(Sasgara & Amora)
17+⚠️
Bagaimana mungkin kejadian satu malam mampu merubah kehidupan seorang?.
Sasgara Errian Zilardion. Menghabiskan satu malam yang indah bersama Adik temannya, tidak pernah terbayang dalam benaknya.
Setelah kejadian satu malam ya...
Kalo suka cerita ini, tolong vote and comment yaa. Hihi.
ありがとうね! ☺︎
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
62. SEDIKIT INTERAKSI
Kedua bola mata Amora tidak henti-hentinya menatap kearah amplop berwarna putih itu, ia ingin membukanya tetapi ia takut. Ia takut isi surat itu dapat menyakiti hatinya kembali. Seseorang yang menepuk bahunya membuat ia terkejut.
"Maafkan aku, aku tidak sengaja" Ucap orang itu Abrianna.
Amora tersenyum "Tidak apa-apa, aku hanya melamun sehingga tidak menyadari kedatanganmu"
Abrianna duduk disebelah Amora, kedua matanya juga melihat sebuah amplop berwarna putih yang sedang digenggam oleh Adik iparnya dan membuat ia penasaran.
"Apa itu?" Tanyanya.
"Tes DNA"
Abrianna terkejut "Sasgara melakukan tes DNA pada Narendra dan juga Nayyara?" Tanya Abrianna. Tapi Amora yang hanya diam saja membuat ia geram dan marah.
"Bisa-bisanya si berengsek itu meragukan kembali anaknya!"
"Tidak, ini bukan tes DNA si kembar tapi tes DNA milik Sasgara dan juga anak Gabriella" Perjelas Amora yang membuat Abrianna langsung merebut amplop itu.
"Kau serius?" Abrianna membalik-balikan amplop itu, ia memeriksanya siapa tau surat itu palsu.
"Kau tau? Setelah Sasgara menjelaskan semuanya padaku membuat hatiku bimbang, entah kenapa perkataannya seperti ia berkata jujur"
"Amora?" Kedua mata Abrianna melotot horor pada sebuah kertas yang berada ditangannya "99% tidak cocok"
Amora yang mendengarnya langsung merebut surat itu, kedua matanya membaca setiap paragraf yang tertera disurat itu dengan teliti sampai ia mematung.
"99% tidak cocok?" Ujarnya pelan.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Abrianna yang khawatir melihat Amora hanya diam saja.
"Kau jangan dulu percaya padanya siapa tau Sasgara memalsukan surat ini"
Amora melirik kearah Abrianna, benar apa kata Abrianna bisa saja surat ini palsu dan sebentar, sebuah plastik kecil itu, ia akan memastikannya sendiri. Amora berdiri saat ia berbalik sudah ada Putranya yang berjalan kearahnya sehingga ia langsung panik.
"Sayang kenapa kau berjalan? Kondisi tubuhmu masih lemah" Panik Amora, ia langsung membawa Narendra untuk duduk di kursi yang baru saja ia duduki.
"Mom, aku sudah boleh pulang, kondisiku sudah membaik"