Chapter 3

7.6K 941 98
                                        

~~~ Happy Reading ~~~

(Name) menatap kearah foto beberapa temannya juga gurunya, yaitu Nobara, Itadori, Fushiguro dan Gojo yang tersimpan di dalam kalung liontin yang diberikan oleh Gojo kepadanya. Dari setetes berubah menjadi aliran air mata dan beruntung (Name) sedang berada di hutan, jadi tidak ada siapapun yang bisa melihatnya sedang menangis.

(Name) sudah mencoba berbagai cara untuk bisa kembali ke dunia jujutsu dan menyelamatkan Itadori dari hukuman mati. Tapi sayangnya semuanya gagal, bahkan dia mencoba menggunakan penglihatannya untuk melihat apa yang terjadi di sana. Tapi hasilnya sama sekali tidak berhasil.

Apa dia benar-benar harus menyerah dan menjalani kehidupannya di dunia yang baru ini. Dunia yang penuh akan sihir dan menggunakan sebuah buku sihir bernama grimoire. Tapi (Name) tidak ingin Itadori sampai mati. Baginya, Itadori sudah dia anggap seperti saudara (poor Itadori dianggap cuma kaya saudara) layaknya dia menganggap Naruto seperti saudara kandungnya sendiri.

(Name) bisa mendengar suara teriakannya Asta dari arah hutan, yang lumayan jauh dari Gereja. Sepertinya pemuda pendek itu sedang latihan untuk masuk ujian seleksi ksatria sihir demi menjadi seorang kaisar penyihir. Entah kenapa (Name) kalau melihat Asta seperti melihat Naruto, sedangkan Yuno seperti Sasuke saja.

Jangan-jangan di setiap dimensi dunia punya orang-orang yang memiliki sifat yang sama dengan Naruto dan Sasuke. Tapi itulah yang membuat (Name) merasa senang, karena dia bisa merasakan suasanya yang sama seperti di dimensi dunia tempat dia lahir. (Name) juga tidak mau kalah dengan Yuno juga Asta, walaupun mimpinya bukanlah menjadi seorang kaisae penyihir melainkan menjadi harapan bagi dunia ini dan bisa menyelamatkan orang-orang yang dia sayangi.

Maka (Name) putuskan, kalau dia harus banyak latihan sebelum ujian seleksi masuk ksatria sihir yang akan dimulai 2 minggu ke depan. Grimoire punya (Name) melayang di depannya (Name). Gadis Uchiha itu sudah siap untuk berlatih dan menjadi penyihir terkuat nantinya.

Sepulang Asta dan Yuno dari hutan dan tiba di gereja, mendadak Asta datang berlari ke arah (Name), "(Name)-chan! Menikahlah denganku!"

Sebelum (Name) menjawabnya, Yuno langsung datang dan berdiri di depannya (Name). Yuno melemparkan death glarenya kepada Asta.

"Kau masih berumur 15 tahun, begitu juga dengan (Name), jadi kau maupun (Name) belum bisa menikah."

(Name) keluar dari belakangnya Yuno dan menganggukkan kepala tanda dia menyetujui apa yang dikatakan oleh Yuno. Mereka masih anak-anak dan belum bisa menikah. Lagipula dia belum kepikiran untuk menikah ataupun menjalin hubungan dengan seseorang.

"Yuno kuso! Kenapa kau selalu menghalangiku saat aku mau melamar sister Lily dan (Name)-chan?!" protes Asta sambil menunjuk kearah pemuda tinggi itu.

"Kita ini masih anak-anak, jadi di antara kita ini tidak boleh ada yang menikah sebelum ke tahap dewasa, apa kau mengerti itu Asta?"

Timeskip saat mereka pergi ujian masuk ksatria sihir

(Name), Yuno dan Asta berjalan menuju ke ibukota.

"Aku penasaran jika kita akan dapat bertemu dengan kaisar Penyihir!" Asta tidak sabar untuk tiba di ibukota.

"Pertama, kita harus lulus ujian masuk ksatria sihir lalu kita akan membicarakannya setelah itu," ucap Yuno yang benar-benar mengganggu momen.

"Aku merasa senang!"

Yuno menatap ke arah Asta, "Senang? Bukannya kau ketakutan?"

"Hah? Kenapa begitu?"

"Kau tak pernah berubah."

"Ayolah cepat! Ibukota sangatlah jauh!"

Asta berlari duluan, meninggalkan (Name) juga Yuno yang sedang berjalan di belakang.

"Hanya karena kau sampai di sana dengan cepat, bukan berarti kau akan menjadi kaisar penyihir lebih cepat." ledek Yuno kepada teman masa kecilnya itu.

(Name) baru ingat kalau dia bisa membuka portal teleport menuju ke ibukota. Tapi untuk sementara dia ingin kedua orang bodoh itu berusaha keras sampai di ibukota. (Name) tersenyum melihat kedua sahabatnya itu.

~~~ Bersambung ~~~

Gadis Harapan✔ (Black Clover X Female Reader Uchiha)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang