~~~ Happy Reading ~~~
"Vetto, Vetto! Mau sampai kapan kau tidur? Ayo bangun, Raia, Licht dan Fana sudah datang, ayo kita bermain bersama."
Vetto membuka matanya dan melihat teman-temannya, yaitu Alexa, Licht, Fana dan Raia sedang menatap ke arahnya.
"Ayo pria besar, kita tidak punya waktu nanti aku di marahi sama ayah karena pulang lambat." Alexa membantu Vetto untuk bangun.
(Name) kembali ke kuil bawah air dan sihirnya seketika menghilang. Damien juga Aegeus langsung menghampiri tuan mereka dan mencoba mengembalikan seluruh mana sihir milik (Name). Mengingat (Name) menggunakan sihir tingkat tinggi dan kebetulan Yami bersama semua anggota Black Bulls yang saat itu berhasil mengalahkan Vetto, melihat (Name) sedang terbaring tidak sadarkan diri.
Yami langsung menghampirinya dan menanyakan kepada kedua spirit milik (Name), "Oy kedua makhluk yang tak bersayap, apa yang terjadi kepada (Name)?"
Muncul perempatan siku kesal di dahi Aegeus, "Hah! Apa maksudmu dengan kedua makhluk yang tak bersayap! Kau mengejek kami ya!?"
Damien langsung menutup mulut saudaranya, "(Name)-sama menggunakan sihir tingkat tinggi tadi saat di bawa oleh pria misterius itu dan sekarang ini (Name)-sama kehabisan banyak mana sihir di tubuhnya."
Yami menggendong (Name) ala gendongan pengantin. Asta yang melihat sosok (Name) sedang di gendong oleh Yami, langsung berlari menuju ke arah kaptennya.
"Kapten! Apa (Name)-chan baik-baik saja?!" tanyanya yang seketika menjadi panik.
"Tenanglah, dia baik-baik saja dan hanya kehabisan mana sihir, jadi yang di perlukan hanya istirahat total saja." jawab Yami yang sedang menatap ke arah (Name).
Timeskip besok harinya
(Name) mulai membuka matanya dan memperlihatkan sepasang mata hitam yang indah. Dia memandangi seluruh penjuru ruangan dan menyadari kalau dirinya masih berada di kuil bawah air. Pintu kamar rawat (Name) terbuka dan memperlihatkan sosok Yami yang sedang berdiri menjulang tegak. Di tangan Yami terdapat sepiring makanan dan segelas air minum.
"Akhirnya kau bangun juga nona serigala, aku sudah membawakanmu makanan juga minuman dan setelah kau merasa baikan, kita akan kembali ke permukaan untuk melapor kepada Julius." Yami berjalan masuk ke dalam kamar rawat (Name)
(Name) mengubah posisinya menjadi duduk di atas tempat tidur. Yami kemudian duduk di pinggir tempat tidur (Name) dan menaruh segelas air minum di samping meja kecil di samping tempat tidur (Name).
"Tanganmu masih lemas, jadi aku yang menyuapimu, bocah serigala," ucap Yami.
(Name) menganggukkan kepalanya dan tidak banyak bicara, dia menuruti apa yang dikatakan oleh Yami. Di saat adegan menyuapi, Yami seperti terhipnotis dengan kedua mata hitam (Name), yang menurutnya sangat indah untuk di pandangi. Bahkan dirinya sampai terperangkap di dalamnya.
"Yami-san? Kau baik-baik saja, kan?" tanya (Name) yang membuyarkan lamunannya Yami.
"Aku baik-baik saja, hanya sedang berpikir saja." bohong Yami karena dia malu ketahuan oleh (Name).
Setelah menyuapi (Name), Yami pergi keluar sambil membawa piring bekas makannya (Name). Sedangkan (Name) sedang memejamkan matanya. Dia jadi teringat dengan Luck juga Magna, bagaimana keadaan mereka berdua itu sekarang.
"Aku harus pergi mengecek kondisi mereka." (Name) turun dari atas tempat tidurnya.
(Name) menggunakan kemampuan mendeteksinya untuk menemukan keberadaan Luck juga Magna. Tapi ketika berada di perjalanan, (Name) secara tidak sengaja melihat Noelle sedang berbicara dengan Kahono dan di samping Kahono ada seorang pemuda yang sedang tidak sadarkan diri.
