(Sasgara & Amora)
17+⚠️
Bagaimana mungkin kejadian satu malam mampu merubah kehidupan seorang?.
Sasgara Errian Zilardion. Menghabiskan satu malam yang indah bersama Adik temannya, tidak pernah terbayang dalam benaknya.
Setelah kejadian satu malam ya...
Kalo suka cerita ini, tolong vote and comment yaa. Hihi.
ありがとうね! ☺︎
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
66. MULAI LULUH?
Sebuah mobil berwarna putih terparkir disebuah kafe, pengemudi itu langsung turun bersama orang yang telah setia selama beberapa tahun ini.
"Kita meeting disini?" Kedua mata Sasgara mengamati kafe yang berada didepannya, kemudian matanya menatap kearah sekolah TK yang sangat besar yang tentunya sekolah itu adalah sekolah terbaik. Ahh rasanya ia ingin menjemput kedua anaknya tapi ini masih jam sembilan pasti kedua anaknya sedang belajar.
"Menurutmu?"
Sasgara langsung melirik kearah orang yang berdiri disebelahnya "Apa kau tidak bisa menjawab pertanyaanku dengan benar?"
Eric memutarkan kedua matanya, Atasannya ini benar-benar menjengkelkan sudah jelas Meetingnya di kafe ini, kenapa bertanya balik padahal tadi ia sudah mengatakannya sebelum berangkat.
"Pak Renal meminta kita untuk Meeting di kafe ini karena jarak dari kantornya sangat dekat, terutama dia mengatakan padaku jika dia ada mee-"
"Seharusnya kau tolak saja kerja samanya, dia benar-benar sangat merepotkan terutama dia membuatku harus menemuinya. Dia pikir dia siapa sampai aku harus menemuinya? Dia sendiri yang butuh padaku"
"Astaga bisakah kau tidak mengomel? Kau terlalu banyak menolak kerja sama sampai-sampai aku diomeli oleh Ayahmu, sialan!"
Eric masih ingat saat Ayah dari Atasanya (Nathan) menelpon beberapa hari yang lalu ya meskipun Nathan tidak mengomeli tapi ia sengaja menambah-nambahkan. Beliau mengatakan padanya untuk menasehati Sasgara agar tidak terlalu memilih dalam bekerja sama meskipun harus pilih-pilih, tapi Sasgara sering sekali menolak kerja sama yang sangat bagus sehingga Eric sendiri juga merasa jengkel dan kebetulan Nathan menelpon karena ada rekan kerjanya dulu mengadu padanya tentang Sasgara. Yang dimana orang itu adalah Renal.
"Papa terlalu ikut campur" Kesal Sasgara.
"Karena dia masih peduli dengan perusahaannya terutama dia takut jika Putranya akan menghancurkan bisnis keluarga"
"Kau pikir aku ini bodoh untuk mengelola perusahaan?" Sasgara melirik tajam pada Asistennya.