(Sasgara & Amora)
17+⚠️
Bagaimana mungkin kejadian satu malam mampu merubah kehidupan seorang?.
Sasgara Errian Zilardion. Menghabiskan satu malam yang indah bersama Adik temannya, tidak pernah terbayang dalam benaknya.
Setelah kejadian satu malam ya...
Kalo suka cerita ini, tolong vote and comment yaa. Hihi.
ありがとうね! ☺︎
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Aku mencintaimu, Amora Edelweis"
-SASGARA ERRIAN ZILARDION-
61. ANTARA SASGARA DAN AMORA
Langit yang tadinya berwarna biru sekarang sudah berganti dengan langit malam dengan ditemani oleh bulan yang bersinar. Meskipun sudah malam tidak membuat aktivitas orang-orang terhalang masih banyak kendaraan roda empat dan roda dua yang masih berlalu lalang.
"Sebaiknya kau makanlah dulu"
Amora melirik pada asal suara yang dimana Bryan tengah berdiri dihadapannya, Amora yang sedang bersandar dibahu Abrianna langsung menegakkan badannya sehingga perhatian Sasgara tertuju padanya.
"Aku tidak lapar"
"Ikutlah denganku, aku ingin bicara denganmu"
Perkataan Sasgara membuat semua orang menatap kearahnya begitupun dengan Amora yang menatap Sasgara, Amora baru menyadari jika laki-laki itu tidak pergi. Apa yang dilakukan laki-laki itu disini? Apa laki-laki itu tidak mempercayai kata-katanya? Lalu apa yang harus ia lakukan? Tidak mungkin bukan jika dirinya mengaku jika si kembar adalah anaknyakan?.
"Aku tidak sudi ikut denganmu" Amora memalingkan wajahnya.
"Jadi kau ingin semua orang mendengar apa yang ingin aku katakan?"
"Katakan saja tidak usah bertele-tele!"
Sasgara masih setia memandangi Amora yang bahkan Amora saja tidak memandang kearahnya.
"Narendra dan Nayyara apakah dia anak-anakku?" Pertanyaan Sasgara membuat semua orang lagi dan lagi menatap kearahnya bahkan Amora pun langsung menatap kearahnya. Amora berdiri dan menghampiri Sasgara sehingga pandangan keduanya kembali bertemu.
"Bukankah sudah aku katakan jika mereka bukan anakmu? Kenapa kau masih saja bertanya?" Nada bicara Amora meninggi membuat Sasgara semakin menatap Amora.
"Sampai kapan kau akan menyangkalnya, sayang?"
"Bagaimana jika aku katakan, jika aku mengingat semuanya apa yang terjadi diantara kita lima tahun yang lalu?" Jeda Sasgara "Di Apartemen, kau dan aku"