(Sasgara & Amora)
17+⚠️
Bagaimana mungkin kejadian satu malam mampu merubah kehidupan seorang?.
Sasgara Errian Zilardion. Menghabiskan satu malam yang indah bersama Adik temannya, tidak pernah terbayang dalam benaknya.
Setelah kejadian satu malam ya...
Kalo suka cerita ini, tolong vote and comment yaa. Hihi.
ありがとうね! ☺︎
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Tidak ada laki-laki lain di hidupku kecuali ayahku dan kamu, Sasgara"
-AMORA EDELWEISS-
16. SEBUAH SURAT PERJANJIAN
Pagi ini matahari tidak terlihat tetapi digantikan oleh hujan yang sangat lebat sehingga sebagian orng lebih memilih untuk menarik selimut dan kembali tidur.
Sasgara terbangun, seluruh badannya terasa kaku dan lehernya sangat sakit sehingga ia memijatnya perlahan. Diliriknya ke arah tempat tidur yang ternyata sudah tidak ada siapa-siapa bahkan tempat tidur itu sudah rapi, pandangan Sasgara kesana kemari mencari orang yang tidak kunjung terlihat.
Sasgara beranjak dan menuju kamar mandi namun di dalam kamar mandi ternyata kosong, lalu ia melangkan kakinya menuju Walk in closet, nihin orang yang ia cari tidak ada. Kemudian Sasgara keluar kamar, pandangannya menyeluruh kesana kemari t diseluruh ruangan juga ia tidak menemukan keberadaannya.
"Kemana Amora?" Diliriknya jam yang menunjukan pukul enam, lalu kemana Amora pergi? diluar saja masih hujan dan kemana Amora pergi? apa sudah berangkat ke sekolah?.
Sasgara terdiam sejenak sampai ia masuk ke dalam kamar mandi untuk bersiap berangkat sekolah. Setelah siap, Sasgara mengambil kunci mobil. Untung saja semalam ia meminta supir yang bekerja dirumahnya untuk mengantarkan mobil, ia teringat kejadian kemarin yang dimana Amora terjatuh sehingga ia berencana untuk berangkat sekolah bersama Amora menggunakan mobil, tetapi perempuan itu ntah kemana Sasgara tidak tahu.
"Kenapa gue khawatir?" Sasgara masuk kedalam mobilnya dan mulai meninggalkan area basement.
Seorang perempuan yang tengah berdiri diluar gedung hanya bisa menghela nafas karena hujan semakin lebat, taxi yang dari tadi ia coba pesan tidak bisa. Ah ia jadi menyesal menyuruh taxi tadi yang ia pesan pergi dan kini ia terjebak disini.
Andai saja Amora tidak memikirkan nilainya mana mungkin ia mengambil buku di Apartemennya, di tengah hujan yang lebat seperti ini. Ia nekat untuk pergi ke Apartemennya hanya karena sebuah buku dan nilai lalu bagaimana ia sampai ke sekolah jika dirinya terjebak hujan?.