Chapter 24

3.6K 509 21
                                        

~~~ Happy Reading ~~~

"Pergilah (Name), hanya kau yang bisa melewati sihir ruang si*lan ini." perintah Yami dengan cepat.

(Name) menganggukkan kepalanya, Damien terbangun dari tidurnya dan langsung membuat (Name) juga dirinya berteleportasi menuju ke tempat Luck juga Magna. Sebelum melawan Vetto, (Name) bersembunyi dulu dan melihat pertarungan Magna juga Luck melawan Vetto.

Tapi sepertinya itu tidak cukup, hingga Magna juga Luck harus menggabungkan sihir mereka untuk bisa mengalahkan Vetto.

'Sugoi, mereka menggunakan sihir mereka tanpa terluka sana sekali saat menggabungkannya.' batin (Name) yang terkagum.

(Name) tidak yakin kalau sihir gabungan mereka bisa mengalahkan Vetto yang merupakan petinggi dari Mata Matahari Tengah Malam. Terbukti Vetto bisa menahannya menggunakan sihir hewan buasnya dan Magna juga Luck sudah tidak berdaya. Perasaan amarah di dalam (Name) mulai muncul dan dalam sekali kedipan mata saja, (Name) sudah berada di samping Vetto.

Langsung saja (Name) menghantamkan tinju monster miliknya ke arah Vetto (adegannya  kaya Shin di pukul sama Sakura), "Beraninya kau, melukai mereka!"

Vetto langsung terlempar keras ke dinding gua hingga membuat dinding gua tersebut hancur. (Name) menangkap Magna juga Luck yang sudah tidak berdaya dan tidak sadarkan diri.

"Sihir penyembuh : gelembung penyembuh."

Magna juga Luck masing-masing masuk ke dalam gelembung tersebut dan perlahan mulai di sembuhkan.

"Jadi kau, gadis yang dimaksudkan oleh Licht-kun? Tidak buruk juga, selain kau hebat dan kuat ternyata kau juga punya kecantikan di atas rata-rata." Vetto mengelap darah yang ada di sudut bibirnya.

(Name) meng-summon katana yang sudah dia lapisi dengan api petir.

"Akan ku lihat seberapa kuatnya kau melawanku." Vetto mulai menyiapkan sihir hewan buasnya.

Kiato juga Asta yang baru saja sampai, terkejut melihat Magna juga Luck sudah tidak sadarkan diri dan sedang berada di dalam sebuah gelembung untuk di sembuhkan. Ketika (Name) ingin memulai serangannya, muncul sosok pengganggu di tengah-tengah pertarungan.

"Yo Vetto, biarkan aku yang mengurusi gadis kecil ini, kau hanya perlu mengurusi yang lainnya saja." Raia datang secara mendadak dan memasang seringai lebarnya.

Vetto menghela nafasnya karena merasa kesal di ganggu oleh salah satu rekannya. Raia kemudian menggunakan sihir ruangnya dan menarik (Name) masuk ke dalam, lalu sihir ruangnya tertutup.

"(Name)!" teriak Asta yang melihat sahabatnya di bawa menggunakan sihir ruang.

(Di tempatnya (Name))

"Lepaskan aku, si*lan!" (Name) mencoba keluar dari gelembung perangkap Raia.

"Percuma saja kau mengeluarkan sihirmu ataupun kekuatanmu, gelembung itu akan menyerapnya." jawab Raia yang merasa kalau dia menang.

"K-kuso!"

Raia kemudian membawa (Name) ke hadapan Licht.

"Akhirnya kau membawanya, Raia." Licht tersenyum bahagia.

"Kau kan." (Name) menatap tidak percaya dengan apa yang di hadapannya.

"Selamat datang ke markas Mata Matahari Tengah Malam, (Name) atau bisa ku bilang reinkarnasi dari Alexa-sama." sambut Licht sambil merentangkan tangannya.

(Name) merasa sangat geram sekarang, "Sebenarnya apa yang kau inginkan!?"

"Yang aku inginkan? Aku hanya ingin membangkitkan para elf termasuk Alexa-sama dan Licht-san."

"Tapi, bukannya kau itu Licht?"

"Aku bukan Licht yang sebenarnya, aku hanya sosok elf lain yang tak sengaja masuk ke dalam tubuh yang sama dengan Licht-san."

"Lalu? Kenapa kau harus membawa ke sini."

"Aku ingin menggunakan tubuhmu sebagai inang dari jiwa Alexa-sama."

Kedua mata (Name) seketika sedikit melebar karena tubuhnya akan di jadikan sebagai inang dari seorang roh elf. Kedua spirit milik (Name) langsung keluar dan membuat elf yang mendiami tubuh Licht terkejut melihatnya.

"Kedua spirit itu punyanya Alexa-sama, tidak mungkin kau memilikinya."

Grimoire milik (Name) langsung terbuka dan memunculkan sebuah mantera sihir yang baru. Damien juga Aegeus muncul.

"Sihir pembuat cahaya : pedang suci."

Di tangan kanan (Name) muncul sebuah pedang yang bercahaya putih dan seketika (Name) menghancurkan gelembung yang memerangkap tubuhnya dengan pedang suci yang baru saja dia dapatkan.

"Sihir penggabungan kegelapan dan cahaya : MichaLuci ."

Damien dan Aegeus berubah menjadi cahaya kemudian mengelilingi tubuh (Name). Tubuh (Name) mulai bersinar dan muncul sepasang sayap di belakang tubuhnya. Tak hanya sampai di situ, tubuh (Name) dilindungi oleh armor yang mengeluarkan cahaya. Sepasang tanduk layaknya tanduk iblis, muncul di pelipisnya.

Mana sihir (Name) seketika langsung naik. Licht maupun Raia terkejut dengan perubahan yang di alami oleh (Name). Kalau di lihat baik-baik seperti ada sosok besar berwarna hitam sedang berdiri di belakang tubuh (Name) sambil tersenyum jahat.

"A-apa ini sihir yang sebenarnya dari Alexa-sama? Tapi dia tidak pernah menggunakan sihir semacam ini." Licht merasa ketakutan dengan sosok (Name) yang sekarang ini.

(Name) langsung memporak-porandakan markas Mata Matahari Tengah Malam. Licht mencoba menahan tanpa membuat (Name) terluka melihat sihirnya sama sekali tidak mempan, karena gadis itu memotong sihirnya dengan menggunakan pedang suci. Raia juga mencoba menahannya juga tidak bisa. Melihat ada kesempatan, (Name) kembali ke kuil bawah air.

~~~ Bersambung ~~~

Petit clover

Licht kw : "Notice me, (Name)-san."

Raia : "Zzzz."

(Name) : "🙄😐😐"

Gadis Harapan✔ (Black Clover X Female Reader Uchiha)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang