Chapter 44

2.4K 333 41
                                        

~~~ Happy Reading ~~~

(Name) pergi mengunjungi kapten Yami juga kapten William yang baru saja di tangkap oleh Zenon dan sedang di penjarakan di bawah tanah dengan perlindungan sihir khusus. William sudah kembali sadar dan terkejut melihat (Name) sekarang berada di depan luar penjaranya.

"(Name)! Apa yang kau lakukan di sini?" kening William mengerut melihat pakaian yang di pakai oleh gadis itu, "Lalu kenapa pakaianmu mirip dengan ketiga serangkai kegelapan itu."

(Name) memberikan kode kepada William untuk tidak berbicara keras-keras atau ketiga kakaknya bisa tahu nanti. William akhirnya tutup mulut dan mengangguk mengerti.

"Sebenarnya aku ini adik mereka dan mereka ingin menggunakanmu juga kapten Yami untuk membuat pohon Qliphoth yang menjadi gerbang antara dunia iblis dan dunia manusia ini." jelas (Name) dengan wajah yang murung.

William begitu terkejut mendengar penjelasan dari (Name). Ternyata dia juga Yami akan di korbankan untuk menumbuhkan pohon Qliphoth.

"Gomen William-kun, aku tidak bisa membantumu juga kapten Yami untuk lari dari sini karena ketiga kakakku telah menyegel seluruh kekuatanku dan grimoire milikku." (Name) menundukkan kepalanya dan mulai menitikkan air matanya.

William melangkah ke depan sel penjaranya dan mengelus kepala gadis itu. Merasakan elusan di kepalanya, (Name) mulai mengangkat kepala dan menatap kedua mata milik William.

"Tidak apa-apa (Name), ini juga salahku karena aku tidak datang menyelamatkanmu." William mengecup dahi (Name) dan menghapus air mata (Name).

Tiba-tiba saja mereka berdua mendengar suara Vanica yang memanggil si (Name). Langsung saja gadis itu mengucapkan selamat tinggalnya kepada William dan berjalan menghampiri kakak perempuannya yang sedang memanggilnya.

Saat malam harinya tiba, (Name) berpikir untuk melarikan diri dari kerajaan Spade dan pergi ke kerajaan Clover. Dia cepat-cepat memakai sepatunya dan memakai syal pemberian dari Nacht. Setelah itu dia kabur lewat jendela, tapi sepertinya apa yang telah dia lakukan berhasil di ketahui oleh Zenon.

Ketika (Name) berada di tengah pelariannya menuju ke kerajaan Clover, dia kagetkan oleh Zenon yang berada tak jauh dari depannya dan sedang menatapnya dengan tatapan dingin.

"Pulang, sekarang," ucap Zenon dengan suara yang sedikit keras.

(Name) cepat-cepat menggelengkan kepalanya dan mengeluarkan sebilah pisau yang sering dia simpan sebagai jaga-jaga. Kening Zenon mengerut tidak suka, melihat adik yang paling dia sayangi itu mulai membantah apa yang dia barusan katakan.

"Rumahku bukan di Spade, tapi di Clover!" bantah (Name) dan tidak mempedulikan apa yang di katakan oleh Zenon.

Akhirnya pertarungan di antara mereka terjadi. (Name) tidak mengira kalau dia sedikit kerepotan melawan Zenon yang cara bertarungnya sangatlah cepat. Zenon tidak segan memberikan tinjuannya ke perut sang adik, hingga membuat adiknya itu langsung memegangi perutnya yang nyeri. Darah keluar dari sudut bibir (Name) akibat pukulan keras dari Zenon.

Zenon sendiri hanya menatap dingin ke arah (Name) yang sedang merintih kesakitan sambil memegangi perut. Pria dengan sihir tulang itu lalu menggendong tubuh sang gadis dan membawanya kembali ke kerajaan Spade dengan menggunakan portal. Nacht yang dari tadi melihat kejadian itu langsung keluar dari bayangan dan pergi ke tempat pertarungan kedua kakak beradik tadi.

Nacht mengepalkan kedua tangannya dengan erat dan menggigit bibir bawahnya. Dia berjanji akan menyelamatkan (Name) dari kejahatan ketiga serangkai kegelapan.

(Di kerajaan Spade)

Zenon berjalan menghampiri Vanica dan meminta kakak perempuannya itu memberikan sebuah kutukan yang bisa membuat (Name) jadi patuh dengan perintahnya. Sedangkan Vanica yang tadinya sedang asik bersantai di kejutkan oleh pintu ruangannya yang di buka paksa oleh Zenon. Vanica merasa merinding saat merasakan aura juga tatapan membunuh dari adik laki-lakinya itu.

Ketika mendengar permintaan Zenon, Vanica tampak memikirkan sebentar jenis kutukan yang dimintai oleh Zenon. Akhirnya setelah 2 menit kemudian, Vanica memberikan sebuah kutukan kepada Zenon dan Zenon langsung pergi begitu saja tanpa mengucapkan terima kasih kepada Vanica.

'Dasar adik laknat! Untung sayang.' batin Vanica yang emosi melihat sikap Zenon yang tidak mengucapkan terima kasih kepadanya.

Zenon berjalan ke arah kamar (Name) sambil membawa sebuah botol kecil yang berisikan cairan kutukan yang telah di buat oleh Vanica. Ketika dia sampai di dalam kamar sang adik perempuannya itu, terlihat adiknya sedang tidak sadarkan diri di atas tempat tidur. Langsung saja dia berjalan menghampiri (Name) dan meminumkan cairan ramuan tersebut ke dalam mulut (Name).

Zenon tersenyum penuh kemenangan karena sekarang (Name) hanya miliknya seorang saja. Tidak ada yang bisa mengambil adiknya itu darinya dan selamanya adiknya akan terus berada di dalam genggaman tangannya. Kini (Name) di berikan sebuah kutukan yang akan membuat gadis itu akan selalu patuh kepada Zenon, layaknya sebuah robot yang patuh dengan perintah sang penciptanya.

Timeskip beberapa hari kemudian

Terlihat (Name) berdiri di samping Zenon dengan tatapan yang sangat kosong dan wajahnya tampak pucat seperti mayat. Nacht yang kebetulan sedang memata-matai ketiga serangkai kegelapan, terkejut melihat (Name) yang tampak seperti zombie sekarang. Tatapan gadis itu sangat kosong, seperti ada sesuatu yang mempengaruhi gadis itu.

Nacht tidak bisa diam saja, dia langsung pergi ke kerajaan Clover untuk mengalahkan ketiga serangkai kegelapan itu dan menyelamatkan (Name) yang sedang berada dalam pengaruh Zenon. Sedangkan Zenon merangkul pinggang (Name) dan tak lupa mencium puncak kepala sang adik yang menjadi pujaan hatinya sekarang ini.

Walaupun dari luar, (Name) tampak seperti Zombie tapi di hati kecilnya menangis. Dia ingin cepat-cepat bebas dari jeratan ketiga kakaknya itu dan kembali bersama dengan teman-temannya di kerajaan Clover.

~~~ Bersambung ~~~

Gadis Harapan✔ (Black Clover X Female Reader Uchiha)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang