Hari itu umat manusia diperingatkan.
Betapa mengerikannya nya 'mereka' dan penghinaan untuk hidup di dalam kurungan.
Akan kah (Y/N) berhasil membalaskan dendam nya?
Apa yang terjadi pada hari-hari nya setelah kejadian itu?
✿✿✿
❀Jangan lupa follow ak...
Jean membawa Marlo dan Hitch ke suatu tempat, sedangkan Levi dan lainya tengah mengawasi perbatasan yang sedang di jaga oleh para polisi militer.
***
"Disana adalah titik pertemuan terakhir." Marlo memberitahu pada Levi dengan serius.
"Yosh. Dari sini biar kami yang urus. Kembalilah ke regu kalian sebelum di curigai." Balas Levi.
"Baik." Jawab Marlo.
Saat Marlo dan Hitch melangkah untuk meninggalkan Levi, Levi memanggil Marlo dan Hitch. "Marlo, Hitch. Kami terbantu"
"Siap." Marlo dan Hitch mengepalkan tangan kanan nya di dada kiri.
"Ayo. Ini giliran kita untuk bertempur" Perintah Levi.
Jean, Sasha dan Connie mengendarai kereta kuda dengan laju yang sangat cepat sehingga berhasil menabrak dan mengobrak-abrik pos penjagaan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mikasa, Levi dan (Y/N) segera menyerang para penjaga. Saat penjaga sudah di lumpuhkan mereka kembali ke hutan tapi tidak dengan Levi dan (Y/N).
Levi dan (Y/N) mencari seseorang di dalam tenda. Seorang lelaki tengah mengumpat dibalik meja. Levi segera menghampiri nya dan menyeretnya ke hutan untuk di interogasi.
Armin melirik ke arah pria yang Levi dan (Y/N) bawa. "Kopral, dia itu..."
"Anggota pasukan pertama. Aku punya beberapa pertanyaan untuknya. Ayo pindah"
Levi membawanya ke tengah hutan. Hari sudah gelap, tapi orang itu masih belum mau membuka mulutnya. Levi tak henti-hentinya untuk menghajar. (Y/N) yang geram sesekali ikut menendang orang itu di bagian mata dan ulu hati.
Levi menendang nya di bagian mulut dan memasukkan sepatu pada mulut nya.
"Hentikan." Lirih pria itu.
Levi berjongkok dan mencoba untuk bertanya kembali. "Dimana Eren dan Historia?"
Bukanya menjawab pria itu malah mengeluarkan kalimat yang akan membuat nya semakin disiksa. "Kau lancang sekali. Titik pertemuan tersebut cuman berisi para amatiran saja. Kalian kira kalian ini pahlawan hanya karena bisa mengalahkan mereka?"
"Tindakan yang kejam." Levi yang kesal kembali menendang keras mulut pria itu sehingga sepatunya menyumpal mulut kotor pria itu. "Tapi mulutmu lebih kejam." Lanjut Levi sambil menekan sepatutnya semakin dalam. "Aku sarankan kau mulai bicara selagi masih bisa gunakan mulutmu sendiri. Dimana Eren dan Historia?" Kemudian Levi menarik sepatunya.