(Sasgara & Amora)
17+⚠️
Bagaimana mungkin kejadian satu malam mampu merubah kehidupan seorang?.
Sasgara Errian Zilardion. Menghabiskan satu malam yang indah bersama Adik temannya, tidak pernah terbayang dalam benaknya.
Setelah kejadian satu malam ya...
Kalo suka cerita ini, tolong vote and comment yaa. Hihi.
ありがとうね! ☺︎
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hidup harus optimis, tapi juga harus logis, karena tindakan tanpa pemikiran adalah suatu kebodohan dan pemikiran tanpa tindakan adalah kesia-siaan"
-AMORA EDELWEIS-
35. MEMENANGKAN HATIMU KEMBALI
Siang sudah berlalu, semua orang sudah bersantai dan beristirahat dirumah bahkan sudah tertidur. Dan itu tak berlaku pada seorang laki-laki yang tengah berdiri, memandangi sebuah kamar yang masih menyala lampunya tanda orang dikamar itu belum tertidur. Sedikit pun kedua mata itu tidak teralihkan meskipun kendaraan berlalu larang tapi tidak mengalihkan perhatiannya.
Sasgara hanya ingin melihat satu objek saja dan jika saja Amora muncul dari jendela, ia akan sangat bersyukur bisa melihatnya, bayangannya sekali pun ia akan sangat senang. Ahh, ia benar-benar merindukan istrinya itu.
"Mau sampai kapan lo berdiri disitu?" Bryan muncul, ia kesal dari tadi sohibnya itu tidak pergi-pergi, justru Sasgara betah memandang kamar Amora sampai Bryan yang melihat dari kamarnya sendiri merasa muak dan kasihan secara bersamaan.
"Sampai Amora mau ketemu sama gue" Meskipun Bryan ada dihadapannya sekali pun Sasgara tidak melirik kearahnya.
Bryan menyuruh Satpam untuk membukakan gerbang meski pun awalnya Satpam itu menolak karena Satpam yang berjaga dirumahnya sangat takut pada Daniel, tetapi Bryan menyakinkan Satpam itu sampai si Satpam yang bernama Yanto itu membuka gerbang.
Suara gerbang yang masuk ke indra pendengaran Sasgara langsung membuat laki-laki itu berlari ingin masuk, akan tetapi dengan sigap Bryan menahannya, menyuruh Satpam untuk menguncinya kembali.
"Lepasin gue anjing" Sasgara menatap Bryan tajam.
"Ikut gue" Bryan menyuruh Sasgara masuk kedalam mobil, sebelum menyuruh Sasgara masuk, ia sempat mengambil kunci mobil Sasgara.
Setelah keduanya didalam mobil dengan Bryan yang mengemudi dan Sasgara yang duduk disebelahnya.
"Lo mau bawa gue kemana?"
"Tempat biasa, disana ada Arlan sama Eric" Ujar Bryan, ia mengarahkan mobilnya ketempat yang sering biasa mereka kumpul sewaktu masa sekolah.
Didalam mobil hanya ada keheningan yang melanda sampai Bryan menyerahkan sesuatu pada Sasgara. Sasgara yang melihatnya langsung memandang benda itu.
"Kenapa cincin gue ada sama lo?" Sasgara langsung memandang kearah jarinya, sialnya ia baru menyadari jika cincinnya tidak ada. Astaga!.