendra, bahkan Nayyara saja sudah tidur bersama istri dan anaknya. Lalu bocah ini? Memilih menunggu Ibunya, padahal ini sudah pukul setengah sembilan.
"Kau masih kecil, kau tidak akan mengerti"
"Jangan memandangku masih kecil, Uncle. Bahkan aku mengerti dengan situasi sekarang dan dari perkataan Uncle, membuatku semakin yakin jika Mom pergi dengan si setan itu"