72. PENCULIKAN NAYYARA 2

2.8K 100 7
                                        

🎻

Sabtu, 13 Juli 2024

Hallo, みなさん 。

Kalo suka cerita ini, tolong vote and comment yaa. Hihi.

ありがとうね! ☺︎

ありがとうね! ☺︎

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

72. PENCULIKAN NAYYARA 2

Tanah yang kering kini basah oleh rintik-rintik hujan yang sangat deras, suara bergemuruh petir saling bersautan dengan diiringi oleh tangisan seorang Ibu yang mengkhawatirkan Putrinya yang entah dimana, keadaannya sekarang bagaimana dan kapan Putrinya akan kembali. Ia hanya bisa menangis dan menangis sehingga membuat orang-orang disekitarnya khawatir dan dengan turunnya hujan seolah-olah tahu jika dirinya sedang bersedih.

"Makanlah dulu sayang, kau belum makan"

"Bagaimana aku bisa makan, sementara anakku disana entah sudah makan atau belum?"

Riana menatap semua seorang disana sehingga mereka menghela nafas, mereka semua mengkhawatirkan kondisi Amora yang hanya menangis tidak berhenti sambil memanggil nama Nayyara, mereka juga tidak tahu harus melakukan apa karena pelaku penculikan Nayyara sama sekali tidak menelepon atau mengirim pesan. Ponsel Amora tadi yang terhubung dengan Nayyara juga tiba-tiba mati sehingga mereka tidak tahu apa yang terjadi disana.

Sasgara bahkan menyuruh Arlan untuk melacak keberadaan Nayyara yang sama sekali tidak membuahkan hasil sehingga ia menyuruh orang yang bisa melacak Ip yang Nayyara gunakan untuk menelepon Amora dan sama saja belum membuahkan hasil sampai ia geram.

"Berengsek, kenapa mereka masih belum menghubungiku!" Perasaan cemas menyelimuti hati Sasgara membuat Sasgara teringat dengan mendiang Putrinya yang telah tiada dan meninggalkannya, segala pikiran buruk muncul di kepalanya, tidak itu tidak akan terjadi! Ia harus menyelamatkan Nayyara secepat mungkin!. Andai saja ia tidak bertindak bodoh pasti semua ini tidak akan terjadi!.

Arlan, Eric dan Bryan yang sedang fokus dengan laptop mereka langsung dikagetkan dengan teriakan Sasgara yang sedang berdiri sambil meremas rambutnya.

"Bryan! Sebaiknya kita kesana saja. Hatiku sangat yakin Nayyara ada disana, dengan melacak Nayyara akan membuang waktu sia-sia. Aku khawatir dengan kondisinya" Kedua mata Sasgara memandang jam dinding yang menunjukan pukul sepuluh kurang dan dari tadi dirinya hanya menghabiskan waktu saja.

Bryan juga berfikir begitu, dengan mengandalkan sebuah telepon yang tidak kunjung membuat ia geram sendiri. Dirinya juga sangat mengkhawatirkan Nayyara, hatinya sama gelisahnya.

"Kau butuh orang, Sasgara?" Tanya Arlan menatap kearahnya, rasa bersalah menghantuinya karena tidak bisa melacak keberadaan Nayyara. Sebagai rasa bersalahnya ia ingin menawarkan bantuan kepada Sasgara dengan menawarkan orangnya, siapa tau Sasgara membutuhkannya.

SASGARA (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang