(Sasgara & Amora)
17+⚠️
Bagaimana mungkin kejadian satu malam mampu merubah kehidupan seorang?.
Sasgara Errian Zilardion. Menghabiskan satu malam yang indah bersama Adik temannya, tidak pernah terbayang dalam benaknya.
Setelah kejadian satu malam ya...
Kalo suka cerita ini, tolong vote and comment yaa. Hihi.
ありがとうね! ☺︎
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Aku memang egois dan jahat, akan tetapi aku mempunyai banyak mimpi yang sudah aku susun dengan rapih!."
-AMORA EDELWEIS-
10. GUGURIN BAYINYA!
"Tunggu! gue mau ngomong" Amora berhasil menghentikan langkah Sasgara yang membuat laki-laki itu menghentikan langkahnya, lalu Sasgara berbalik badan pada wanita yang tingginya sebatas dadanya.
"Lima menit" Ujar Amora kemudian karena ia tidak sempat berbicara dengan Sasgara saat tadi pagi dirumah.
Tapi disaat Amora akan mengeluarkan suara, suara dari temen-temen Sasgara seketika membuat Amora kesal "Kenapa mereka datang sii"
"Aduhh aduhhh berduaan mulu ya sekarang mah" Eric datang dengan Arlan dan juga Bryan, yang kemudian menghampiri keduanya sehingga Sasgara melirik kepada teman-temannya.
"Gue curiga lo berdua ada hubungan yang tersembunyi" Arlan menatap keduanya dengan curiga.
"Bener, Ra?" Tanya Bryan menatap adiknya.
"Apaan ngaco!" Sewot Amora, lebih baik ia pergi saja dari pada harus berurusan dengan manusia-manusia setres. Moodnya jadi kacau pagi ini.
"Aa Arlan cuman bercanda neng" Teriak Arlan, tapi tidak didengar oleh Amora, menoleh pun tidak yang membuat Arlan kecewa berat.
"HALLO SAYANGG" Tasya datang yang membuat Sasgara memutarkan kedua bola matanya karena kedatangannya.
"Cabut"
"Ehh ehh tunggu dulu" Tasya menghentikan Sasgara dengan memegang tangan laki-laki itu, namun dengan cepat Sasgara melepaskannya dan menatap Tasya tajam.
"Hari ini kamu ada acara gak?"
"Ada banyak" Ketus Sasgara, moodnya pagi ini sangat berantakan ditambah kedatangan Tasya membuatnya sangat kesal dan marah.
"Masa sih?"
"Harus gue sebutin satu-satu?" Liriknya tajam pada wanita itu,
"Emm kalau ayang mau aku bersedia dengerin ko" Tasya tampak malu-malu yang membuat Sasgara mual dan jijik.
"Sebelum gue marah mendingan lo pergi" Perintah Sasgara.
"Tap--"
"Pergi!!"
"Iya-iya aku pergi, dadah sayang" Tasya melambaikan tangannya kearah Sasgara, lebih baik ia pergi saja dari pada merusak mood Sasgara.
Setelah kepergian Tasya, Sasgara mengontrol emosinya kenapa sepagi ini ada orang gila yang datang kepadanya? astaga membuatnya semakin kesal saja.