Hari itu umat manusia diperingatkan.
Betapa mengerikannya nya 'mereka' dan penghinaan untuk hidup di dalam kurungan.
Akan kah (Y/N) berhasil membalaskan dendam nya?
Apa yang terjadi pada hari-hari nya setelah kejadian itu?
✿✿✿
❀Jangan lupa follow ak...
Wajah manis (Y/N) terbenam di dada bidang Erwin. Sesekali Erwin mengecup puncak kepala (Y/N) sambil mengelus-elus rambutnya yang lembut.
"Erwin, apakah luka mu masih terasa sakit?"
"Hanya sedikit."
Kemudian (Y/N) duduk selonjoran di sofa kamar Erwin, dengan perlahan ia memegang kepala kekasihnya. "Kemarilah, tidur disini." Ujarnya dengan lembut.
Erwin menurut dan meletakkan kepalanya di paha (Y/N). (Y/N) mengelus lembut rambut blonde milik kekasihnya.
"Kira-kira apakah regu Levi akan berhasil membawa Eren dan Historia?" Tanya (Y/N).
"Pasti. Aku yakin mereka pasti bisa membawa Eren dan Historia kembali." Jawab Erwin dengan percaya diri.
"Percaya diri sekali Daddy." (Y/N) cekikikan sambil mencubit hidung mancung Erwin.
"Ah sakit sakit."
"E-eh, maaf-maaf. Sini kulihat mana yang sakit?" Seketika (Y/N) merasa panik.
"Ahahaha kau lucu sekali. Tenang saja aku hanya pura-pura sayang." Erwin mencubit pipi (Y/N).
"Huh! Ini tidak lucu tahu!" (Y/N) menyilangkan kedua tangan nya dan memajukan bibirnya.
"Jangan cemberut seperti itu. Kau seperti hewan yang berbunyi Kwek Kwek Kwek tau." Erwin cekikikan tak henti-hentinya menggoda kekasihnya itu.
"Apaaaa?" (Y/N) memelototi kekasihnya yang sedang tiduran di atas pahanya.
"Tidak-tidak. Aku hanya bercanda. Kau cantik sayang." Erwin bangkit dari paha (Y/N).
"Kemarilah, ku tau kau masih merindukan ku, dan begitu juga dengan ku. Aku masih sangat sangat merindukanmu. Aku ingin selalu memeluk dan menggodamu gadis kecilku." Erwin mulai mengeluarkan jurus manja nya agar (Y/N) tidak jadi ngambek.
"Arghhhhh, tentu saja tidak!" (Y/N) langsung mendekap erat tubuh Erwin.
"Uuuu kemari sayangku. Menggemaskan sekali." Erwin tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya.
"Jelas-jelas aku sangat merindukanmu Erwin."
"Begitu juga denganku sayang."
Seharian, Erwin dan (Y/N) menghabiskan waktu bersama di dalam kamar. Hingga malam hari tiba, Erwin dan (Y/N) masih di dalam kamar. Membaca bersama, bercerita, bersenda gurau, bermanja-manja, itu lah yang mereka lakukan.
Mereka sangat lengket satu-sama lain seakan-akan sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Terlebih Erwin, dengan luka nya yang sekarang, ia semakin manja pada kekasihnya itu. (Y/N) tidak merasa risih samasekali. Justru ia sangat senang. Ia senang karena Erwin yang dikenal sebagai orang yang tegas dan kaku bertindak sebaliknya pada dirinya. Erwin sangat manja dan romantis. Itulah sisi yang tidak dapat orang lain lihat selain dirinya.
/Hoaamm/ "Erwin, apakah kau belum mengantuk?" Mata (Y/N) sudah sayu dan sedikit kemerahan.
"Yaampun matamu, sudah sangat sayu sekali (Y/N). Ayo kita tidur sekarang." Erwin menggendong (Y/N) dari sofa menuju kasur nya.
"Hanya sedikit mengantuk." /hoaamm/
"Ahahaha baiklah baiklah kau hanya sedikit mengantuk." Erwin tertawa kecil.
Erwin meletakkan (Y/N) ke kasurnya dengan pelan-pelan. Kemudian Erwin pergi ke dapur untuk buang air kecil dan minum. Saat kembali, Erwin mendapati (Y/N) sudah tertidur pulas. Erwin hanya tersenyum melihatnya. 'Manis sekali.' Bantinnya.
Pria itu berbaring di sebelah kekasihnya kemudian mengecup keningnya. "Selamat tidur sayang." Lirihnya. Erwin menarik selimut kemudian memeluk (Y/N) dan memejamkan matanya.
***
(Y/N) sedikit menengadah ke atas mendapati sosok pria pendek menggendong nya ala bridal style. "Kau akan membawa ku kemana?"
"Ke tempat ku." Jawabannya singkat.
"Untuk apa? Tapi tadi aku sedang tidur dengan Erwin."
"Nanti juga kau akan tahu."
(Y/N) mencium bau sesuatu yang aneh dari Levi. "Ini seperti-- kau mabuk ya? Sejak kapan kau suka mabuk?"
"Sejak tadi."
"Turun kan aku, cepat! Aku tak sudi di gendong pria pemabuk." (Y/N) memukuli tubuh Levi dan berontak agar ia menurunkan nya. Tapi hasilnya percuma saja.
Karena terlalu berontak akhirnya kepala (Y/N) terpentok pintu dan pingsan saat Levi membawanya masuk ke kamar.
"Cih, sialan. Tidak mau diam."
Kini tubuh (Y/N) terkulai tak sadarkan diri. Levi merebahkan tubuh (Y/N) ke atas kasur nya. 'Bocah sialan ini tetap terlihat cantik walau sedang pingsan.' Batinnya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ngga berasa besok udah Lebaran Idul Fitri. Author mau ngucapin Minal 'Aidin wal-Faizin Mohon maaf lahir dan batin (◠◡◠)❤️
Kita salaman onlen ya:v🤝
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Chapter selanjutnya aku kasih yang asem-asem ah, lemon misal nya【 ͡≖ ͜ʖ ͡≖】