Chapter 37

2.7K 368 7
                                        

~~~ Happy Reading ~~~

(Name) berhasil masuk ke dalam kerajaan bayangan menggunakan sihir teleportasinya dan kini sedang berhadapan dengan Raia, Patri dan Ronne. Tidak berlangsung lama setelah (Name) datang, Yuno dan Bell datang.

"Wah, aku tidak menyangkanya, kami sudah mengutus Ado-san untuk menjemput kalian berdua, tapi kalian justru menghabisi mereka dan datang ke sini," ucap Raia.

Yuno menyembunyikan (Name) dibalik tubuhnya.

"Maksudku, syukurlah kalian bisa datang ke sini dengan selamat." Raia tersenyum lebar.

"Sekarang, serahkan batu sihir itu." perintah Patri.

"Aku sudah menunggu momen ini." gumam Ronne dengan suara yang kecil.

"Seperti biasa, suaramu kecil sekali sampai-sampai aku tidak mengerti apa yang kau katakan, Ronne!" ejek Raia.

'Dan sekarang, akhirnya semuanya akan kembali! Termasuk masa depan kita dan juga senyuman Licht-san.' batin Patri.

Patri mengeluarkan sihir cahayanya.

"Sihir penciptaan cahaya : Hukuman pedang cahaya!" ucap Patri.

"Sihir peniruan : Hukuman pedang cahaya!" Raia meniru sihir milik Patri.

"Mana zone : Tarian sunyi roh angin!" Yuno mengeluarkan mana zone dari sihir anginnya.

"Mana zone : pelindung cahaya." terlihat tubuh (Name) sudah di lingkupi semacam pelindung.

"Mana zone : Spirit storm double." Yuno mengeluarkan serangan sihir miliknya.

'Dalam waktu singkat, anak ini berhasil meningkatkan kekuatannya baik sebagai manusia mau pun sebagai elf.' Raia terlihat sangat terkejut dengan kemampuan yang di miliki oleh Yuno, 'Dalam hal bakat, dia mungkin lebih berbakat dari Licht-kun.'

Mendadak salah seorang elf yang bernama Ronne mendadak muncul dan mencoba merebut batu sihir yang menjadi kalung yang di pakai oleh Yuno. (Name) keluar dari mana zone miliknya. Yuno langsung menghindarinya ke atas.

"Sihir pembuatan kegelapan : Katana iblis!" (Name) mengayunkan katana miliknya ke arah elf tersebut, tapi elf yang bernama Ronne itu bisa menghindarinya.

'Mana zone milikku tidak bisa mendeteksi keberadaannya? Ini bukan karena dia terlalu cepat, tapi dia tiba-tiba muncul di sana!' batin Yuno.

Ronne berhasil mendekati Yuno dan itu membuat Yuno sangat terkejut.

'Lagi! Tidak, dia memaksaku untuk bergerak dan dia bisa mengubah posisi seseorang yang dia sentuh secara paksa.' batin Yuno.

Ronnie berhasil merebut kalung batu sihir milik Yuno. Yuno menatap penuh amarah ke Ronne karena telah merebut kalung batu sihirnya. Raia berjalan menghampiri Ronne.

"Nice, Ronne! Kalau soal bermain-main kejar-kejaran, tak ada yang bisa mengalahkanmu." puji Raia.

"Dengan ini, akhirnya semuanya berjalan lancar." Ronne tersenyum ke arah Raia sambil memegang batu sihir milik Yuno.

Raia merasa kalau Ronne sedang berbohong kepada dia, "Kenapa kau berbohong, Ronne?"

"Raia-san?" tanya Patri yang di buat keheranan.

"Siapa kau sebenarnya?" tanya Raia yang merasa curiga dengan sosok Ronne yang ada di hadapannya.

(Name) mendadak memegang kepalanya yang berdenyut sakit lagi. Tapi kali ini bukan hanya kepalanya saja yang sakit, melainkan jantungnya mendadak sakit. Seperti ada sesuatu yang menusuk jantungnya. (Name) langsung menjerit kesakitan dan bersamaan dengan perut Raia yang mendadak bolong.

Yuno yang mendengar jeritan kesakitan dari gadis yang dia cintai itu, langsung berlari menghampiri gadis itu. Yuno mencoba menyadarkan (Name) dan mengecek apakah ada sesuatu yang di alami oleh gadis itu. Sedangkan (Name) hanya bisa menjerit kesakitan saja.

Patri berlari menghampiri Raia yang sedang telungkup di tanah dan menggunakan sihir cahayanya untuk menyembuhkan tubuh Raia.

"Apa yang sudah kau lakukan, Ronne-san?" tanyanya yang dibuat menjadi panik dan khawatir.

Ronne hanya tersenyum menakutkan, "Daun clover itu terdiri dari kejujuran, harapan, serta cinta dan mendapatkan grimoire empat daun merupakan suatu anugerah lalu grimoire lima daun adalah grimoire yang dihuni oleh iblis."

Dia kemudian menatap ke arah (Name) yang sedang kesakitan, "Ditambah lagi kalau sampai memiliki grimore 6 daun, itu adalah suatu keajaiban yang langka."

(Name) masih terus menjerit kesakitan, hingga akhirnya dia jatuh tidak sadarkan diri.

"Aku masih ingat, aku menghubungkan dua orang yang dipilih oleh grimoire empat daun dan hari itu, lahirlah grimoire keputus-asaan." Ronne yang sedang di rasuki oleh iblis kemudian terbang menuju ke batu yang cukup besar.

Di sana dia menempelkan batu sihir yang dia ambil dari Yuno.

"Sesuatu yang harusnya kumiliki akhirnya hari ini bisa kudapatkan," ucapnya yang terdengar senang.

'Energi sihir ini, bukanlah milik elf!' batin Yuno yang merasa sangat curiga.

"Dengan adanya istana bayangan yang membatasi dua dunia, aku ingin menarik sesuatu yang kuinginkan dari alam baka dengan menggunakan kekuatan dari batu sihir!" dia kemudian menempelkannya dan muncul seperti bayangan yang mulai membesar.

Dari tubuh Ronne keluar semacam asap hitam dan bergabung dengan bayangan hitam tersebut. Bayangan tersebut membentuk sebuah tubuh dan muncul seorang iblis dengan rupa yang sangat menyeramkan.

"Monster apa itu?!" Yuno menatap mahluk tersebut dengan rasa yang terkejut.

"Memang belum sempurna, tapi entah sudah berapa ratus tahun sejak aku punya tubuh sendiri! Sudah kuduga, ini memang menyenangkan, ya," ucapnya yang merasa sangat lega dan bisa bergerak bebas.

Iblis tersebut menatap ke arah tubuh (Name), dia kemudian menggunakan sihirnya untuk menarik tubuh (Name) menuju ke arahnya.

"Sangkar burung phoenix." iblis itu mengurung (Name) di dalamnya.

(Name) yang sedang dalam tidak sadarkan diri berhasil di kurung di dalam sangkar sihir.

~~~ Bersambung ~~~

Gadis Harapan✔ (Black Clover X Female Reader Uchiha)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang