(Sasgara & Amora)
17+⚠️
Bagaimana mungkin kejadian satu malam mampu merubah kehidupan seorang?.
Sasgara Errian Zilardion. Menghabiskan satu malam yang indah bersama Adik temannya, tidak pernah terbayang dalam benaknya.
Setelah kejadian satu malam ya...
Kalo suka cerita ini, tolong vote and comment yaa. Hihi.
ありがとうね! ☺︎
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bisakan lo ngertiin gue sekali aja sayang? kalau gue terlalu takut untuk kehilangan lo"
-SASGARA ERRIAN ZILARDION-
"Lo takut kehilangan gue? tapi lo gak takut kalau bayi ini diambil sama tuhan!"
-AMORA EDELWEIS-
29. PERTUNANGAN BRYAN DAN ABRIANNA
Hari berganti hari, Minggu berganti Minggu dan bulan berganti bulan. Sudah tiga bulan berlalu saat Eric mengakui bahwa dirinya menyukai seorang Abrianna Quenzha Mahatma dan sekarang laki-laki itu harus merelakan dengan sepenuh hati bahwa perempuan itu harus jatuh kedalam pelukan pria lain yang tak lain dan tak bukan sahabatnya sendiri yaitu, Bryan.
Meskipun belum pasti pernikahan antara Bryan dan Abrianna dilangsungkan, Eric turut bahagia atas mereka berdua karena telah melangsungkan pertunangan. Namun, tak dapat dipungkiri jika hatinya sakit sekali.
"Kayanya gue bukan lagi anak Papi sama Mami" Gerutu seorang wanita yang memakai dres sebetis, dresnya terkesan sangat elegan meskipun perutnya sudah terlihat buncit.
Mata indahnya tidak henti-hentinya memandang kearah sang kakak dan sahabatnya yang sedang bertukar cincin. Ia sangat kesal sekali karena baru mengetahui jika Bryan dan Abrianna sahabatnya dijodohkan dan tidak ada satupun orang yang memberitahukannya.
"Capek gak sayang?" Tanya laki-laki itu penuh sabar sejak tiga bulan belakangan ini menghadapi sikap istrinya yang semakin hari Moodnya berubah-ubah.
Amora memandang suaminya dan menganggukan kepalanya.
"Ayo duduk dulu pasti kakinya pegelkan?" Sasgara memapah istrinya agar duduk dikursi yang telah disediakan.
Amora hanya menurut tanpa protes sedikit pun karena jujur saja kakinya sangat pegal dan kebas yang dari tadi disuruh berdiri oleh MC.
"Mau minum?" Tawar Sasgara setelah mereka duduk.
"Nggak"
"Mukanya jangan cemberut gitu, senyum dong" Sasgara menempelkan jari dan telunjuknya ke bibirnya sendiri agar membentuk senyum.