Chapter 7

6.5K 782 91
                                        

~~~ Happy Reading ~~~

Ketika mereka sampai di desa Saussy, ternyata desa tersebut sedang di serang oleh sekelompok orang yang bisa menggunakan sihir. Mereka berempat melihat para warga desa bersiap di eksekusi, tapi Magna dengan cepat bertindak dan mengeluarkan sihir apinya.

"Explosive scattershot!"

Magna berhasil menyelamatkan para warga desa, tapi mereka menemukan walikota desa Saussy dalam keadaan yang sudah sangat sekarat dan sebentar lagi akan mati. (Name) meng-summon botol ramuan penyembuhan.

"Magna-san, biarkan aku yang menyembuhkannya."

(Name) menuangkan cairan ramuannya ke dalam mulut walikota desa Saussy. Tubuh walikota desa Saussy mulai mengeluarkan cahaya hijau, yang berarti ramuan tersebut sedang bekerja.

"Daijobu, dia akan segera secepat mungkin dan kita harus menyelamatkan para warga desa yang ada di sini secepat mungkin."

Tepat saat jarum panjang jam dinding desa Saussy bergerak, muncul sekelompok orang yang menyerang desa tersebut.

"Apa kalian yang melakukan ini?!" tanya Magna yang merasa penuh amarah.

Ketua dari kelompok itu melihat kearah jamnya, "Beraninya kau menunda jadwalku? Kau akan di eksekusi dalam waktu 10 detik."

Muncul seperti bola es raksasa yang sedang mengarah ke mereka.

'Sial! Aku kehabisan mana!' batin Magna yang menjadi panik.

Grimoire milik (Name) keluar dari tas kantong khusus dan melayang di depan tuannya.

"Sihir api : Naga api!"

Muncul seekor naga api dan langsung menyemburkan apinya dan berhasil meleburkan bola es raksasa yang sedang mengarah ke mereka. Tapi sepertinya salah satu dari mereka mengeluarkan sihir kabut, beruntungnya Asta menggunakan pedangnya untuk menghilangkan sihir tersebut.

"Aku bertanya padamu, kenapa kau mencoba membunuh para penduduk?!" tanya Asta yang merasa kesal.

Pria yang dipanggil tuan Heath oleh salah satu orang yang memakai jubah mulai berdiri, "Dunia ini terbagi menjadi beberapa daerah, wilayah bangsawan adalah tempat para bangsawan, wilayah biasa adalah tempat para orang biasa, dan wilayah terabaikan."

Magna sama sekali tidak mengerti, "Hah?"

"Desa ini Saussy, berada di wilayah terabaikan dan sebagian besar dari mereka yang tinggal di daerah terabaikan adalah ras inferior yang hanya dapat menggunakan sihir yabg cukup untuk menyelesaikan tugas sehari-hari."

Entah mengapa dari ucapan pria itu membuat (Name) merasa mulai emosi.

"Pada dasarnya mereka adalah binatang buas yang tak berakal."

(Name) melirik kearah tangan Asta yang sedang menggenggam erat gagang pedangnya, terlihat dia sepertinya sedang menahan emosinya.

"Aku hanya mencoba menyingkirkan binatang buas tak berakal yang bisa mencuri banyak waktuku yang berharga."

Asta mulai membalas apa yang dikatakan oleh pria itu, "Binatang buas?"

"Kalian berempat juga punya cukup kekuatan sihir yang cukup banyak untuk bergabung dengan Ksatria sihir, bukan? Kalian hanya mencoba menyelamatkan mereka karena itu misi kalian, tapi kenyataannya mereka terlihat seperti binatang buas bagi kalian, bukan?"

'Tahan (Name), jangan sampai termakan emosimu sendiri.'

Asta jadi teringat saat dia masih kecil bersama dengan anak-anak yang lainnya dan suster Lily sedang mengumpulkan ubi untuk mereka makan nantinya.

"Mereka yang kau panggil binatang buas itu adalah orang-orang yang harus kulindungi!"

(Name) sangat terkejut dengan apa yang telah dikatakan oleh Asta. Sekilas sosok Asta yang berada di depannya berubah menjadi sosok Naruto.

"Na-Naruto-kun." gumam (Name) dengan suaranya yang pelan.

"Souka, jadi binatang buas itu begitu berharganya bagimu?"

Pria tersebut mengeluarkan sihir esnya lagi.

"Aku akan mengembalikan es-es itu pada-"

Tidak hanya itu saja, pria misterius itu mengeluarkan semacam kabut. Membuat para penduduk desa menjadi panik.

"Sihir gabungan es dan kabut : kurungan es tanpa batas."

(Name) sedikit panik melihat beberapa es yang tajam sedang terarah ke Asta.

"Kau pikir kau bisa melindungi mereka sekarang?"

Mereka merasa tersudut sekarang.

"Aku tidak terlalu suka dengan istilah "secara bertahap", tapi sepertinya ini akan menjadi yang paling efektif."

Asta berhasil menangkisnya beberapa es.

"Bukan hanya bisa menghilangkan sihir, kau juga bisa menangkisnya, tapi itu tidaklah cukup untuk mengalahkanku, pedang es akan datang satu per satu."

Asta dan Magna mulai menghalangi beberapa pedang es yang menuju ke arah penduduk desa.

"Noelle, lindungi para penduduk desa biarkan aku membantu Magna-san dan Asta."

Tanpa di sangka-sangka Noelle mendapatkan mantera sihir yang baru dan itu berhasil menghalangi pedang-pedang es itu untuk tidak melukai para penduduk desa Saussy. (Name) tersenyum kecil melihat Noelle yang baru saja mendapatkan mantera sihir baru.

~~~ Bersambung ~~~

Gadis Harapan✔ (Black Clover X Female Reader Uchiha)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang