Chapter 23: Teh & Bento

409 60 109
                                        










Moshi moshi^^

Enjoy and happy reading readers-chan>\\\\<

.

.

.

Levi beranjak dari kamar (Y/N). Setelah sampai pintu Levi melirik pada (Y/N). "Jangan lupa bekal ku, beberapa menit lagi aku akan berangkat "

"B-baik."

Hari sudah sore hari. Levi berangkat menunggangi kuda nya dan tak lupa dengan bekal yang di buatkan oleh (Y/N).

"Hanji sudah pergi sedari tadi dan Levi barusan pergi. Sekarang apa ya?" (Y/N) bergumam.

Tiba-tiba muncul Jean yang entah dari mana menepuk pundak (Y/N). "Sedang melakukan apa?" Tanya Jean.

"Ah tidak. Aku tak melakukan apa-apa."

"Yasudah. Kau mau tidak nanti malam menemani ku minum teh?"

"Minum teh? Dimana?"

"Tidak jauh, hanya di pinggir bangunan ini saja."

"Baiklah, nanti aku akan mengajak Mikasa, Armin ,Eren dan yang lainya."

"A-aku hanya ingin meminum teh bersamamu." Jean menggaruk kepalanya yang padahal tidak gatal.

Eren yang mendengar ajakan Jean pada (Y/N) tiba-tiba menarik baju Jean. "Hey apa maksudmu mengajak (Y/N) minum teh berduaan?"

"Apa-apaan ini? Apa urusanmu?"

"Sudah sudah. Kalian seperti anak kecil saja."
Eren dan Jean seketika terdiam.

"Kita semua minum teh bersamaan saja bagaimana?" Usul (Y/N).

'Cih padahal aku hanya ingin berdua dengan mu.' Batin Jean.

"Baiklah, aku akan memberi tahu pada yang lain." Eren meninggal kan (Y/N) dan Jean.

Tiba lah malam. Mereka minum teh sambil menyalakan api unggun untuk memberikan kehangatan. Mereka bersenda gurau seperti tak ada beban pikiran.

"Ngomong-ngomong kemana Jean? Bukanya dia yang membuat acara kecil-kecil an ini?" Sasha clingak clinguk mencari Jean sambil menyuap sepotong kentang rebus yang masih hangat.

"Benar juga, dia kemana?" Sahut Connie.

Tak lama kemudian Jean datang dan membawa dua botol wine. Ia duduk di sebelah (Y/N) yang sedang minum teh.

"Oi kau dapat wine dari mana?" Tanya Connie kegirangan.

"Aku membelinya saat kita berbelanja ke kota."

"Aku ingin satu botol." Connie mendekati Jean.

"Cih ini miliku semuanya, tapi jika (Y/N) atau Mikasa yang meminta akan ku bagi."

Mikasa hanya berdecak.

"Aku tak suka mabuk. Dan apakah kau serius akan menghabiskan dua botol sendirian?" (Y/N) hanya melirik Jean kemudian tatapan nya tertuju pada api unggun.

"Tentu saja aku bisa menghabiskan nya sendirian." Jawab Jean dengan nada sombong.

(Y/N) menatap Jean. "Jean, tidak baik jika kau meminum wine terlalu banyak. Itu akan berdampak buruk pada kesehatan mu. Sebaik nya satu botol kalian minum berdua, dan satu botol nya lagi kau simpan untuk nanti."

Jean terkesiap dan wajah nya sedikit memerah. "B-baiklah apapun itu." Akhirnya Jean mau membagi wine nya dengan Connie.

Udara dingin di malam hari tak mereka hiraukan karena moment langka seperti ini jarang terjadi. Dan mereka  terlihat sangat asyik terkecuali Historia hanya termenung meratapi api unggun sambil memegangi cangkir teh nya. Sedangkan Sasha asyik dengan kentang rebus nya. Mikasa asyik duduk berdua dengan Eren. Jean asyik meminum wine dengan Connie. (Y/N) asyik berbincang dengan Armin.

(Y/N) menyadari jika Historia hanya diam termenung. "Armin, sebaiknya kau ajak bicara Historia agar dia tak kesepian." (Y/N) berbisik pada Armin.

"Lalu kau?" Tanya Armin.

"Aku akan pergi ke dalam, sepertinya aku ingin makan."

"Baiklah."

Saat (Y/N) meninggal kan tempat duduknya tiba-tiba Jean menarik lengan (Y/N). "Mau kemana kau?" Tanya Jean dengan nada bicara aneh karena mabuk berat.

"Cih sudah ku bilang jangan terlalu banyak meminum wine! Kau jadi mabuk berat tahu! Aku akan pergi ke dalam sebentar." (Y/N) melepaskan tangan Jean dan segera masuk ke dalam untuk mencari makanan.

Di tempat Levi....

"Akhirnya aku selesai menemui Erwin. Sebaiknya aku kembali sekarang." Gumam Levi.

Saat berada di tengah perjalanan Levi seperti memikirkan sesuatu. "Seperti ada yang ku lewatkan tapi apa?" Levi teru mengingat hal yang sepertinya ia lewatkan.

Levi menghentikan kuda nya. "Bento! Ya bento (Y/N)! Aku belum sempat memakan nya. Jika saat aku kembali,  bento nya belum ku sentuh dan masih banyak pasti dia kecewa. Sebaiknya aku mencari kedai teh terlebih dahulu untuk memakan bento buatannya."

Levi kembali memacu kuda nya untuk mencari kedai teh agar ia bisa menikmati bento nya dengan santai. Levi menemukan kedai teh yang masih buka. Ia segera masuk dan memesan teh hijau untuk teman makan nya.

Levi membuka bento buatan (Y/N) dan alis nya terangkat. "A-apa ini? Dia membuat kan ku bento seperti ini? Hmm lumayan kawa-- cih maksudku  seperti anak kecil saja di buatkan bento seperti ini. Tapi mungkin rasa nya biasa saja."

Levi membuka mulutnya untuk suapan pertama dari bento yang (Y/N) buatkan untuk nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Levi membuka mulutnya untuk suapan pertama dari bento yang (Y/N) buatkan untuk nya. Saat makanan mendarat di lidah nya seketika mata nya terbelalak. "E-enak. Tak ku sangka dia ternyata pandai memasak. Tak hanya can-- cih sebaiknya aku segera habiskan bento nya dan segera bergegas menuju anggota ku."

Di pondok tengah hutan...

Saat (Y/N) di dapur mencari roti tiba-tiba seseorang mendekap perutnya dari belakang.

Tercium nafas berbau wine. Itu adalah Jean yang sedang mabuk berat dan tak bisa mengontrol dirinya. (Y/N) yang terkejut langsung membalikkan badan nya tetapi Jean masih mendekap erat tubuh (Y/N).

 (Y/N) yang terkejut langsung membalikkan badan nya tetapi Jean masih mendekap erat tubuh (Y/N)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
















Lipai dapet bento dari si doi avv>\\\\<

Sebelum pergi ke lapak orang tinggalkan jejak dulu ya (•◡•)

See u next chapter readers-chan (-^▽^-)



Sayonara^^

Love in Paradise IslandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang