(Sasgara & Amora)
17+⚠️
Bagaimana mungkin kejadian satu malam mampu merubah kehidupan seorang?.
Sasgara Errian Zilardion. Menghabiskan satu malam yang indah bersama Adik temannya, tidak pernah terbayang dalam benaknya.
Setelah kejadian satu malam ya...
Kalo suka cerita ini, tolong vote and comment yaa. Hihi.
ありがとうね! ☺︎
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jangan seolah-olah memberi harapan padaku saat kau masih mencintai orang lain"
-AMORA EDELWEIS-
22. PINDAH KERUMAH BARU
Bel berbunyi disetiap penjuru lorong menandakan bel istirahat. Siswa siswi berhamburan keluar menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang keroncongan, tidak terkecuali dengan Amora yang hanya merebahkan kepalanya dilipatan tangannya.
Ia sungguh lelah dan badannya seakan remuk karena perbuatan Sasgara semalam, dirinya pun hanya tidur sebentar. Sekarang ia sangat mengantuk, ia ingin tidur yang untungnya tidak ada guru yang masuk karena guru-guru sibuk mempersiapkan ujian sehingga ia bisa tidur.
"WOY! Ayo kekantin!"
"JANGAN SENTUH GUE" Tepukan dibahunya mengagetkan Amora, ia mengangkat kepalanya sampai membuat kepalanya pusing.
"Sttt"
"Eh, eh, Ra kenapa? Gue panggilin ambulan, ya?"
Amora merebut ponsel milik Abrianna yang katanya akan menelpon ambulan "Lebay lo, gue baik-baik aja"
"Ya udah gue panggil Sasgara"
"Gak usah! gak penting" Cegah Amora.
Abrianna duduk di depan kursi, ia langsung menghadap Amora, memperhatikan Amora dengan lekat kemudian tangannya menarik sedikit kerah seragam Amora, mata Abrianna hampir saja copot dari tempatnya saat melihat tanda merah sedikit keungu-unguan dileher putih temannya yang tidak tertutup oleh kerah seragam. Lalu, jari lentiknya membuka satu kancing seragam milik Amora yang ternyata sangat banyak sekali tanda merah itu dimana-mana.
"Astaga, Ra?" Abrianna menutup mulutnya merasa shok sembari menatap temannya itu.
"Banyak banget anjing"
Amora yang baru menyadari apa yang dilakukan oleh temannya langsung menepis tangan Abrianna, lalu ia mengancingkan seragamnya kembali, untung saja tidak ada orang dikelas hanya ada mereka berdua saja.
"Ra, lo sama Sasgara meet?" Jari Abrianna membentuk semua simbol.
Mata Amora memanas disaat itu juga tangisannya pecah, Amora menangis kencang sampai Abrianna harus menutup kedua telinganya karena tangisan Amora yang semakin kencang bahkan ia menutup mulut Perempuan itu.
"Diem lo"
Sungguh hati Amora sangat sakit untuk mengingatnya, membuat ia ingin sekali menangis, Amora menyesal kenapa semalam ia tidak mencekik Sasgara Saja? jujur saja semalam ia masih sempat-sempatnya untuk mengagumi Sasgara, tadi malam Amora menyesal menikmatinya, ia menyesal sangat menyesal! hatinya menolak tetapi hal yang lain tidak, kenapa harus seperti itu? bahkan Amora sangat kesal saat Sasgara melakukannya karena ia telah menyakiti mantan terindahnya, terutama laki-laki itu bersikap biasa saja seolah-olah tidak terjadi apa-apa.