71. PENCULIKAN NAYYARA 1

2.6K 103 14
                                        

🎻

Rabu, 10 Juli 2024

Hallo, みなさん 。

Kalo suka cerita ini, tolong vote and comment yaa. Hihi.

ありがとうね! ☺︎

ありがとうね! ☺︎

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


71. PENCULIKAN NAYYARA 1

Suara langkah kaki yang sangat terburu-buru bergema di lorong, mereka langsung masuk ke unit yang dimana Amora membutuhkannya. Terutama sang Ibu yang sangat cemas mendengar cucunya diculik.

"Amora" Panggilnya, kedua mata Riana melihat Putrinya sedang ditenangkan oleh seorang wanita paruh baya yang selama lima tahun tidak ia lihat sekarang ia melihatnya kembali. Riana sangat terkejut dengan pertemuan tidak terduga ini termasuk juga Cella, Riana langsung mendekati Putrinya dan Amora menangis didalam pelukan Riana.

Nathan yang melihat Daniel kembali tidak tahu harus melakukan apa yang jelas mereka berdua sama-sama canggung setelah lima tahun tidak bertemu.

"Eric, kerahkan semua orang-orang kita untuk mencari Gabriella!" Sasgara benar-benar sangat frustasi, orang-orang yang dulu membantunya untuk mencari Amora, kini ia kerahkan tapi nihil sudah dua jam berlalu belum ada kabar terutama jejak Gabriella langsung menghilang begitu saja.

"Kemana dia membawa Putriku?" Sasgara memijat pelipisnya, ia sedikit pusing sampai,

"MOMMY!"

Pandangan Sasgara langsung teralihkan kepada seorang anak laki-laki yang berlari kearah Amora, anak laki-lakinya yang biasanya rapih kini penampilannya sangat berantakan seperti yang dikatakan ditelepon, Narendra mengamuk. Kemudian Sasgara melirik kepada Bryan dan juga Abrianna yang datang bersama Narendra, lalu ia menatap kearah Sekretaris Amora yang nampak berantakan, Sasgara tidak ingin menginterogasinya pasti wanita itu sedang menyalahkan dirinya sendiri.

Bryan menghampirinya dan duduk disebelahnya "Aku sudah menyuruh seluruh polisi untuk mencari keberadaan Gabriella"

Sasgara melirik kearah Bryan "Terima kasih sudah membantuku"

"Mommy, mereka membawa Ayya. Kenapa mereka membawa Ayya? Apa Ayya sangat nakal sehingga mereka membawanya? Kenapa bukan aku saja yang mereka bawa, Mommy?" Meskipun Narendra tidak menangis tetap saja ia sangat marah, kesal dan kecewa karena tidak bisa melawan para penjahat yang telah membawa Adiknya itu.

Amora sekuat tenaga agar tidak menangis didepan Putranya, ia mencium kedua tangan Putranya seolah-olah bersyukur salah satu anaknya tidak terluka "Ayya akan baik-baik saja, semua orang akan menyelamatkannya"

Narendra tahu pasti Mommynya sangat cemas, Narendra sungguh merasa kecewa pada dirinya sendiri karena tidak bisa mencegah penjahat itu sehingga Nayyara dibawa. Kedua tangannya terkepal sempurna, ia harus menyelamatkan Adiknya! Adiknya tidak boleh tersakiti atau tergores sedikitpun, jika Adiknya celaka maka Narendra akan membuat para penjahat itu menyesal.

SASGARA (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang