(Sasgara & Amora)
17+⚠️
Bagaimana mungkin kejadian satu malam mampu merubah kehidupan seorang?.
Sasgara Errian Zilardion. Menghabiskan satu malam yang indah bersama Adik temannya, tidak pernah terbayang dalam benaknya.
Setelah kejadian satu malam ya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ego dibalas Ego maka pemenangnya adalah perpisahan"
-SASGARA ERRIAN ZILARDION-
41. KILAS BALIK BERSAMAMU
Seorang siswa laki-laki yang baru keluar dari kelas langsung mengambil motornya, saat ia akan meninggalkan sekolah, pandangannya tidak sengaja melihat seseorang yang sangat ia kenal meskipun mereka tidak begitu dekat.
Sasgara melihat Amora yang sedang menunggu seseorang sepertinya menunggu Bryan menjemput atau supir lah, Sasgara tidak tahu itu, Sasgara mendekatkan motornya pada Amora bahkan Amora menyadari kedatangannya tapi, ia bersikap acuh karena memang Amora tidak begitu dekat dengan Sasgara yang notabenya sahabat sang Kakak bahkan Amora tidak pernah berbicara padanya kalian bisa menyimpulkan? Jika mereka tidak dekat.
"Gue anterin pulang" Ujar Sasgara, karena ia tidak tega melihat Adik sahabatnya sendirian didepan sekolah apalagi sekolah sudah sepi kerena semuanya sudah pulang satu jam yang lalu, kenapa Sasgara baru pulang? Karena ia ketiduran dikelas dan sohibnya tidak membangunkannya, memang laknat mereka semua!.
"Lo ngomong sama gue?" Tanya Amora polos.
"Sama malaikat pencabut nyawa!"
Amora terkejut "Hah, dimana?"
Sasgara mengusap wajahnya kasar "Sama lo lah bodoh! Lo pikir disini selain kita siapa lagi?"
Amora menatap datar orang didepannya, dari tadi ia juga tau jika hanya dirinya dan laki-laki itu disini, ia hanya memastikan siapa tau orang itu bukan sedang berbicara kepadanyakan?.
Sasgara kesal dengan Adik sahabatnya itu, pantas saja emosi Bryan selalu meledak-ledak ternyata Adiknya semenyebalkan itu. Bukannya menjawab pertanyaannya malah perempuan itu bersiap cuek padanya, jika saja tidak mempunyai rasa kemanusiaan ia sudah meninggalkan perempuan itu.
"Lo mau pulang atau enggak?" Tanya Sasgara sekali lagi, ia menahan kekesalannya.
"Cerewet banget lo kaya cewe!"
"Serah gue! Mulut-mulut gue! Kenapa lo yang sewot?!"
"Karena lo berisik!"
Sasgara menghela nafas kasar, sungguh Adiknya Bryan sangat menyebalkan! Pantas saja Bryan selalu marah-marah ternyata Adiknya semenyebalkan itu dan bikin orang cepat naik darah. Besok ia akan mengadu pada Bryan.