"Permisi Pak Iwan."
"Eh kamu Reihan, tumben kesini ada apa? Mau minjem buku?"
Reihan menggeleng dengan cengiran.
"Enggak Pak, saya itu orang nya bae jadi mau bantu bersih-bersih."
"Kamu itu ada aja alasannya kalau lagi di hukum."
"Loh bapak tau?"
"Apa sih yang bapak gak tau tentang kamu?"
"Ih bapak stalking saya ya? Bapak kalau nge-fans sama Saya bilang aja, saya sama sekali gak keberatan kok."
"Kamu itu ada ada saja, ya sudah cepat laksanakan hukumannya, kasihan tuh temen kamu bersih-bersih sendirian." kata Pak Iwan, Reihan mengerutkan kening.
"Siapa Pak?"
"Kamu liat aja sendiri."
Reihan berjalan masuk ke dalam perpustakaan, meskipun baru 6 bulan dia sekolah di sini tapi ia sudah sangat dekat dengan penjaga perpustakaan lantaran dirinya sering mendapat hukuman membersihkan perpustakaan dikarenakan telat atau pun tidak mengerjakan tugas sekolah.
Bukan karena dia tak pintar, ia hanya tidak terlalu dekat dengan teman-teman sekolahnya, lebih tepatnya ia yang menyendiri. Orang terdekatnya sampai saat ini hanya penjaga perpustakaan.
Reihan memperhatikan gadis yang tengah membersihkan buku di raknya dengan sebuah kemoceng, ia merasa tak asing.
"Evelin?"
Gadis yang merasa terpanggil namanya itu menoleh dengan tatapan bingung. "Iya?"
"Lo Evelin kan?"
Meskipun bingung Evelin tetap mengangguk. "Kenapa?"
Reihan menggeleng lalu tersenyum. "Gue kira siapa, lo lupa sama gue?"
Evelin mencoba mengingat kembali kepingan moment yang hilang darinya.
"Gue sekelas sama lo."
"Kok gue jarang lihat lo di kelas?"
"Well, gue duduk paling belakang."
Evelin mengangguk mengerti.
"Btw, lo ngapain di sini?"
"Gue lupa kerjain tugas, lo sendiri ngapain?"
"Telat." Jawab Reihan dengan cengiran.
"Wait What? Lo Reihan?" Tanya Evelin kembali memastikan.
Reihan mengangguk. Evelin menyilangkan kedua tangannya di atas dada seraya menatap sahabatnya Revano tersebut.
"Lo temannya Revano kan, sama siapa tuh cewek yang baru bangun dari koma?"
"Amelia."
"Yes." Evelin menatap Reihan dengan kerutan kening. "What?" Reihan merasa ter intimidasi.
Saat Evelin hendak menanyakan suatu hal, seketika pak Iwan datang tanpa diundang.
"Kalian ini ya, bukannya kerjakan hukuman malah mengobrol." Kata pak Iwan yang sudah berdiri di samping Reihan.
***
Evelin mendudukan diri di kursi kantin dengan ekspresi yang terlihat lelah, ia menoleh ke kiri saat seseorang menempelkan minuman dingin di pipinya.
Reihan, pria itu tersenyum lalu mendudukan diri di samping Evelin.
"Gimana kabar Revano?" Tanya Reihan.
KAMU SEDANG MEMBACA
REVANO (End)
ChickLit⚠️TERDAPAT ADEGAN DEWASA⚠️ (18+) Revano adalah cowok yang telah kehilangan sahabat kecilnya yang juga merupakan cinta pertamanya. Bertahun-tahun lamanya ia mencoba melupakan cinta monyetnya itu, tapi nyatanya tak semudah itu. Namun semua perlahan b...
