REVANO | 05. Just Tonight

64.6K 1K 26
                                        

Selamat membaca.....

Evelin kembali mencoba memasukan sandinya namun tetap saja gagal, sepertinya Revano sudah menggantinya dengan yang baru.

"Revano! Open the door! Why are you replacing your password?!"

"Revano! Please i want to talk with you."

"Revano."

Evelin menghela nafas pasrah, ia kemudian terduduk di depan pintu apartement Revano, menyandarkan pungungnya ke dinding dengan tangannya yang tak berhenti pengetuk pintu.

Tak peduli jika tangannya akan memar nanti, ia hanya ingin Revano membukakan pintu untuknya. Evelin sangat ingin bertemu dengan pria itu, membicarakan banyak hal karena ia sangat merindukan Revano.

"Revano..." suara Evelin semakin lemah, sudah berdiam diri selama 2 jam di sana tak membuat gadis itu menyerah. Lorong apartemen terlihat sepi, dengan mata merem melek menahan kantuk, Evelin menampar pipinya sendiri untuk tetap sadar.

Jujur ini sudah hampir tengah malam dan dengan bodohnya Evelin masih berdiam diri di sana berharap Revano membuka pintu, gadis keras kepala sepertinya memang tak mudah ditaklukan, banyak pria yang mendekatinya bahkan terang-terangan akan membayarnya jika Evelin bersedia tidur dengan pria itu. Namun sekali 'nya takluk ia tak akan mudah melepaskan orang tersebut.

Revano sudah berhasil menarik perhatiannya sejak dulu.

Bagaimana pun juga Evelin tak akan mudah melepaskan Revano.

Ceklek

Evelin tersentak, ia langsung berdiri saat mendengar suara pintu terbuka. Kedua sudut bibirnya tertarik menampilkan senyum bahagianya.

"Kamu lama banget sih buka pintunya, aku hampir jamuran loh di sini."

Revano menatap Evelin datar, pria itu tak bisa tidur nyenyak memikirkan perempuan di hadapannya kini yang mengganggunya.

"Kenapa masih di sini?"

"Mau ketemu sama kamu, emang gak boleh?"

"Udah ketemu kan, sekarang pergi." Evelin menahan lengan Revano yang hendak masuk kembali.

"Aku mau nginep boleh?"

"Nginep? Gak punya tempat tinggal lo?"

"Punya sih, tapi kayaknya lebih nyenyak kalau tidurnya berdua sama kamu."

Revano semakin dibuat geram oleh tingkah Evelin, apalagi dengan segala ucapannya yang terdengar murahan?

"Pergi sebelum gue panggil security ke sini."

Evelin mengerucutkan bibirnya. "Jahat banget sih, aku belum makan tau dari kemarin."

"Terus gue peduli?"

"Jangan gitu dong sama pacar sendiri."

"Pacar? Jangan mimpi. Sekarang pergi atau gue bener-bener bakalan panggil polisi ke sini?!"

Wajah Evelin seketika murung, perempuan itu akhirnya terlihat menyerah. Pegangan pada tangan Revano pun ia lepas.

Seketika tindakan Evelin yang menerobos masuk ke dalam apartemen membuat Revano terkejut. Bahkan pria itu meringis pelan saat roda koper yang Evelin bawa melindas kakinya.

Shit

"Lo__"

"Revano, ada hal yang mau aku omongin. Plis malam ini jangan marah-marah, bisa kan?"

"Lo tuh jadi cewek jangan___"

"Aku mohon malam ini aja, ijinin aku menginap di sini, hem?"

Sudah lelah berdebat Revano hanya menghela nafas lalu menutup pintu, senyum Evelin seketika mengembang.

"Just tonight." Tegas Revano, Evelin hanya diam seraya menampilkan senyum.

***

"Kamu gak punya makanan lain?" Tanya Evelin melihat sereal yang dihidangkan Revano.

"Udah numpang, jangan banyak protes."

Evelin tak lagi membalas, gadis itu memilih menghabiskan sereal tersebut dengan lahap. Revano yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala, ia melangkah menjauh dari meja makan ke ruang televisi.

Jam sudah menunjukan pukul 11 malam, ia tak akan bisa tidur apalagi gadis penganggu itu ada di sini.

Revano kembali dibuat terkejut saat gadis bar-bar itu mendudukan diri di pangkuannya. Revano mendorong tubuh Evelin agar menjauh, tapi gadis itu justru semakin mengeratkan pelukannya.

"Just tonight, I want to hug you." Kata Evelin dengan nada pelan. Akhirnya lagi-lagi Revano mengalah.

Hening untuk beberapa saat, pandangan mereka terpokus pada tayangan televisi di depan.

"Mau denger cerita?" Tanya Evelin, Revano hanya diam.

"Actually, aku di usir dari apartementku karena telat membayar sewa."

"Kenapa tak di bayar?"

Evelin terdian untuk sesaat.

"Aku tak memiliki uang lagi." Revano mengernyit bingung.

"Keluarga lo?" Evelin menggeleng galam dekapan Revano.

"I don't have it."

Bersambung...

REVANO (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang