Moshi Moshi^^
Warning! Typo dimana-mana°-°
Happy reading readers-chan:>
.
.
.
Saat (Y/N) masuk ke kamar, ia melihat Mikasa yang sedang termenung memikirkan kondisi Eren.
"Kau jangan terlalu memikirkan Eren, jika kau terlalu memikirkan nya kau akan sakit." (Y/N) menghampiri Mikasa.
"Kondisi Eren mulai membaik tapi aku tetap saja kepikiran." Tatapan Mikasa kosong.
"Sebaiknya kau mandi dan pergi ke kamar nya untuk menemani Eren, daripada kau terus-menerus memikirkan nya. Bisa-bisa kau nanti sakit." (Y/N) memeluk Mikasa.
"Jika aku menemani Eren, saat makan malam kau akan dengan siapa?"
"A-aku akan makan malam dengan Erwin." Wajah nya memerah.
"J-jadi Komandan Erwin memang benar kekasihmu?" Mikasa tersedak.
"Y-ya seperti itu lah." Wajah (Y/N) semakin memerah.
"Tak kusangka Komandan yang kaku dan terlihat tegas seperti itu bisa jatuh cinta padamu (Y/N)." Mikasa cekikikan.
"Ah kau ini meledekku saja." (Y/N) menyilang kan kedua tangan nya.
"Baiklah aku akan mandi dan segera ke kamar Eren." Mikasa bergegas.
"Jangan lama. Aku juga harus mandi dan segera menemui Erwin." Sahut (Y/N).
"Iya dasar nenek cerewet."
Mikasa dan (Y/N) sudah bersiap-siap. "Aku pergi dulu ke kamar Eren. Sampai jumpa." Mikasa melambaikan tangan nya.
"Ya Mikasa, sampai jumpa." (Y/N) membalas lambaian tangan nya. (Y/N) pun segera ke kamar Erwin.
"Erwin, ini aku." Ujar (Y/N) di balik pintu.
Erwin membukakan pintu kamarnya dan mempersilahkan kekasihnya masuk.
"Akhirnya kau datang (Y/N)." Erwin tersenyum.
"Tentu saja aku akan datang Erwin." Gadis itu mencubit pinggang Erwin.
Erwin menarik lengan gadis itu dan mereka duduk di kasur Erwin.
"Tunggu sebentar akan ku buat kan teh." Ujar Erwin.
(Y/N) menyusul Erwin untuk membantu nya membuat teh. Mereka membuat teh bersamaan layaknya pasangan suami istri. Dan mereka mengobrol sambil meminum teh buatannya.
Karena keasyikan mengobrol, mereka sampai telat makan malam.
"Erwin, kita sudah telat makan malam. Bagaimana jika makanan nya habis?" Gadis itu kaget saat melihat jam.
"Baiklah kita pergi ke tempat makan sekarang." Erwin menggandeng lengan kekasihnya.
"E-erwin apa tak masalah jika ada orang lain melihat kita bergandengan?" Wajah (Y/N) memerah.
"Apa kau merasa malu? Jika kau malu aku akan melepaskan nya." Erwin tertunduk.
"T-tidak, aku tidak malu Erwin. Hanya saja aku merasa tak enak jika orang melihat komandan menggandeng seorang prajurit." Suaranya sangat pelan.
Tiba tiba Erwin menghentikan langkahnya nya dan memegang pundak (Y/N).
"(Y/N), aku tak melihat mu sebagai prajurit, aku melihat mu sebagai wanita yang ku cintai. Kau kekasihku, aku tak perduli apa kata orang." Erwin meyakinkan (Y/N).
KAMU SEDANG MEMBACA
Love in Paradise Island
RomanceHari itu umat manusia diperingatkan. Betapa mengerikannya nya 'mereka' dan penghinaan untuk hidup di dalam kurungan. Akan kah (Y/N) berhasil membalaskan dendam nya? Apa yang terjadi pada hari-hari nya setelah kejadian itu? ✿✿✿ ❀Jangan lupa follow ak...
