Hari itu umat manusia diperingatkan.
Betapa mengerikannya nya 'mereka' dan penghinaan untuk hidup di dalam kurungan.
Akan kah (Y/N) berhasil membalaskan dendam nya?
Apa yang terjadi pada hari-hari nya setelah kejadian itu?
✿✿✿
❀Jangan lupa follow ak...
"Hmm tak apa." Tiba-tiba (Y/N) menatap sendu Erwin. "Erwin.." Suaranya bergetar. "Siapa yang telah berani melakukan ini padamu? Polisi militer yang mana yang berani melukai Erwin-ku?" (Y/N) meraba wajah Erwin yang masih terlihat babak belur.
"Sudahlah, aku tak apa. Yang penting, rencana kita semua telah berhasil. Dan pasukan pengintai telah kembali bebas." Garis bibir nya terangkat keatas. Senyuman yang bisa meluluhkan (Y/N).
"Kau terlalu baik Erwin. Aku tak bisa memaafkan orang yang telah melukai mu. Izinkan aku untuk membalas nya."
"Sayang." Erwin lagi-lagi membelai rambut kekasihnya. "Tidak perlu membalas nya. Yang terpenting aku masih hidup dan masih berada disampingmu sekarang."
"Tapi Er-".
"Shuttt. Menurut padaku sugar baby ku."
"E-eh? Kau bilang aku apa?" (Y/N) mencubit pelan pinggang Erwin dengan pipi merah padam.
"Ahaha tidak sayang, aku hanya bercanda." Erwin menarik tubuh (Y/N) dan membuat nya tersandar di dada bidang nya. "(Y/N), apakah ada hal menarik di hari-hari saat kau menjadi regu Levi?"
"Tidak! Yang ada aku hanya di jahili terus olehnya. Sangat menjengkelkan!" (Y/N) memanyunkan bibirnya.
"Tidak boleh berbicara seperti itu. Meskipun dia menjengkelkan dia tetap ketua regu mu."
"Hmm baiklah. Erwin apa kau lapar? Atau luka memar mu mau ku kompreskan lagi?"
"Boleh. Semua tawaran mu aku terima dengan senang hati sayang."
"Tunggu sebentar, akan ku siapkan makanan."
"Aku ingin membantu."
"Kau harus tetap berada di tempat tidur mu."
"Tapi aku ingin membantumu."
"Sayang.."
"Baiklah aku menurut."
"Anak pintar." (Y/N) mengecup singkat pipi Erwin kemudian menuju dapur untuk menyiapkan makanan.
'Aku sangat beruntung dipertemukan dengan gadis seperti mu (Y/N). Kuharap selamanya kita bisa seperti ini.' Batin Erwin.
Beberapa saat kemudian (Y/N) membawa makanan yang sudah di buatnya. (Y/N) membuat makanan dengan bahan seadanya yang ada di dapur.
"Harum sekali aromanya. Pasti sangat lezat, terlebih yang membuat nya adalah calon istriku." Erwin menggoda (Y/N) yang sedang membawakan makanan.
"Kau terlalu berlebihan Erwin, rasanya biasa saja kok seperti masakan pada umumnya."
"Tidak sayang. Makanan buatanmu selalu lezat. Aku ingin memakan masakan mu setiap hari. Jujur saja aku tidak suka dengan rasa ransum, tapi mau tidak mau aku harus memakannya . Huh, sangat menyebalkan."
"Aku juga begitu. Memakan ransum seperti makan kayu dan rumput." (Y/N) cekikikan.
"Ada-ada saja. Memangnya kau pernah memakan kayu dan rumput?"
"Tentu saja tidak. Itu hanya perumpamaan saja. Sudah bercanda nya nanti lagi, sebaiknya kita makan dulu kemudian mandi agar segar dan tidak bau."
"Baiklah. Selamat makan."
"Selamat makan."
Mereka makan dengan lahap nya. Masakan (Y/N) dapat membuat orang yang memakannya merasakan kesenangan tersendiri. Entah apa rahasianya, masakan nya selalu cocok dilidah setiap orang.
"(Y/N)."
"Ya Erwin?" (Y/N) dengan wajah polosnya melirik ke arah Erwin dengan pipi yang terdapat remah makanan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Yaampun kau belepotan sayang." Erwin cekikikan melihat (Y/N) makan dan ada sedikit makanan yang menempel di pipi nya.
"B-benarkah?."
"Kemarilah." Titah Erwin. Kemudian (Y/N) sedikit menyodorkan wajah nya, dan Erwin mengambil remahan makanan yang menempel di pipi (Y/N).
Setelah selesai makan (Y/N) membereskan peralatan makan dan menuju dapur. "Ingin ku buatkan cemilan?"
"Nanti saja, aku masih kenyang."
"Baiklah."
"(Y/N)."
"Ya?"
"Jangan berbicara dari dapur, kemarilah."
"Baiklah Erwinku." (Y/N) cekikikan.
"Dasar kau ini." Erwin tersenyum pada (Y/N).
"Ada apa Erwin?"
"Besok malam kita akan menuju regu Levi, dimana ada Eren dan Historia disana."
"Tapi kau belum pulih total Erwin."
"Aku tetap harus kesana sayang."
(Y/N) menghela nafas. "Baiklah jika itu sangat penting. Tapi aku ingin ada di barisan depan bersamamu."
"Baiklah. Kurasa ini tidak terlalu bahaya." Erwin merangkul pinggang (Y/N) dan menarik nya.
Wajah manis (Y/N) terbenam di dada bidang Erwin. Sesekali Erwin mengecup puncak kepala (Y/N) sambil mengelus-elus rambutnya yang lembut.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Maapkan ko ini cerita kaya kurang nyambung (ಥ_ಥ)
Sebelum pergi ke lapak orang lain vote dulu yuu (◔◡◔)
Makasih buat yang masih nunggu cerita ini ʕ•́ᴥ•̀ʔづ❤️