Entah kenapa perasaan (Name) menjadi tidak enak setelah melihat kondisi Kahono juga pemuda tersebut. Langsung saja (Name) beranjak masuk ke dalam untuk mengeceknya. Noelle yang mendengar adanya suara langkah kaki dari belakang, segera berbalik ke belakang dan melihat (Name).
"(Name)-san! Kenapa anda bisa ada di sini? Bukannya anda harus banyak istirahat sekarang?" tanya Noelle yang mulai blushing.
"Aku sudah merasa baikan, tadi aku mencari Luck juga Magna tapi secara tidak sengaja aku melihat kalian berbicara dan karena aku merasa penasaran dengan Kahono, jadi aku berjalan masuk ke dalam sini." jelas (Name) kepada mereka.
(Name) menatap ke arah perban yang ada di leher Kahono dan langsung saja dia berjalan menghampiri gadis berambut panjang itu.
"Apa yang terjadi dengan Kahono, Noelle?" tanya (Name) sambil menatap ke arah Noelle.
"Tadi waktu bertarung dengan salah satu petinggi Mata Matahari Tengah Malam, leher Kahono terkena serangannya dan membuat Kahono menjadi susah untuk mengeluarkan suaranya." Noelle menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada (Name).
(Name) melepaskan perban yang ada di leher Kahono dan menyembuhkannya dengan menggunakan sihirnya, "Sihir penyembuhan : Pemulihan cahaya."
Luka yang ada pada leher Kahono menjadi sembuh, begitu juga dengan pita suaranya.
"Coba sekarang kamu keluarkan suaramu, Kahono."
Kahono mulai mencoba mengeluarkan suaranya dan ternyata suara telah kembali. Betapa bahagia gadis itu, saat suaranya telah kembali dan dia bisa bernyanyi lagi. Kahono kemudian memandangi saudaranya yaitu Kiato yang sedang terbaring tidak sadarkan diri di sampingnya.
"(Name)-san, tolong sembuhkan kaki saudaraku yang buntung akibat bertarung melawan petinggi Mata Matahari Tengah Malam tadi." Kahono menunjuk ke arah pemuda yang ada di sampingnya (Name).
(Name) mengikuti arah yang di tunjukkan oleh Kahono dan itu mengarah ke pemuda yang ada di sampingnya. Dia kemudian menggunakan sihir penyembuh yang sama, yang dia gunakan kepada Kahono dan perlahan kaki Kiato kembali beregenerasi menjadi semula.
"Kalau begitu, kami permisi dulu ya Kahono." pamit Noelle kemudian menarik (Name) untuk ikut bersamanya.
Tanpa mereka ketahui, kalau Kiato sudah terbangun dan melihat Noelle juga (Name) sudah pergi.
"Kamu sudah bangun ya, kakak? " Kahono yang terkejut melihat kakaknya sudah bangun, "Ada apa? Wajahmu lebih konyol dari biasanya."
Wajah Kiato memerah tipis, "Benar-benar mata yang indah, wajahnya seperti seorang dewi, aku jatuh cinta kepadanya! Aku tidak sabar memberinya tarian cinta kepadanya."
Kahono menatap bingung ke arah kakaknya.
"Nanti, perkenalkan dia padaku! Bantu aku mendapatkan cintanya, ya! Yosha, aku jadi bersemangat!"
Kahono menggelengkan kepalanya, ' Sepertinya itu mustahil sih, mengingat rival kami itu ada banyak untuk mendapatkan cintanya (Name)-san."
~~~ Bersambung ~~~
Petit Clover
Kahono : "Ne (Name)-san, antara nyanyianku atau tarian nii-san, yang mana lebih bagus?"
(Name) : "Dua-duanya."
Kahono & Kiato : "😢😢"
KAMU SEDANG MEMBACA
Gadis Harapan✔ (Black Clover X Female Reader Uchiha)
FanfictionMC-nya masih Uchiha (Name) dari Little Bijuu ✔ : Cerita yang sudah ending Start : 21 Maret 2021 End : 6 Mei 2021
