Ruang osis kini terasa begitu mencekam. Hanbin menatap keempat adik kelasnya dengan tatapan datar. Sementara yang ditatap hanya bisa menundukkan kepala karena merasa bersalah.
"Aku dapet laporan dari Zihao kalo keadaan lapangan kacau. Para peserta MPLS gak ada yang prepare buat ambil properti di materi Pengenalan Kegiatan Siswa. Jadi karena peserta gak ada yang ambil properti, anak Div Perlengkapan kira materinya batal dan properti yang tadinya udah siap jadi di kembaliin lagi. Dampaknya rundown materi kacau dan semua peserta terlantar selama jam materi itu."
Keempat orang itu mendengar semua penuturan Hanbin tentang kekacauan yang mereka buat. Hal itu membuat mereka semakin marasa bersalah karena lalai akan tugas dan malah memberikan beban tambahan bagi anggota osis lain.
"Aku mau tanya, kalian berempat ada dimana waktu di akhir materi pertama? Aku sempet minta tolong Hiroto buat cari kalian tapi dia gak nemu kalian di lapangan," ujar Hanbin sambil memijat kepalanya yang merasa sedikit pusing.
"Tadi kita sempet debat soal mekanisme Tour Lingkungan Sekolah yang bakal diadain habis istirahat. Karena kita gak mau ada peserta yang liat kita debat, jadi kita berempat milih buat menjauh dari lapangan supaya gak ada yang tau kalo kita lagi cekcok soal pendapat masing-masing," jawab Yujin yang merupakan salah satu dari keempat adik kelas itu dengan suara lirih karena merasa tidak enak dengan ketua mereka.
Hanbin mengerutkan dahinya dengan sangat jelas dengan alis yang menukik tajam.
"Kalian kenapa gak cari aku dulu?! Aku ga bakal nolak kalo kalian minta batuan dan pasti ku bantu kok," ucap Hanbin sedikit meninggi.
"Tadi kita sempat buat cari ka Hanbin, tapi waktu ketemu, kita liat kakak lagi serius rapat Bidang Umum sama Kak Taerae, Bang ParkHan, sama Kak Keita. Jadi kita gak berani ganggu," sahut Gunwook yang semakin menunduk dalam ketika merasa nada bicara Hanbin meninggi. Bahkan ketiga orang lainnya, Yujin, Seungeon, dan Ollie juga sedikit tersentak.
Beberapa kali Hanbin terlihat menghela napas berat. Dia berusaha menetralkan emosinya yang hampir meluap tadi.
"Beberapa kali aku ingetin ke kalian, jangan sampai kalian hilang dari lapangan, seengaknya minimal ada satu dari kalian harus terus terpantau ada di area kegiatan. Kalian kan tim Fasillitator, tugasnya sebagai pembimbing sekaligus penghubung antar peserta dan pantia. Lagi pula, untuk sekarang kalian itu prioritas, jadi jangan segan samperin aku gimana pun keadaannya," ucap Hanbin dengan suara yang melembut. Melihat mereka tertunduk begitu lama membuat dirinya tak tega dengan keempat adik kelasnya. Lagi pula dia yakin mereka mendengarkan ucapannya dengan baik dan akan menjadikan hal ini sebagai pelajaran.
"Lain kali jangan diulang yaa, kalau ada hal yang menghambat diskusi kalian, langsung cari aku. Dah, sekarang kalian boleh istirahat dulu, maaf sempat marahin kalian tadi," sambung Hanbin dan di angguki keempat adik kelasnya sambil ikut meminta maaf juga kepada Hanbin.
Salah satu hal yang membuat anggota Osis menyukai kepemimpinan Hanbin adalah sikapnya. Walau Hanbin adalah pribadi yang lembut, tapi ada dibeberapa kesempatan dia menjadi tegas namun tidak keras.
...
Menghabiskan waktu 3 jam untuk mata pelajaran Sejarah merupakan suatu hal yang tidak menyenangkan bagi sebagian besar orang. Begitu juga Zhang Hao, menurutnya belajar sejarah sangat membosankan. Bahkan dia sempat tertidur ditengah pelajaran dan kembali bangun saat jam istirahat pertama mulai.
"Kantin kuy, Jay udah stand by duluan katanya," ujar Lee Jeonghyeon yang duduk di depannya.
Terlihat Zhang Hao yang masih mengumpulkan kesadarannya. Dia mengerjapkan matanya beberapa kali dengan cepat berusaha menghilangkan rasa berat di matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Everlasting | HaoBin
FanfictionWarn! BL Content (!) Perjanjian yang SHB ajukan pada ZH adalah berpura-pura tidak kenal dengan dirinya di lingkungan sekolah atau pun di depan temannya. Namun kerap kali ZH tidak menepati perjanjian yang sudah disepakati, membuat SHB ingin menengge...
