~~~ Happy Reading ~~~
Tiba saatnya dimana (Name) mendapatkan grimoire-nya, bersama dengan Yuno juga Asta. (Name) bisa mendengar ada 2 orang pemuda yang menjelek-jelekkan Asta sebagai anak yang tidak pantas mendapatkan grimoire, karena Asta tidak memiliki mana sihir di dalam tubuhnya.
Akhirnya master dari menara grimoire turun sambil menyambut mereka, "Kita belum pernah memiliki raja penyihir di wilayah ini bahkan belum ada yang meraih prestasi sebagai ksatria sihir, aku sungguh berharap salah satu dari kalian akan menjadi raja penyihir suatu hari nanti."
(Name) menguap kecil mendengar pidato dari kakek tua itu dan menunggu grimoire miliknya datang. Dia datang bukan untuk mendengar pidato yang menurutnya membosankan, melainkan dia datang untuk mendapatkan grimoire miliknya sendiri.
"Ahem, sekarang saatnya sebagai penghargaan dari para grimoire!"
Banyak grimoire yang bentuknya seperti buku sedang melayang-layang di atas mereka. Semua orang telah mendapatkan grimoire mereka masing. Kecuali Asta, (Name) dan Yuno sama sekali belum mendapatkan buku grimoire milik mereka sendiri.
"Ano," ucap Asta sambil memasang pose model menunggu sesuatu.
Semua orang terdiam sejenak.
"Grimoireku tidak datang."
"Eerrr, cobalah tahun depan." jawab master menara grimoire.
Semua orang mulai mencemooh Asta karena tidak punya sihir dan tidak memiliki grimoire. Tidak lama setelah itu, muncul 2 cahaya. Yang satu berwarna kuning emas dan yang satunya lagi berwarna biru tua. Muncul 2 grimoire yang sedang melayang dan bersinar terang. Grimoire yang mengeluarkan cahaya berwarna hijau terang memiliki 4 daun semanggi. Sedangkan grimoire yang mengeluarkan cahaya yang mirip dengan warna hitam juga putih memiliki 6 daun semanggi.
Yuno menerima grimoire miliknya yang memiliki 4 daun semanggi dan (Name) menerima 6 daun semanggi. Berbeda dengan grimoire punyanya Yuno yang berwarna hijau, (Name) memiliki grimoire berwarna putih juga hitam.
"Grimoire semanggi daun 4 yang di pegang oleh raja penyihir yang pertama?!" sang bapa pastor tidak percaya dengan apa yang dia lihat dan melihat kearah (Name), "Aku pernah dengar kalau semanggi daun 6 di dapat oleh salah seorang gadis yang membantu raja penyihir yang pertama."
"Katanya kedua grimoire berisi oleh kekuatan yang luar biasa dan keberuntungan ya?" tanya sister Lily.
Muncul bisik-bisik di antara mereka.
"Kedua orang desa itu?"
"Hebat!"
"Aku akan menjadi raja penyihir," ucap Yuno kepada mereka semua dan wajahnya mengatakan kalau dia serius untuk menggapainya.
Semua orang langsung bersorak dengan kuat dan kagum dengan Yuno. Sedangkan (Name) memegang grimoire miliknya dan memasang wajah tanpa ekspresi sama sekali.
"Mereka bintang terang dari Hage!" ucap sang bapa pastor yang bangga.
"Kalian luar biasa, Yuno nii-chan, (Name) nee-chan!" puji salah satu anak panti.
"Mereka sangat hebat." sambung yang lainnya.
Enam semanggi yang ada pada grimoire (Name) memiliki beberapa arti. Tiga daun semanggi mewakili keyakinan, harapan, cinta, daun ke empat berisikan keberuntungan, daun ke lima melambangkan kekuatan dan daun ke enam mewakili kesetiaan (Grimoire kalian beda sama Asta, jadi jangan bandingkan grimoire milik Asta).
Tapi yang membuat (Name) heran, adalah adanya motif gambar matahari dan bulan. Ini pertama kali bagi dia melihat ada motif lain selain daun semanggi di buku grimoire.
Timeskip saat (Name) datang menghampiri Asta juga Yuno
"Ara, kalian bertengkar lagi?" tak jauh dari mereka terlihat ada (Name) yang sedang berjalan kearah mereka.
Kedua pemuda itu menggelengkan kepalanya dan tersenyum, sedangkan (Name) hanya menggelengkan kepala kemudian menyembuhkan beberapa luka yang ada pada Asta.
Flashback on 10 tahun yang lalu
(Name) yang masih berusia anak-anak berlari mengikuti Asta juga Yuno yang juga masih berusia anak-anak. Asta yang berada di posisi pertama dan Yuno berada di posisi kedua sedangkan (Name) berada di posisi paling belakang. Mendadak saja Yuno terjatuh, (Name) langsung menambah larinya kearah Yuno dan Asta berlari menghampiri Yuno yang ada di belakang.
"Yuno! Apa kau baik-baik saja?!" tanya Asta yang sangat khawatir.
(Name) membantu Yuno berdiri dan mengecek apakah ada luka di tubuh Yuno.
"Mattaku, kau cenggeng sekali, Yuno." ledek Asta dan menerima cubitan dari (Name).
"Habisnya-"
"Daijobu! Aku mendukungmu, Yuno! Iya kan (Name)?!"
(Name) menganggukkan kepalanya, "Aku juga mendukungmu, Yuno-kun."
(Name) dan Asta berhasil menghibur Yuno. (Name) juga Asta berlari bersama sambil menggandeng Yuno. Asta berada di samping kanan, Yuno berada di tengah dan (Name) berada di samping kiri.
"Mereka semua sudah menunggu kita di puncak!"
Ketika sudah sampai di puncak, mereka memakan roti yang dibawa oleh sister Lily.
"Enak, tapi keras." komentar Yuno.
"Sasuga sister Lily, masakanmu terbaik!" komentar Asta.
Yuno menyuapi (Name) karena sudah seperti menjadi kebiasaan bagi Yuno untuk menyuapi (Name). Sedangkan (Name) tampak biasa saja karena sudah sering terjadi.
"Ketika aku tumbuh dewasa nanti, maukah kau dan (Name) menikah denganku dan memasak untukku?" tanya Asta dengan tersenyum.
Yuno langsung memeluk (Name), seolah mengatakan kalau gadis kecil itu miliknya seorang saja. Tak ada yang boleh mengambil gadis itu dari dia.
"Bapak yang membakarnya, apa kau mau menikahinya?" balas sister Lily.
Asta seketika memasang wajah jijiknya, "Tidak! Kau dan (Name) adalah orang yang ingin kunikahi! Sister! Menikahlah denganku! Menikahlah denganku! Menikahlah denganku!"
Sister Lily dengan tersenyum lembut mengeluarkan grimoire miliknya dan Asta langsung diam.
"Asta itu mungkin, sister itu anu... perempuan dengan kain itu dan (Name), dia masih terlalu kecil untuk bisa menikah."
"Aku belum selesai, Yuno! Aku tak mau menyerah sampai aku dewasa, tak peduli apapun!"
"Ha'i, ganbatte (semangat)."
~~~ Bersambung ~~~
KAMU SEDANG MEMBACA
Gadis Harapan✔ (Black Clover X Female Reader Uchiha)
FanfictionMC-nya masih Uchiha (Name) dari Little Bijuu ✔ : Cerita yang sudah ending Start : 21 Maret 2021 End : 6 Mei 2021
