Flashback...
Saat (Y/N) akan ke ruangan Erwin, Levi mengikuti (Y/N) karena ia penasaran kemana gadis itu akan pergi. Pada saat (Y/N) melewati sekumpulan kadet laki-laki yang sedang mengobrol itu, tiba-tiba mata para kadet tertuju pada (Y/N). Itu karena tubuh ideal yang dimiliki (Y/N). merasa tak senang (Y/N) ditatap seperti itu oleh laki-laki.
"Oi sedang apa kalian berkumpul disini? Apa yang kalian lihat? Bukanya sekarang saat nya rapat regu? Cepat pergi atau kalian akan ku suruh membersihkan seluruh ruangan di kastil sampai kaki kalian tak bisa beridir?" Levi mengancam sehingga membuat mereka segera pergi.
"Cih kenapa aku memperdulikan gadis itu saat ada lelaki yang melihat nya seperti tadi?" Levi terheran dan segera pergi ke regu nya yang sudah menunggu.
(End flashback)
"Cepat temani aku makan siang dasar sialan!" Levi menarik lengan gadis itu untuk mengajak nya makan siang bersama.
Sesampainya di tempat makan siang, Sudak tak terlihat ada siapa-siapa disana. Hanya ada bangku dan meja.
"Duduk lah, aku akan mengambil makanan" ucap Levi dengan wajah datar nya.
"B-baik kopral." Sahut (Y/N) gugup.
"Makan lah" sambil memberikan roti dan sup kepada (Y/N).
"Ternyata kau baik dan perhatian juga." Gumam nya sambil senyum-senyum.
"Cepat makan, nanti keburu dingin!" Levi memerintah gadis itu sehingga membuat gadis itu terkesiap. "Oi oi, kau sudah tidak makan berapa bulan? Rakus sekali" ujar Levi menahan tawa karena tingkah gadis itu.
"Maaf kopral, aku baru ingat kalau aku sudah terlambat untuk latihan bersama regu Erwin" sambil terus melanjutkan makan siang nya.
"Sudah tenang saja, jangan buru-buru nanti tersedak. Aku akan bilang ke Erwin kalau kau sedang makan siang bersama ku.
"Baik kopral, terimakasih." Balas (Y/N) dengan senyum nya yang ramah.
"
Panggil saja Levi saat berdua seperti ini" sambil meminum teh hitam.
"Baik Levi." (Y/N) menatap mata Levi
Makan siang dan latihan pun selesai. (Y/N) pergi ke kamar nya...
"Mikasa." Gadis itu mengguncang tubuh sahabat nya yang sedang tertidur karena letih telat berlatih.
"Mikasa bangun Mikasa"
"Ada apa? Kau berisik sekali" Mikasa mengucek mata nya selagi mengumpul kan kesadaran karena bangun tidur.
"Tadi kau meninggalkanku ku makan siang ya?" Protes (Y/N).
"Maaf tadi aku terburu-buru, lain kali aku akan menunggumu." Mikasa menyandar kan badan yang setengah sadar itu ke sahabat nya.
"Yasudah tak apa, aku tidak marah. Kau tahu tidak tadi aku makan siang dengan siapa?" Wajah (Y/N) memerah.
"Memang siapa?"
"Dengan kopral Levi" (Y/N) menutup wajah nya yang memerah itu.
"Apa? Kau serius? Kau makan siang dengan makhluk galak dan pendek itu?" Mikasa tersedak.
"Jangan bilang seperti itu Mikasa, dia tidak segalak kelihatan nya. Dia menurut ku cukup perhatian meskipun terkadang dia sedikit menjengkelkan." Jelas gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love in Paradise Island
RomansHari itu umat manusia diperingatkan. Betapa mengerikannya nya 'mereka' dan penghinaan untuk hidup di dalam kurungan. Akan kah (Y/N) berhasil membalaskan dendam nya? Apa yang terjadi pada hari-hari nya setelah kejadian itu? ✿✿✿ ❀Jangan lupa follow ak...
