Jangan lupa vote and comment yaa...
╔═══❖•ೋ° °ೋ•❖═══╗
~ HAPPY READING ~
╚═══❖•ೋ° °ೋ•❖═══╝
•
•
•
≪━─━─━─━─====== • ✠ • ======─━─━─━─━≫
Pulang sekolah, Ernita terburu-buru karena ia ingin segera keluar dari sekolah yang serasa seperti penjara neraka baginya. Saat sampai di depan gerbang, ternyata Yuri dan Tari telah menantinya.
“Eh, bentar. Kenapa buru-buru amat? Dikejar setan? Mana ada, siang-siang gini setan?!” Tiba-tiba Tari berucap dan menghentikan langkah Ernita.
Ernita hanya diam tak menjawab.
“Sekarang, gue mau tanya. Lo kemarin ke mana aja? Lo tau 'kan, kemarin ulang tahunnya Vasa? Harusnya, lo tuh kalau tahu ulang tahunnya Vasa harus ready di rumah lo, gak ngapa-ngapain! Biar pas gue manggil lo, bisa langsung berangkat!” bentak Yuri.
Ernita tetap diam.
“Asal lo tau ya, kemarin pas gue sama Tari ke rumah lo buat nyusul lo, tau-taunya kata nyokap lo, lo tuh lagi nyuci. Lo tiap hari nyuci? Atau, mau belajar jadi babu?”
Ernita yang tak tahan dengan cacian tersebut pun langsung angkat bicara.
“Maaf, kalau kemarin kalian ke rumah aku, aku lagi nyuci. Aku tahu kok, kalau ulang tahunnya Vasa. Tapi, kukira kalian gak datang pagi-pagi gitu, jadinya aku nyuci. Maaf.”
“Ha? Maaf? Segampang itu lo bilang maaf? Asal lo tau, ya, semua teman-teman datang ke rumah Vasa, cuma lo doang yang gak hadir! Gimana sih, jadi temen?!” bentak Tari.
“Terus, apa yang sekarang mau lo lakuin buat Vasa? Kita-kita udah ngasih kado buat dia. Cuma lo doang yang enggak,” ucap Yuri.
Ernita hanya diam.
“Kalau ditanya tuh, jawab! Jangan cuma diem doang! Pengen jadi bisu, apa gimana?!” bentak Tari.
“Iya, sekarang aku bakal ngasih kado ke Vasa sendiri.”
“What!! Lo mau ngasih sekarang? Telat tau gak?! Ulang taunya tuh kemarin, bukan sekarang! Udah ah, minggir! Lo pulang aja sana!” ucap Yuri sambil menerjang tubuh Ernita hingga tubuhnya terjatuh ke jalan.
“Tar, kita pulang aja, yuk! Biarin aja tuh dia di situ.”
“Ya udah, ayo.” Kemudian mereka berlalu meninggalkan Ernita.
Ya Allah, kenapa harus seperti ini nasibku? Bukankah, perkara kemarin hanyalah masalah sepele? Masalah tidak bisa datang ke ulang tahun Vasa itu bukan hal yang besar. Lagipun 'kan, tidak ada acara apa-apa. Paling-paling mereka cuma mau ngasih kado doang. Tapi, kenapa harus sampai seperti ini? Jadinya aku ya kena semprot berkali-kali, batin Ernita.
Setelah itu, Ernita perlahan bangun dan bergegas untuk pulang sambil menahan luka di tangannya karena tergores dengan aspal akibat terdorong oleh Yuri tadi.
Tentu saja, hal sepele seperti itu dipermasakan oleh geng Yuri. Karena Vasa adalah anak yang paling disukai di geng Yuri. Bukan karena Vasa kaya, namun, karena Vasa sangatlah cantik dan sangat dermawan sekali. Sehingga, geng Yuri pun terkadang berebut untuk bisa duduk berdua dengan Vasa, ataupun pergi keluar bersama Vasa. Maka dari itu, sekecil apa pun permasalahan jika mencakup masalah Vasa, mereka akan membesarbesarkannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Best Friends [End]
Teen FictionSahabat itu datang saat dibutuhkan, bukan datang hanya saat membutuhkan saja. *** Apa yang terlintas di benak kalian, jika mendengar kata teman dan sahabat? Sepintas terlihat sama, bukan? Padahal, k...
![My Best Friends [End]](https://img.wattpad.com/cover/258646240-64-k229955.jpg)