(Sasgara & Amora)
17+⚠️
Bagaimana mungkin kejadian satu malam mampu merubah kehidupan seorang?.
Sasgara Errian Zilardion. Menghabiskan satu malam yang indah bersama Adik temannya, tidak pernah terbayang dalam benaknya.
Setelah kejadian satu malam ya...
Kalo suka cerita ini, tolong vote and comment yaa. Hihi.
ありがとうね! ☺︎
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
60. BERTEMU DENGANNYA
"Sakit?"
Nayyara menggelengkan kepalanya "Tidak"
Dokter perempuan itu tersenyum lalu ia mengusap kepala Nayyara pelan "Anak yang pintar, tahan sebentar oke?"
Amora yang melihat Nayyara sedang ditangani oleh Dokter langsung menarik tangan Sasgara untuk keluar. Dan sekarang mereka berdua sedang diluar ruangan yang dimana Nayyara didalam sedang di obati.
"Beri alasan padaku kenapa kau melakukan semua ini, Amora?" Bukannya menjawab justru Sasgara bertanya balik, ia ingin meminta penjelasan dari perempuan yang ada dihadapannya, ia ingin mendengar kenapa Amora menyembunyikan anaknya dari dirinya.
Amora yang tidak mengerti dengan pertanyaan Sasgara memijat keningnya yang terasa pusing lalu ia menatap Sasgara kembali.
"Aku sungguh tidak mengerti dengan pertanyaanmu dan lebih baik kau pergi saja, terima kasih sudah mengantarkan aku kerumah sakit"
Amora ingin pergi tapi pergelangan tangannya dicegah.
"Tidak ada alasan untukku pergi disaat Putriku sendiri terluka!"
Deg.
Amora langsung melepaskan tangannya yang dicekal oleh Sasgara kemudian ia berbalik badan, dadanya sangat bergemuruh hebat saat mendengar kata "Putri" dari mulut Sasgara. Apa Sasgara mengetahui jika Nayyara anaknya? Tidak-tidak! Amora harus melakukan sesuatu.
"Putrimu?" Amora tertawa pelan "Bagaimana bisa kau mengaku-ngaku jika Nayyara adalah Putrimu? Jangan bermimpi tuan! Dia bukan Putrimu!" setelah mengatakan itu Amora ingin pergi tetapi lagi dan lagi Sasgara mengatakan sesuatu yang membuatnya semakin ketakutan.
"Kau berani melakukan tes DNA?"
"Aku pertegas sekali lagi! Nayyara bukan Putrimu!" Jeda Amora "Dari pada kau mengurusi anak orang lain lebih baik kau urusi saja Putrimu yang lain! Sepertinya dia cemburu saat Ayahnya lebih mementingkan orang lain!"
Amora melangkahkan kedua kakinya ingin masuk kedalam, tangannya langsung ditarik dan tubuhnya langsung dihempaskan ke tembok sehingga pandangan keduanya bertemu.
"Kau apa-apaan? Lepaskan!" Amora geram bahkan ia tidak nyaman dengan posisinya, Sasgara mengunci tubuhnya sehingga ia susah untuk melepaskannya sendiri dan untung saja lorong sedang sepi.