57. BERTEMU KEMBALI

4.6K 124 25
                                        

🎻

Hallo, みなさん 。

Kalo suka cerita ini, tolong vote and comment yaa. Hihi.

ありがとうね! ☺︎

"Sekeras apapun aku menghindari takdir, tetap saja tuhan punya cara tersendiri untuk mempertemukan kita"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sekeras apapun aku menghindari takdir, tetap saja tuhan punya cara tersendiri untuk mempertemukan kita"

-AMORA EDELWEISS-

57. BERTEMU KEMBALI

Kedua mata sembab Amora hanya memandang pintu ruangan yang tertutup rapat saat Putranya masuk kedalam dan sudah ditangani oleh Dokter.

Hati Amora resah, cemas dan takut menjadi satu didalam hatinya. Ia sangat takut jika anaknya meninggalkannya lagi, sama seperti Alesha. Amora menggeleng pelan, tidak! Narendra akan baik-baik saja.

Sebuah minuman mampu menyadarkannya, ia pun mendongakkan kepalanya pada Eric dan menerima minuman dari Eric.

"Terima kasih"

Eric hanya menganggukkan kepalanya saja sebagai balasan, ia ingin bertanya apa yang terjadi tetapi ia sangat tidak tega melihat kondisi Amora untuk saat ini.

"Telponlah Bryan" Ujar Eric, karena ia sangat yakin jika Amora membutuhkan seseorang untuk saat ini dan tidak mungkin bukan jika ia harus menelpon Atasannya agar Atasannya kemari? Yang ada kondisinya akan semakin kacau.

Benar apa kata Eric, ia harus mengabari Bryan karena untuk saat ini ia sangat membutuhkan laki-laki itu. Amora meraba-raba sakunya untuk mencari ponselnya tetapi tidak ia temukan.

"Pakailah ponselku"

Amora menatap ponsel Eric dan tanpa pikir panjang Amora langsung menelpon sang Kakak, untung saja Bryan langsung mengangkatnya dan Amora pun menyuruh Bryan untuk kerumah sakit.

Amora menyerahkan lagi ponsel milik Eric "Terima kasih" Ujarnya, dan Eric hanya mengangguk saja.

"Eric bisakah aku meminta tolong?" Amora menatap Eric, ia baru sadar dengan apa yang baru saja terjadi, Eric yang mendengar perkataan Amora langsung menaikan satu alisnya.

"Tolong rahasiakan ini dari Sasgara, aku yakin kedua matamu melihat wajah Putraku dan aku sangat yakin jika kau menganggap jika Putraku adalah anak dia"

"Kau seolah-olah mengatakan jika anak kecil itu bukan anak Sasgara, padahal sudah jelas jika anak itu, anak Sasgara"

Amora tau jika Eric bukan orang bodoh untuk ia bohongi, jika sudah begini ia harus bagaimana? Ya tuhan, kenapa jadi seperti ini?.

"Iya, dia anak Sasgara" Jeda Amora mengakuinya sehingga Eric menatap Amora, jadi benar anak itu adalah anak Sasgara? Sepertinya firasat Atasannya tidak pernah melesat.

SASGARA (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang